"Bisa cepat gak? Lelet banget kerjanya!"
Entah sudah ke seberapa kali Aika mengumpati lelaki kekar yang asik berteduh di bawah pohon yang rindang nan sejuk. Sedangkan Aika sejak tadi panas-panasan dibawah jahatnya terik matahari sambil menyapu dedaunan kering di taman sekolah yang luasnya bak lapangan golf ini.
Kenapa bisa Aika berada disini sekarang?
Padahal ia harusnya sudah pulang ke rumah karena jam pulang di percepatan akibat para guru yang ada rapat besar dengan pimpinan.
Seharusnya Aika sudah sampai rumah bercubu dengan guling dan kasurnya.
Tapi semua itu hanyalah angan belaka. Ia malah bersama dengan pria gorila yang sering mengganggu nya akhir-akhir ini.
Ingat, sekarang ada tugas pertama Aika menjadi pelayan Zander, yaitu membersihkan seluruh area sekolah.
"Buat apa sih kak bersih-bersih seluruh area sekolah, kan udah ada tukang kebonnya. Untungnya buat kakak juga apa sih?!" Dengus Aika kesal sekali.
"Lo lupa sekolah ini milik siapa?"
Aika yang memang dasarnya tidak tahu, menggelengkan kepala.
"Ck, bodoh. Masa lo gak tahu yang ngasi beasiswa ke lo."
"Owhh, Pak Maximillian Argantara?"
"Itu lo tahu dia."
"Ya terus apa hubungannya sama kakak?"
"Lo bodoh atau emang gak tahu sih. Dia bokap gue."
"Najis." Lanjut Zander dalam batin. Dia tampak tak rela menyebut Max sebagai ayahnya.
Aika membelalakan matanya. Fakta ini sungguh membuatnya terkejut. Jadi dia sekarang sedang menjadi bawahan anak pemilik sekolah ini?
Hahaha, salah sedikit bisa melayang beasiswa nya.
Kejam sekali takdir Tuhan ini.
"Jadi gue gak mau ada sampah sedikit pun yang mengotori sekolahan gue."
"Iya kak, ini sampah yang terakhir kok." Aika membuang sampah dedaunan yang ia sapu tadi kedalam tong sampah.
"Kenapa sih orang modelan kayak preman pasar gini harus punya segalanya."
"Kesini lo!!"
Dengan malas Aika mendekati Zander.
"Duduk!!"
Aika hanya menurut saja. Ia duduk disamping Zander dan bersender pada pohon besar di belakangnya.
Sejuk Aika rasakan, oksigen yang mengalir dari pohon rindang ini meredakan tubuh dari terik panas matahari.
Cklekk
Aika menoleh ketika mendengar tutup botol di buka. Ternyata Zander membuka soda cola-cola dingin yang sangat menggugah tenggorokan.
Aika menelan ludahnya susah payah, ia haus sekali, tenggorokannya kering kerontang bagai gurun sahara.
"Lo mau?" Tawarnya, menyondorkan minuman bersoda itu pada Aika.
Diluar nalar memang, tapi sungguh Zander berbaik hati sekali menawarkan minuman itu untuk Aika. Dibukakan sekalian lagi.
"Mau kak. Terima—"
Gluk
Gluk
Gluk
Gluk
"Ahh~ Segar!"
Aika melongo, baru saja tangan melayang untuk menerima minuman dingin itu, Zander malah menarik kembali tangannya dan meneguk minuman itu sampai kandas. Tepat didepan wajah Aika yang kering mengenaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romance[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
