Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
------------------------
Steve menggenggam tangan Valen sepanjang koridor menuju kantin yang tampaknya begitu sepi. Satu sekolah sudah memaklumi bahwa cowo satu ini beda dari teman teman mereka yang begitu bucin terhadap sang kekasih. Namun itu berlaku dulu karena berita Sean dan Alicia sudah tersebar satu Minggu yang lalu bahwa kedua jenis manusia berbeda gender itu telah menjalin kasih dan Sean cowo yang dari dulu dikenal anti dengan perempuan menjadi begitu bucin dengan Alicia, pacarnya.
Steve mendudukkan Valen dikursi panjang dan duduk disebelahnya setelah memesan makanan untuk mereka berdua"aku perhati in mulai tadi pagi pas kita ketemu muka kamu cemberut gitu, kenapa aku ada salah?"Steve berujar lembut sambil membawa helaian rambut Valen yang terurai kebelakang telinga.
Valen diam ia bersedekah dada dan memalingkan wajah dengan kesal, cowo ini Memnag tidak peka apakha harus dikode dulu Baru paham?."hari ini, hari apa?"judesnya.
Steve mengerutkan keningnya"hari Senin kan?"
Valen menghentakkan kakinya dibawa meja bagaikan anak kecil"hari Senin apanya!!!"Steve menggaruk kepalanya bingung, ia tidak salah memang hari ini adalah hari Senin.
Menarik nafas sabar."by bukannya kita baru selesai ya upacara tadi pagi?"Steve berujar begitu yakin Tanpa keraguan.
"Kamu ngeselin, jadi cowo ko' gak peka' pokoknya jangan ngomong sama aku sebelum kamu ingat hari ini hari apa"Valen pergi dengan misuh misuh ia bertambah kesal ketika pacarnya itu masih berpikir keras ditempat.
Alicia, Chika dan Sean beserta sahabat sahabatnya mengangkat alis bingung ketika melihat Valen pergi dengan kesal dan Steve yang terlihat kebingungan sendiri ditempat nya.
Alicia dan Chika pamit untuk mengejar Valen sedangkan yang lain menuju Steve"kenapa bro?"tanya Arkan segera mengambil tempat duduk didekat Steve tempat dimana cowo itu duduk sekarang dengan wajah suram.