Sunoo mengekori Sunghoon sejak tadi. Dengan perasaan ragu, Sunghoon menoleh ke belakang.
Sunoo melihatnya dengan muka melas membuat hati kecil Sunghoon terketuk.
Sunghoon menekan kode sandi pintunya. Membuka pintu apartemennya dan meminta Sunoo untuk masuk.
Sebenarnya tadi Sunoo ingin mengajak Sunghoon ke apartemennya, namun mengingat bahwa Doyoung sudah pindah bersamanya Sunoo membatalkan ajakannya.
Sunghoon justru mengajaknya ke apartemennya. Tak disangka Sunoo setuju, padahal niat Sunghoon hanya sekadar basa basi.
Sunoo duduk di sofa single dimana di depannya adalah dapur mini milik Sunghoon. Bisa dilihat tak banyak alat masak.
Namun melihat sebuah kresek besar yang di pegang Sunghoon tadi, Sunoo bisa menebak bahwa lemari besar samping lemari es adalah tempat dimana aneka mie instan itu di letakan.
"Kenapa engga belanja di supermarketnya Jay?" Tanya Sunoo memecah keheningan
Sunghoon yang sibuk mengisi air ke panci menoleh, "Gue dilarang datang kesana sama Jay."
"Loh? kenapa?"
"Soalnya kalo datang gue ngeborong mie. Dia takut gue sakit, kebanyakan makan mie."
Sunoo menatap Sunghoon datar. Jujur ia tak tau harus berekspresi bagaimana. Mau memberikan nasihat tapi ia tak jauh berbeda dengan Sunghoon.
Untungnya Sunghoon sibuk dengan agenda memasak mienya jadi Sunoo tak perlu membalas perkataan Sunghoon lebih lanjut.
Sunoo melihat ke semua penjuru ruangan. Hanya ada satu bingkai foto agak besar yang tertempel di dinding. Di dalam foto itu terdapat banyak orang.
Jelas terlihat dua orang berdiri di tengah menggunakan pakaian pernikahan dan yang lain adalah tamu undangan.
Sunghoon adalah salah satu tamu undangan itu.
Kenapa ia memajang foto pernikahan orang lain di apartemennya? Apakah Sunghoon memang belum melupakan Wonyoung?
Sunoo berdiri kemudian kembali menatap foto itu. Matanya menangkap pasangan yang tampak bahagia yang posisinya berada paling pojok di foto itu.
Melihat tanggal di pojok kiri foto itu, entah kenapa Sunoo merasakan hatinya teriris.
Tanggal itu adalah 6 bulan setelah ia di vonis tumor dan beberapa bulan setelah ia operasi.
Dimana saat-saat itu ia sedang masa pemulihan dan mengharapkan seseorang berada disisinya.
Namun ternyata orang yang ia harapkan, memilih bahagia bersama orang lain.
Setelah memasukan mie, Sunghoon menyusul Sunoo. Ia berdiri di sebelah Sunoo. Berbeda dengan Sunoo yang menatap ke pojok, Sunghoon justru menatap ke tengah.
"Mereka tampak bahagia." Ujar Sunghoon pelan dengan senyum sendu.
"Bahkan ketika mereka tidak di takdirkan bersama kita." Ujar Sunoo yang kini saling menatap dengan Sunghoon.
Mata keduanya tampak berkaca-kaca. Ada rasa kecewa yang tak tergambarkan beserta luka yang kembali terbuka.
.
🕛🕛🕛🕛🕛🕛
Doyoung dan Jeongwoo tampak kusut. Keduanya berdiri di depan cafe milik Junkyu.
"Kamu udah telepon dia lagi?"
Doyoung menunjukan ponselnya, dimana panggilan keluar ke telepon Sunoo semuanya berakhir sia-sia, tak terjawab.
