Minal aidzin walfa'izin 🙏 mohon maaf lahir dan batin. Author telat ya? 😑
---------------------------------------
Alicia menatap dirinya dalam pantulan cermin, rok sepasang baju dan sweater lucu yang diberikan oleh Sean kemarin malam begitu cck dan pas ditubuhnya warnanya juga sangat kontras dengan kulit putih pusatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Memperhatikan wajahnya dalam, wajahnya begitu pucat bagai tak berdarah, meraih liptint dan memoleskan sedikit pada bibirnya tak apa yang penting bisa menutupi sedikit kepucatan pada wajahnya.
Malam ini Sean mengajaknya untuk berkunjung kerumahnya mengajaknya makan siang serta mengenalkannya kepada kedua orang tuannya.
Alicia keluar dari kamar setelah mendengar panggilan dari bibinya bahwa Sean telah menunggu diluar. Sean memperhatikan Alicia berlari pada nya."jangan lari dong nanti jatuh, pelan pelan sayang"peringat Sean lembut ia mengelus rambut mulai tipis Alicia akibat kemo yang tidak ia ketahui.
Alicia tersenyum manis ia mengangguk, memutar tubuhnya perlahan di depan Sean"gimana cantik gak?"tanyanya.
"Cantik sayang, pinter juga aku ya cariin kamu baju mana pas lagi. Udah cocok ini jadi suami kamu"Sean terkekeh saat Alicia menutup wajahnya dan memeluknya.
Tanpa cowok itu sadari Alicia menahan tangis mendengar ucapannya, mengeratkan pelukannya bahkan gadis itu tidak tau sampai kapan ia akan bertahan melawan penyakitnya.
"Ih udah jangan gombal terus cia jadi malu"
Sean menggigit bibir bawahnya saat Alicia menggembungkan pipi dan bibirnya begitu lucu dan menggemaskan, ia meraup wajah itu membuat sang empu mendengus kesal"udah jangan gitu mukanya jellek"Alicia membulatkan matanya saat hendak mengeluarkan protes, sean malah tertawa sambil membawanya masuk kedalam mobil dengan cepat dan menyusul masuk.
"Mommy aku udah nunggu dirumah, jangan monyong gitu nanti aku makan bibirnya tuh"
"Mana bisa bibir dimakan ih"
"Gini amat punya pacar spek bochil"
Sean menyetir dengan tangan kanannya dan tangan kirinya ia gunakan ia menggenggam jemari tangan mungil Alicia sesekali mengecupnya lembut. Alicia salting sikap Sean yang jauh begitu berbeda dengan dulu, ia senang akhirnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Sean membalasnya.
Ia menatap tangan kekar itu menggenggamnya, ia merasa bersalah karena menyembunyikan hal besar pada cowok ini. Ia terus melamun hingga tak sadar bahwa ia sudah berada didepan rumah Sean.