Bab 8

42.4K 950 7
                                        

Brummm

Zander menghentikan motornya tepat di depan gerbang sekolah adik kecilnya. SD Bunda Maria, adalah sekolahan milik keluarga Sanjaya, itu keluarga Cakra. Nama Bunda Maria sendiri dipilih karena untuk mengenang nenek Cakra yang sudah meninggal dua belas tahun yang lalu. Namanya Maria.

Zander memilih sekolah ini karena akan gampang baginya mengawasi perkembangan tumbuh Lilly. Asal kalian tahu, semua kebutuhan Lilly dan bahkan asupan gizinya pun Zander yang mengatur. Zander tidak mau Lilly merasa kurang apapun. Ia akan memberikan segalanya untuk adik kecilnya itu. Begitu besar cinta Zander kepada Lilly, Zander sangat menyayangi nya.

"Ishh, Kakak. Aku gak mau naik motor ini lagi. Pokoknya gak mau!!" Lilly turun dari motor dengan sangat kesal pada kakaknya itu.

"Memangnya kenapa dengan motor kakak?"

"Tinggi kak. Susah naik turunnya."

"Kan kakak bantuin, sayangku."

"Gak mau!! Kenapa sih kakak gak pake motor bebek aja. Kan enak, Lilly bisa duduk di depan."

Zander tersenyum gemas sambil mengacak-acak rambut lebat Lilly.

Hahaha, bayangkan saja. Zander yang notabenya sebagai wakil ketua dari geng motor terkenal ANTEROS, menyusuri jalanan kota dengan menggunakan motor bebek.

Apalah kata musuh yang melihatnya nanti.

"Lain kali kita pakai mobil saja ya."

"Terserah kakak. Pokoknya aku gak mau naik motor ini lagi."

"Iya-iya, ya udah sana masuk. Nanti telat."

"Siapp kapten. Kakak hati-hati yang di jalan. Jangan ngebut."

"Iya, sayangku. Sini cium dulu."

"Muchh, bye-bye kakak."

••••

Sera dan kedua temannya menatap aneh Aika yang berbalut kan pakaian super duper tebal seperti kepompong. Memang sih hawanya sekarang agak dingin karena musim hujan, tapi suhunya masih normal lah, tidak dingin juga tidak panas.

Tapi entah kenapa Aika malah seperti sedang tinggal di benua Atlantik.

"Hei, lo gak papa?" Tanya Bella.

"G-gue gak papa kok." Jawab Aika sambil mengigil.

"Gak papa apanya? Lo mengigil bodo." Sahut Karla gemas, jelas-jelas gadis itu tidak baik-baik saja.

"It's oke, it's oke. Gue gak papa, cuman agak dingin, hacihhhh."

"Kayaknya lo masih sakit deh. Ngapain maksa masuk sih kalo lagi sakit." Celentuk Sera menempelkan punggung tangannya ke dahi Aika.

"Tuh kan, masih panas badan lo."

Kemarin Aika izin tidak masuk sekolah, karena selepas kejadian bersama Zander kemarin, tiba-tiba Aika demam. Tubuhnya sangat panas.

Pria itu tentunya tak tahu, karena demamnya terjadi waktu sudah di rumah. Untuk apa juga pria itu perlu tahu.

"Gue gak papa kok. Gue baik-baik aja."

"Mending lo istirahat aja deh di UKS. Gue takut lo gak kuat terus pingsan ntar." Bella tampak khawatir.

"Gak ah, gue kemarin udah gak masuk. Nanti ketinggalan pelajaran. Gue kan murid baru disini, gue takut nanti kalo nilai gue turun beasiswa gue ntar di cabut."

"Ya udah deh, terserah lo tapi nanti kalo lo gak kuat bilang ke kita ya." Kata Karla hanya diangguki Aika.

Mereka saat ini sedang di kantin karena jam istirahat.

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang