ー Saran dan kritik diperbolehykan dengan syarat gunakan bahasa yang sopan.
ー Tidak ada karya yang sempurna, tetapi setidaknya kita mau berusaha mencoba agar lebih baik🌷✨
ー Happy enjoy it!
◥◤◥◤◥◤
Keesokan paginya, Kalandra sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Al, bahkan tempat tidur yang berada di dalam kamar milik adik sepupunya itu masih rapi, seakan belum ada jejak seseorang pernah tidur di sana. Tidak biasa-biasanya Al seperti ini, Kalandra tahu betul seperti apa Al. Meski Al terkesan nakal dan tidak tahu aturan, namun laki-laki itu akan berpamitan lebih dulu pada Kalandra jika hendak pergi.
Hati Kalandra tak tenang, ia sudah mencoba menghubungi nomor Al beberapa kali, tapi tak ada jawaban dari sang pemilik ponsel.
"Al, lo pergi kemana, sih? Kalau mau main seenggaknya izin dulu sama gue!" kata Kalandra. Kemudian, laki-laki itu mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja, dengan langkah lebar Kalandra keluar dari dalam rumah dan langsung masuk ke dalam mobil.
Tujuannya saat ini adalah pergi ke rumah orang tua Al, takut-takut adik sepupunya itu pulang ke rumah orang tuanya. "Kalau sampai lo benar pulang ke sana, gue gak tahu cara apalagi biar om sama tante ngizinin gue bawa lo pulang ke rumah gue lagi, Al..." gumam Kalandra. Tangannya mencengkram erat kemudi stir, penglihatan laki-laki itu lurusーmenatap jalanan beraspal yang banyak dilintasi oleh beberapa kendaraan.
Beberapa saat kemudian, mobil Kalandra berhenti di depan pintu gerbang besar yang mengelilingi rumah mewah milik orang tua Al. Kalandra menyembulkan kepalanya dari balik kaca mobil yang diturunkan.
"Pak satpam, tolong bukain pintunya!" cetus Kalandra, pada satpam yang sedang berjaga di balik pintu gerbang.
Satpam itu mengangguk, kemudian mulai membukakan pintu gerbang tersebut dan mempersilakan mobil Kalandra masuk. Namun, sebelum mobil Kalandra benar-benar masuk ke dalam halaman rumah, Kalandra mengajukan satu pertanyaan untuk sang satpam.
"Pak, tadi malam Al pulang ke sini, kan?"
Satpam itu mengangguk. "Iya, Mas. Tadi malam sekitar jam dua belasan den Al pulang di suruh sama bapak," jawabnya.
"Oh, kalau gitu saya masuk dulu, ya, Pak." Kalandra kembali menjalankan mobilnya. Hingga mobil itu berhenti tempat di samping mobil milik Fella, mama Al.
Laki-laki itu buru-buru keluar dari dalam mobil, namun saat ia hendak masuk ke dalam rumah, Kalandra dicegat oleh dua orang bodyguard bertubuh besar.
"Mas Alan tidak diizinkan masuk ke dalam rumah, ini perintah dari bapak, tolong kerjasamanya!" kata salah satu bodyguard tersebut.
"Minggir! Gue cuma mau ketemu sama Al, bukan sama om Frederick!" Kalandra merasa geram.
"Tapi ini perintah dari bapak, tolong kerjasamanya!"
"GUE BILANG GUE CUMA MAU KETEMU SAMA AL, ADIK GUE!" Emosi Kalandra semakin memuncak, sampai-sampai ia tak segan untuk berteriak di depan wajah kedua bodyguard itu.
Teriakkan Kalandra membuat Fella terganggu, wanita dengan pakaian glamour itu menghampiri Kalandra setelah menyelesaikan kegiatan tea time-nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Me? || Zhong Chenle
Ficção Adolescente(BROTHERSHIP + FAMILY) Jika mendengar kata rumah, apa yang langsung terlintas dipikiran? Mungkin orang akan berkata; itu seperti sebuah bangunan hangat, yang setiap kita datang membuka pintu, akan selalu ada orang-orang yang menyambut kita dengan s...
