"Diam disini seperti pengecut atau keluar dan tuntas."
Zander keluar dari ruang kerja ayahnya dengan emosi berapi-api akan tekad. Setiap langkah nya pasti seolah tak bisa di bantah.
Max menghela nafas panjang dan menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi kerja. Ia memijit pangkal hidung tampak sangat lelah menghadapi bocah itu.
Namun, Zander adalah duplikat nya. Sangat keras kepala dan tidak bisa di larang jika mempunyai tekad.
Baru saja, Max memberitahukan bahwa Satori akan tiba dalam waktu dekat, entah besok atau sekarang, kemungkinan itu bisa terjadi. Pasukan yang di kirimkan Satori sudah menyebar di area perbatasan, terlebih lagi dua mata matanya berhasil menerobos sampai ke ibu kota.
Max sudah memperingati Zander untuk diam dan tak salah ambil langkah. Max ingin Zander diam saja di rumah dan tak keluar sedikit pun, karena Max sendiri yang akan membereskan masalah ini.
Karena taruhannya bukanlah nyawa Zander saja.
Tapi keluarga kecilnya juga ikut terseret karena keserakahan pria tua itu.
"Bocah liar." Gumam Max melihat dari jendela, Zander pergi mengendarai motornya keluar dari pekarangan rumah.
Max tak bisa berbuat banyak untuk mencegah bocah itu pergi.
••••
"Dua orang ini adalah tersangkanya."
Alis Zander mengerut melihat dua sandra yang menjadi mata-mata kiriman Satori.
Ternyata di luar dugaan. Dua orang yang membully Aika kemarin adalah kiriman Satori.
Mita dan Cia.
Kedua wanita itu mati. Bukan karena sisksaan bawahan Zander semalam, tapi karena kedok mereka terbongkar dan bunuh diri dengan mengigit lidah mereka sendiri.
"Bagaimana lo bisa yakin kalo mereka anak buah Satori?"
"Kita menemukan ini di dalam leher mereka?" Salvero menunjukan chip yang sangat kecil seukuran biji jagung.
Chip itu ditemukan oleh anak buat Zander ketika hendak membotak kepala Mita dan Cia. Chip itu tersimpan di balik kulit leher.
Saat memegang leher pemukaan keduanya bawahan Zander merasa ada yang janggal. Saat itu juga Mita dan Cia memberontak melakukan perlawanan yang sangat gesit. Kaki dan tangan yang terikat kuat dengan mudah dapat terlepas. Dari cara mereka bergerak, bawahan Zander yakin teknik yang mereka gunakan bukan lah teknik yang bisa di gunakan oleh orang biasa apalagi di lakukan oleh siswa SMA. Sangat mustahil.
Saat itulah bawahan Zander menyadari sesuatu.....
.....Jika kedua gadis ini bukanlah orang sembarangan.
"Mereka memang mata-mata kelas atas. Tapi, untung saja bawahanmu lebih hebat dari dua orang itu." Ucap Salvero.
"Tapi sayang, dua orang ini bunuh diri tanpa sempat kita korek informasinya lebih dalam." Lanjutnya.
Zander mengambil chip itu dari tangan Salvero, "lo udah periksa isi chip ini?"
Salvero menggeleng, "gua cuman periksa luarnya."
"WTO?" Alis Zander mengerut kala membaca tulisan kecil yang ada di Chip tersebut. Zander mengingat organisasi kecil yang dulunya sempat Kenzo dan yang lainnya temukan di gua yang misterius.
"Lebih baik lo periksa isi Chip itu." Thea datang sembari membawa laptop canggihnya.
Zander memberikan chip itu ke Thea untuk di periksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romance[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
