Gue info in ya. Mulai pertengahan sampai akhir bab ini akan berbau-bau (18++) buat kalian yang gak nyaman silakan skip aja ya.
Dan gue mewanti-wanti bgt, yang belum cukup umur jangan buwacaaaaa!!! Ngeyel gue sentil ya ginjalnya.
Sesuai keinginan ketiga gadis tadi Zander membawa mereka ke apartemennya. Sangking semangatnya mereka mencegat Zander dikelas didepan kelas. Sebenarnya tadi hanya ingin bertanya alama saja tapi Zander malah dengan berbaik hati mengantarkan mereka sampai dalam apartemennya. Ternyata pria itu juga hendak pulang tak ingin kemana-mana.
Sekarang disinilah mereka di apartemen Zander, di ruang tengah tempat biasanya Zander dan teman temannya mengumpul.
Zander hanya bermaksud membawa ketiga gadis itu saja, tapi entah kenapa para kacung-kacungnya juga ikut.
Ruangan yang harusnya longgar menjadi penuh dan ramai. Zander melayangkan tatapan malas ke arah teman-temannya, ternyata tanpa sepengetahuan Zander mereka mengikutinya dari belakang.
"Gue cuman ngajak mereka, ngapain lo pada ikut kesini," dengusnya.
"Kita kan juga pengen tau kabar Aika ye kan,"ucap Cakra meminta dukungan dari yang lain. "Lo gak papa kan Aika? Gak ada yang parah kan?"
Aika tersemyum menanggapi, "gue gak papa kok kak. Cuman lecet doang, paling beberapa hari udah sembuh."
"Owhh, syukur deh. Ternyata gak parah ya, tapi ada yang khawatir banget tuh," ucap Cakra sambil memandang Zander.
"Caper!"
Aika menatap Cakra bertanya-tanya, "iya kah? Siapa, Kak?"
"Ya si ono lah." Tunjuknya dengan dagu ke arah Zander.
"Kalo dia sakit gimana dia ngelayanin gue peak. Dia babu gue." Dustanya, dan semua orang tahu itu tapi Zander selalu main kabur-kaburan.
"Siap deh, siapp. Awas nelen ludah sendiri loh ya."
Mereka semua terkekeh. Bella yang ada disamping Aika bertanya kepadanya, mengutarakan semua kebingungannya dan kedua temannya.
"Lo kok bisa tinggal disini?"
Aika menoleh, ia lupa jika teman-temannya tidak tahu alasannya tinggal disini. Sepertinya ia harus jujur dan mengatakan semuanya. Ia tidak bisa menyembunyikan hal ini lebih lama lagi karena pada akhrinya mereka akan tahu.
Aika mulai menceritakan dari awal, mulai awal kejadian yang ada dirumahnya sampai ia bisa berada disini. Ketiga gadis itu terkejut setelah mendengar kejadian yang menimpa Aika yang hampir dilecehkan oleh orang asing yang mengincar Zander, mereka saling berpelukan menguatkan Aika.
"Kenapa lo gak bilang dari dulu sih? Kita kan bisa bantu lo untuk tinggal di rumah gue atau yang lain. Dari pada disini kan, sama aja lu keluar dari kandang buaya masuk ke kandang gorila." Ucap Sera pelan di akhir kalimat.
Aika terkekeh, tak salah juga sih perkataan Sera, tapi tinggal bersama Zander tak seburuk itu kok. Ia jadi tahu karakter lain dari pria itu selain sikap menyebalkannya. Ternyata orang yang tampilannya tampak tak bisa di robohkan bisa tumbang juga jika menyangkut keselamatan orang tercintanya.
Orang yang sok kuat dan tak butuh orang lain dihidupnya adalah orang yang paling membutuhkan kasih sayang.
"Kalo gitu gue malah ngerepotin kalian dong."
"Kita malah seneng lo repotin, kita kan temen."
"Kalo ada apa-apa cerita ya. Gue gak mau salah satu dari kita ada yang kesusahan."
"Walaupun kita belum kenal lama, tapi gue udah anggap lo kayak keluarga gue sendiri kok."
"Iya, kita semua keluarga."
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romansa[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
