26 : Trauma Masa Kecil

433 32 2
                                        

ー Saran dan kritik diperbolehkan dengan syarat gunakan bahasa yang sopan.

ー Tidak ada karya yang sempurna, tetapi setidaknya kita mau berusaha mencoba agar lebih baik🌷✨

ー  Happy enjoy it!








◥◤◥◤◥◤









Pradipta, Linda, Harsa juga Naren sedang berada di luar rumah, sebagai tuan rumah, tentu saja mereka harus mengantar para kerabat yang sudah ingin pulang.

"Pulang malam ini juga, Ga? Gak mau nginep dulu gitu?" tanya Pradipta.

Dirga menggeleng, pria itu terkekeh. "Waduh, masa iya kita semua nginep di sini?" Dirga memainkan alisnyaーnaik turun, berniat menggoda Pradipta.

Sementara orang yang digoda malah merotasikan bola matanya. "Saya tarik tawaran tadi. Ada baiknya kamu segera pulang!" Pradipta merasa sedikit kesal, namun respon Dirga yang hanya tertawa malah membuat Pradipta semakin jengah dengan pria itu.

Beberapa mobil satu persatu mulai meninggalkan pekarangan rumah Pradipta, saat semua mobil itu sudah pergi, Pradipta mengajak keluarga barunya untuk masuk ke dalam rumah.

"Sa, kamar kamu ada di lantai dua, di samping kamar Naren. Dan Naren, antar Arsa ke kamarnya," ucap Pradipta.

Naren dan Harsa mengangguk patuh, keduanya kemudian mulai menaiki anak tangga untuk sampai ke lantai dua.

"Ini kamar ka-mu, kalau ada apa-apa bi-sa ketuk aja kamar a-ku." Naren sedikit merasa canggung berbicara dengan Harsa.

Harsa hanya diam, tatapan matanya seolah menunjukkan ia tak peduli pada penjelasan Naren. Lalu Harsa membuka pintu kamar tersebut, ia masuk ke dalam dan langsung menutup pintu kamar; meninggalkan Naren yang masih berdiri di tempat.

Naren bergeming, matanya masih menatap pintu kamar Arsa. Isi kepalanya berpikir apakah ia sanggup satu atap bersama orang yang ia paling hindari?

Kemudian, kaki Naren bergerak; melangkah menuju ke kamarnya.

Setelah mandi sejenak dan mengganti pakaian, Naren terduduk di pinggiran kasur, tangannya meraih ponsel yang berada di atas nakas. Saat layar menyala, satu pesan masuk dari nomor tak di kenal.

 Saat layar menyala, satu pesan masuk dari nomor tak di kenal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Naren membuka pesan tersebut untuk ia balas.

Naren membuka pesan tersebut untuk ia balas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Why Me? || Zhong ChenleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang