Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BADBOY TAMPAN : 35

222 5 0
                                        

Assalamualaikum

Assalamualaikum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

--------------------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

--------------------------

Alicia berusaha mengatur napasnya yang masih terbata. Matanya menatap satu per satu wajah sahabatnya yang berkumpul di sekeliling ranjang. Meski tubuhnya lemah, senyum tipis tetap ia paksakan.

“Arkan… Fatha… Daffa… Steve… Valen… Chika… juga kak Brian,” suaranya pelan, namun cukup untuk membuat semua orang menunduk menahan tangis. “Kalian… terima kasih, ya. Dari dulu sampai sekarang, kalian nggak pernah tinggalin aku. Aku… aku bahagia punya kalian semua.”

Chika langsung menangis keras, tak lagi mampu menahan air matanya. Ia menunduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Alicia erat-erat.
“Cia, jangan ngomong kayak gitu! Kamu harus sembuh. Kita masih mau bareng-bareng sampai tua nanti, masih banyak cerita yang belum kita jalani.”

Valen menutupi wajah dengan kedua tangannya, suaranya pecah.
“Kamu itu cahaya buat kita semua, Cia. Kalau kamu hilang… kita semua akan gelap. Jadi tolong, bertahanlah.”

Alicia tersenyum kecil, menatap Brian yang berdiri di ujung ranjang dengan mata sembab. “kak Brian… kamu juga. Jangan sedih lagi, ya. Aku pengen lihat kamu bahagia,.”

Ucapan itu membuat Brian terdiam, hatinya seperti diremas. Air matanya jatuh deras, ia menunduk dalam-dalam, tak sanggup menatap lebih lama.

Alicia kembali menoleh pada semuanya, suaranya semakin lemah, namun penuh ketulusan.
“Kalian harus janji sama aku… kalau aku nanti nggak ada… kalian tetap saling jaga, saling sayang, jangan pernah pisah. Aku… aku akan selalu ada di hati kalian.”

Suasana kamar langsung pecah dengan tangis. Arkan yang paling berusaha tegar pun akhirnya tak kuasa, air matanya jatuh deras. Fatha dan Daffa saling merangkul sambil terisak. Steve hanya bisa terdiam melihat sang kekasih menangis ia berusaha menenangkan gadisnya.

Raga yang menyaksikan dari kursi pojok, menutup wajahnya dengan kedua tangan. Hatinya terasa tercabik mendengar putrinya bicara seolah berpamitan.

Badboy TampanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang