Aika keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badan akibat terkena muntahan Zander. Ia mendengus kesal karena muntahan Zander sangat bau dan menjijikan.
Astaga, entah berapa botol yang orang itu minum sampai sebanyak itu.
Sebelum mandi ia tadi sempat membantu Zander masuk kedalam kamar mandi, Aika menyuruh nya untuk membersihkan diri. Lalu Aika membersihkan kekacauan yang pria itu lakukan di ruang tengah.
Setelah itu ia baru mandi.
Sebenarnya Aika sangat lelah hari ini, cafe tadi sangat ramai. Mau duduk saja rasanya tak sempat karena banyak sekali pelanggan berdatangan. Padahal hari ini hari pertamanya bekerja, tapi untunglah Aika bekerja dengan sangat baik tanpa membuat kesalahan.
Aika ingin segara tidur, piyama dengan celana pendek di atas lutut dan atasan tanpa lengan sudah melekat di tubuhnya dan bersiap untuk masuk kedalam mimpi.
Namun, niatnya itu ia urungkan karena mengingat tadi ia meninggalkan Zander di dalam kamar mandi.
"Kak Zander udah selesai belum ya?" Gunamnya.
Ia memutuskan keluar kamar dan melihat kamar mandi luar yang Zander tadi gunakan.
Ternyata kosong, tak ada orang. Berarti Zander sudah selesai mandi.
Aika menghela nafas lega. Seperti pria itu sudah masuk kedalam kamarnya yang tepat disamping kamar Aika.
Aika kemudian memutuskan untuk masuk kedalam kamar juga dan langsung tidur.
Tapi saat kakinya akan melangkah, tiba-tiba sebuah tangan menarik tubuhnya dan membawa masuk kedalam kamar di sebelahnya.
Kamar Zander.
Pintu di tutup sangat cepat dan tubuhnya pojokkan ke pintu.
Tubuh Aika menegang, dan mata yang membola kaget, melihat si pelaku yang ternyata adalah Zander.
"Apa-apaan sih kak? Lo ngapain bawa gue ke kamar lo." Ucap Aika memalingkan wajahnya ke samping, tak berani memandang Zander yang tampak sangat menyeramkan.
Seperti yang kita tahu, Zander baru saja selesai mandi, rambutnya masih basah dan hanya mengenakan handuk untuk melindungi sesuatu dibawah.
"L-lepas!! Gue mau ke kamar." Aika mencoba mendorong tubuh Zander yang sedang merengkuhnya, tapi perbandingan kekuatan Aika dan Zander sangat jauh berbeda.
Tentu saja Aika tak sekuat itu.
"Mau kemana?"
"Ke kamar gue."
"Ngapain?"
Kedua alis Aika menukik tak suka, "ya, tidur lah."
"Tidur disini."
"Apa??"
"Budek lo?"
"Ngapain gue tidur disini? Gue mau tidur di kamar gue sendiri!"
Tak di sangka Zander semakin mendekatkan tubuhnya membuat Aika semakin membrinsut.
"Minggir kak!!" Aika mendorong dada Zander menciptakan jarak diantara mereka.
Zander tersenyum miring melihat Aika memjamkam mata dengan tangan menahan dadanya.
"Gak mau."
Aika sedikit membuka matanya, melihat Zander yang tampak segar nan bugar membuat Aika curiga.
"Lo udah gak mabuk?"
Zander menaikkan sebelah alisnya mengejek, "siapa yang mabuk?"
"Jadi lo bohongin gue?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romance[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
