Bagaimana kalau pernikahan yang di rencanakan oleh dua keluarga dengan matang itu batal tepat sehari sebelum pernikahan dilaksanakan?
Bagaimana kalau kepercayaan yang di bangun selama 30 hari itu nyatanya hancur begitu saja?
Bagaimana kalau semua janji yang terucap memang tak pernah bisa di pegang?
Bagaimana kalau luka yang tertutup itu kini mendapatkan goresan yang jauh lebih dalam lagi?
Bagaimana??
Sunoo menutup kelopak matanya, perlahan air mata jatuh mengenai pipinya. Tangannya menggenggam erat cincin yang dulu di pakaian oleh Sunghoon.
Cincin pertunangan mereka.
Dadanya sesak, kepalanya seakan di hantam dengan keras dan kini tubuhnya melemah.
Perasaan berbunga yang ia rasakan akhir-akhir ini bagai sebuah peringatan bahwa akan datang hari ini, dimana ia akan menangis dan terluka lagi.
Sunoo berteriak tanpa suara, air mata yang tidak dapat ia tahan itu terus mengalir deras. Tangannya semakin menguatkan genggaman. Dadanya naik turun, sesak.
"Kenapa...." Lirihnya
Doyoung, Jeongwoo, Junkyu, bahkan Haruto berdiam diri di tempat mereka. Tak berani mendekat, Isak tangis Sunoo membuat mereka lemah.
Mereka membiarkan Sunoo mengeluarkan tangis kencangnya. Sementara di sana, mereka menemani.
Di ruang tamu keluarga Kim, kini hanya terdengar suara isakan yang tak kunjung mereda.
Suara itu begitu menyayat hati. Bagaikan pisau yang kini menusuk langsung ke hati mereka, tanpa henti.
Sunoo yang kini terduduk lemas sembari menyandarkan dirinya pada tembok itu perlahan menghentikan tangisnya.
Genggaman tangannya melemah, hingga cincin yang tadi ia genggam erat kini jantuh menggelinding ke bawah sofa.
Tubuhnya ambruk, dan pada akhirnya Sunoo kehilangan kesadarannya.
"SUNOO!!!" Seru Doyoung dan Junkyu bersamaan dengan Sunoo yang kini terbaring lemah di lantai.
Mereka segera membawa Sunoo ke rumah sakit. Demi apapun, mereka ketakutan. Mereka tak mau Sunoo kembali seperti dulu lagi.
Dalam hati mereka ingin Sunoo segera sadar, namun mereka juga takut akan apa yang mereka lihat apabila Sunoo sadar nantinya.
Bagaimana kalau Sunoo kembali seperti dulu lagi?
*****
"Hai Sunoo!!!"
Sunoo menoleh, seseorang yang sudah lama tak di lihatnya kini berdiri tepat di depannya.
Dengan senyum yang dulu selalu menemani hari buruknya.
"Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kau merindukanku?"
Sunoo masih dalam kondisi terkejut. Kenapa kini Taki berdiri di depannya?
Sunoo menatap sekitarnya. Pantai?
Sunoo membulatkan matanya, ini adalah pantai saat dulu ia di temukan pingsan.
"Kenapa kau tampak terkejut? Apa kau mengingat sesuatu?"
Taki maju selangkah, yang otomatis membuat Sunoo mundur selangkah pula.
Taki menatap Sunoo sendu, "Kau tak mau lagi berteman denganku?"
Sunoo menatap Taki, seolah ada sebuah kemauan kecil dalam hatinya. Ia ingin berbicara dengan Taki lagi, bercanda atau sekedar berjalan bersama.
Tapi Sunoo juga sadar, ini adalah imajinasinya. Dalam kehidupan nyata nya, banyak yang menunggunya.
