Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
--------------------------------
Sehabis diantar oleh Sean, Alicia memasuki Mension nya namun belum menaiki tangga menuju kamarnya gadis itu merasakan amat sakit pada bagian dadanya tepat pada bagian jantungnya."aakhh"Alicia memekik.
BI sirna yang melihatnya bergegas menghampiri Alicia"non-ada apa non?"tanya nya panik.
Wajah gadis itu sudah pucat pasi ia matanya memerah menahan sakit"bi-bi telpon ayah"lirihnya.
BI sirna mengangguk ia terlebih dahulu membawa Alicia untuk berbaring di sofa terdapat di ruang tamu, ia pun menelpon majikannya.
"Tolong bi jaga putri saya dulu, secepatnya saya akan segera sampai!"
Malam ini Alicia dirawat dirumah sakit seperti biasa rumah sakit dimana dokter Rangga yaitu om Sean bekerja.
Setelah mendapatkan kabar bahwa Alicia kambuh dari BI sirna pria itu bergegas ke mensionnya.
"Jadi kapan operasi putri saya dilakukan Rangga?"tanya Raga selaku ayah dari Alicia.
Dr Rangga menatap serius kepada sahabatnya itu kedua tangannya saling menggenggam diatas meja"keadaan Alicia semakin para Raga, secepatnya saya akan lakukan operasi"
"Iya saya tau Rangga tapi-tapi secepatnya kapan? Saya tidak bisa jika harus terus melihat putri saya kesakitan saya juga sakit melihat itu, kau tau kan?"pria itu berujar khawatir namun ada ketegasan didalam setiap bait kata yang ia keluarkan ia sudah tidak sanggup melihat putrinya selalu kesakitan akibat penyakit sialan itu.
Menghela nafas"saya tidak bermaksud untuk selalu mengundurkan Opera tersebut, kalau begitu baiklah sudah saya putuskan operasinya akan dilakukan 2 hari kemudian"
-------------🌿🌿🌿-------------
Sudah satu hari Alicia tidak ada kabar membuat Sean begitu khawatir, saat ini cowo itu sudah berada didepan rumah Alicia ia pun memencet bel Mension itu.