Sunoo terdiam di dalam kamarnya. Apa ini jalan yang benar? Ia sendiri tak tau apa yang harus di lakukan sekarang.
Sunoo terkekeh kala melihat wajah bersalah yang menatapnya siang tadi.
Wajah-wajah yang dulu ia harapkan ketika ia berada di titik terendah.
Wajah-wajah yang ia harapkan menariknya untuk bangkit dari dirinya yang berada di ujung jurang.
"Nikah sama Park Sunghoon ya? Emang gue bisa menjalani pernikahan tanpa cinta ini? Emang gue ngerasa suka sama Sunghoon? Dia Sunghoon yang tentunya beda dari yang gue bayangkan. Dia bukan Sunghoon si villain. Dia juga bukan Sunghoon yang amat sangat mencintai gue. Dan dia juga bukan Sunghoon yang gue harapkan."
Sunoo yang awalnya terlentang di kasur sembari menatap langit-langit itu bangkit. Ia memilih berdiri dan keluar kamar.
Setelah pertemuan tadi, orang tuanya mengantarnya kembali ke apartemennya.
"Loh Noo? Belum tidur? Ini udah malam loh, udah hampir jam 1." Ucap Doyoung yang masih terjaga dengan laptop menyala di depannya.
Sunoo menggeleng,kemudian duduk di sebelah Doyoung. Menjadikan pundak Doyoung sebagai bantal dadakannya.
"Lancarkan tadi? Terus kenapa sekarang lu lemes banget gini?"
Sunoo memejamkan matanya, ia juga bingung. Padahal ia yakin dengan keputusannya tadi. Namun kenapa sekarang ia jadi bingung sendiri?
"Gimana kalo entar Sunghoon ngecewain gue kayak Travis, Doy?" Ujar Sunoo pelan. Ada kegelisahan yang dapat Doyoung rasakan.
Doyoung mengambil tangan Sunoo dan mengelusnya pelan. Menenangkan si pemilik tangan yang tampak gelisah.
"Mereka dua orang yang berbeda Noo"
"Gue tahu. Tapi gue takut. Bahkan Haruto bisa menjalin hubungan tanpa rasa cinta sama gue selama itu. Gimana kalo pada akhirnya Sunghoon menyesal nikah sama gue Doy? Gimana kalo gue balik lagi kayak dulu? Gimana kalo ... Kalo..." Dada Sunoo mulai sesak, tiba-tiba ia menangis dan Doyoung segera memeluknya.
"Kim Sunoo, tenang... Tenang... Yang ngejalanin ini semuanya lu Noo. Yang tau apa yang harus lu lakuin ya diri lu sendiri. Buat Sunghoon jatuh cinta. Buat Sunghoon lupa sama cintanya ke orang lain. Dan buat Sunghoon beda dengan Travis. Buat Sunghoon bertahan dalam hubungan kalian apapun yang terjadi."
"Tapi kalo Sunghoonnya Nggak mau gimana?"
"Goda dan Nikahin bapaknya!"
Sunoo mencubit perut Doyoung. Membuat Doyoung melepas pelukan mereka.
"Ya gimana dong? Udah nggak usah di pikirin. Gue maupun Jeongwoo nggak akan lagi ninggalin lu kayak dulu. Kalau Sunghoon berani macem-macem. Kita bikin jadi tempe bacem!!"
Sunoo tertawa dan mengangguk, menghapus air matanya dan kembali masuk ke kamar setelah memeluk Doyoung singkat dan mengucapkan selamat malam.
Sementara itu, setelah Sunoo masuk ke kamar. Doyoung mengambil ponselnya, dimana ponsel itu terhubung dengan Jeongwoo.
Dari tadi mereka melakukan panggilan suara. Dan tentunya Jeongwoo dapat mendengar percakapan mereka.
"Kita harus jaga Sunoo."
🕛🕛🕛🕛🕛
Sunghoon tersenyum lebar kala melihat Sunoo yang kini sibuk dengan layar di depannya. Memeriksa kembali pesanannya.
"10 vanila latte, satu black forest, dan 1 strawberry milkshake ya?"
"Iya."
Setelah menerima kartu yang telah digesek untuk pembayaran itu, Sunghoon masih berdiri diam didepan kasir.
