Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BADBOY TAMPAN: 34

191 5 0
                                        

Assalamualaikum

Assalamualaikum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

------------🌿🌿🌿------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

------------🌿🌿🌿------------

Tak lama setelah kabar tentang Alicia terdengar, satu per satu sahabatnya datang ke rumah sakit. Arkan, Fatha, Daffa, Steve, Valen, dan Chika berlari kecil ke ruang tunggu, wajah mereka penuh cemas. Begitu melihat Raga yang duduk lemas di kursi, mata mereka langsung berkaca-kaca.

“Om… gimana kondisi Cia?” tanya Valen dengan suara bergetar, sementara Chika sudah tak mampu menahan air matanya, menutup mulut agar isaknya tak pecah keras-keras.

Arkan mengepalkan tangannya kuat-kuat, berusaha terlihat tegar, tapi matanya jelas merah menahan tangis. Fatha dan Daffa saling menepuk bahu, sama-sama tak percaya sahabat yang selalu ceria itu kini terbaring di balik pintu IGD. Chika hanya bisa berdiri terpaku, wajahnya menunduk, bibirnya gemetar seakan kehilangan kata-kata.

Mereka semua duduk bersama, namun suasana terasa begitu hampa. Tak ada canda, tak ada tawa—hanya doa yang terpanjat dalam hati masing-masing agar Alicia diberi kekuatan.

Tak lama kemudian, Brian datang. Ia berdiri agak jauh, menatap ke arah pintu IGD dengan sorot mata yang dalam. Hatinya terasa perih. Meski Alicia kini sudah bersama Sean, ia tak bisa memungkiri bahwa dulu gadis itu pernah singgah di hatinya, pernah menjadi alasan senyumnya.

Melihat Alicia dalam kondisi seperti ini membuat dadanya sesak. Ia menggenggam rambutnya, berbisik lirih seolah pada dirinya sendiri,
“Cia… kenapa harus kamu? Tuhan, tolong sembuhkan dia…”

Air mata yang selama ini ia tahan pun akhirnya jatuh. Brian menunduk, memalingkan wajah agar yang lain tak melihat betapa hancurnya ia malam itu. Dalam hatinya ia tahu, walaupun tak lagi memiliki Alicia, doa dan cintanya tetap akan selalu ada untuk gadis itu.

----------------🌿🌿🌿---------------

Raga duduk berhadapan dengan dr. Rangga di ruang konsultasi. Wajahnya pucat, matanya sembab karena terlalu banyak menangis, namun sorotnya tegas—meski jelas terguncang.

Badboy TampanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang