35

869 113 27
                                        

Sunoo mendongak kala Jay berdiri di depannya sembari mengulurkan sebotol air mineral. Menerima botol yang sudah di buka tutupnya itu sembari mengucapkan terima kasih.

"Lu gapapa?" Tanya Jay setelah keheningan cukup lama menyelimuti mereka.

Sunoo menaruh botol yang sendari tadi di pegangnya di tengah mereka. Matanya memerhatikan danau yang kini ada di depannya.

"Entah."

Jawaban singkat yang Jay sendiri tak mengerti artinya. Jay ikut memerhatikan danau di depannya.

"Maaf..." Ucap Jay pelan, entah sejak kapan ia menunduk.

Sunoo menoleh, menatapnya dengan tanda tanya. Jay menghela nafas panjang, kemudian merogoh saku celananya. Melepas case ponselnya dan mengambil selembar foto, foto yang seharusnya tak ia simpan.

"Waktu lu sakit, gue dengan lancang masuk ke kamar lu. Dan nyuri foto ini."

Sunoo mengambil foto yang Jay berikan. Kemudian tersenyum miris.

Meremas foto itu hingga tak berbentuk kemudian membuangnya ke tempat sampah yang berada tak jauh darinya.

Jay melihat itu dengan speechless, tentunya ia tak menyangka bahwa Sunoo akan melalukan hal itu.

"Makasih." Kata Sunoo

"Untuk apa?"

"Gue udah lama mau buang foto itu. Bahkan gue nggak sadar foto itu hilang. Udah nggak penting lagi."

"Tapi gue lancang masuk ke kamar lu, bahkan baca beberapa dokumen lu. Gue tau banyak hal dari itu." Jay perlahan menunduk, ada perasaan lega namun juga takut.

Sunoo terkekeh, "Gapapa Jay. Lagian itu udah berlalu. Fakta yang lu ketahui juga semua orang pasti udah tahu sekarang. Lu masuk ke kamar gue juga nggak mungkin nyuri barang berharga. Lu kaya 15 turunan Jay."

"Tapi gue nyuri foto itu."

"Itu nggak termasuk dalam barang berharga menurut gue." Ucap Sunoo sembari tersenyum ke arah Jay.

Jay tanpa sadar tersenyum. Mereka berdua memilih menikmati keindahan danau di depan mereka.

"Ada satu hal masih gue simpen sampai sekarang."

Sunoo menoleh, "Apa?"

"Apa hubungan lu sama pemilik perusahaan yang jadiin Wonyoung sebagai model mereka?"

Sunoo terdiam. Wajahnya tanpa ekspresi, membuat Jay di selubungi rasa bersalah. Sepertinya dia membawa topik sensitif.

Sunoo menatap Jay, "Gue anak mereka dan selamat, gue bakal jadi suami Park Sunghoon, temen lu."

"APA?!"

🕛🕛🕛🕛🕛🕛

Doyoung menatap sinis Sunghoon, kemudian berdecih. "Terus? Lu pikir dengan nyamperin gue di kantor pada jam makan siang dimana gue seharusnya sekarang menikmati ayam geprek bakal buat Sunoo tiba-tiba muncul gitu?"

Sunghoon menunduk, benar-benar seperti anak yang sedang di marahi oleh orang tuanya. Terlebih, Doyoung berkacak pinggang sembari menatapnya tajam.

"Gue udah nyoba ngehubungin Sunoo maupun Jay tapi dua-duanya nggak aktif."

Doyoung memijat pelipisnya, "Terus lu mau gue ngapain? Park Sunghoon?"

Sunghoon diam di tempatnya, mulutnya tertutup rapat.

Doyoung menghela nafas kasar. "Untung lu ketemu gue, coba kalo Jeongwoo. Di jadiin ayam geprek lu!"

"Ada apa?"

CHAOTICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang