32

1K 136 27
                                        

"WHAT THE FUCK?!?!??"

Sunoo tertawa melihat ekspresi kaget Doyoung untuk ketiga kalinya.

"Park Sunghoon siapa?" Tanya Doyoung setelah tawa Sunoo mereda.

Sunoo menatap Doyoung tak percaya, "Lu lupa? Park Sunghoon loh Doy."

"Iya, itu siapa?"

"Terus kenapa lu kaget kalo nggak tau?"

"Biar dramatis aja Noo." Jawab Doyoung yang kini meminum air mineral dinginnya itu.

"Sunghoon."

"WHAT THE??!?!??!? SUNGHOON???" Doyoung hampir nyembur kalo saja Sunoo tak tiba-tiba berdiri.

Doyoung kembali menyuruh Sunoo duduk setelah dirinya merasa tenang.

"Yang lu bilang ada dalam imajinasi lu itu? Yang ternyata temennya Junkyu itu? Yang kemarin waktu lu sakit ada di rumah itu? Yang ngasih obeng gratis ke Jeongwoo?"

Sunoo mengangguk, "Iya, Park Sunghoon yang dulu gue imajinasikan nikah sama gue. Dan sekarang gue bakal nikah sama dia. Lucu ya?"

Doyoung kehabisan kata. Plot twist apa lagi ini?

"Tapi Doy, Sunghoon juga belum tentu Nerima perjodohan ini. Gue ngerasa Sunghoon punya alasan kuat untuk menolak perjodohan ini."

Doyoung menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tak sanggup menjawab perkataan Sunoo.

Doyoung memilih menatap Sunoo yang tampak diam menatap piring kosongnya. Hingga ponsel yang sejak tadi Doyoung hiraukan kini menunjukan panggilan dari Jeongwoo.

Doyoung menjawab telepon Jeongwoo, tak lama setelah itu Jeongwoo datang.

"Bayar Woo." Ucap Sunoo saat Jeongwoo bergerak ingin memeluknya.

Jeongwoo mendengus kesal padahal ia sudah merentangkan tangan, akhirnya tangannya mengambil dompet di saku jaketnya.

Setelah membayar, Jeongwoo segera memeluk Sunoo. "Ayo pulang, lu mandi. Bau." Ucap Jeongwoo yang masih setia memeluk Sunoo.

"Kalo bau lepasin dong."

"Nggak mau, gue kangen lu. Gue takut banget tadi. Lu nggak bau kok. Gue cuma alesan. Tapi Please, ayo pulang. Lu keliatan kayak gembel Noo."

Sunoo memukul kepala Jeongwoo pelan,membuat pelukan mereka terlepas.

"Emang iya Doy?" Tanya Doyoung

Doyoung mengangkat bahunya, tak mau berkomentar.

"Ya udah, ayo pulang." Ajak Sunoo setelah mengaca dari layar ponselnya.

"Eh bentar, leher Lu." Ucap Jeongwoo sembari memeriksa leher Sunoo. Matanya menyipit, kemudian menatap Sunoo minta penjelasan.

"Di gigit nyamuk itu." Ucap Doyoung bantu jelaskan.

Jeongwoo menyipitkan matanya, tak percaya dengan ucapan Doyoung. Matanya masih menatap Sunoo. Sementara yang di tatap hanya menunjukkan cengiran bodoh.

Mudah mengelabui Doyoung, tidak dengan Jeongwoo.

Ketiganya berjalan kembali ke pemancingan. Doyoung dan Jeongwoo di depan dan Sunoo di belakang mereka.

Di parkiran sudah ada Jay, Junkyu, Heeseung, Jungwon, Niki, dan Jake.  Ah ada satu lagi, Haruto.

Jungwon mendekati Sunoo, kemudian memeluknya. Mendorong Doyoung dan Jeongwoo yang menutupi Sunoo.

"Maaf, maafin gue. Gue jahat sama lu. Maaf, rasa sayang gue beneran kok. Gue sayang sama lu, walau dulu sayang sama benci. Sekarang sayang banget. Nikah yuk!"

CHAOTICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang