Bab 14

40.8K 835 5
                                        

Hawa yang lembab, dingin, dan minim sinar matahari, bau anyir darah juga mendominasi.

Disinilah mereka sekarang, dalam gua yang tak berujung.

Kali terakhir mereka mendapatkan bukti jejak, membawa mereka masuk ke gua misterius ini.

Anehnya di tengah hutan ini, di luar gua terdapat banyak mobil tank militer berjejer rapi namun tidak ada satu pun orang berjaga di luar gua.

Salvero dan sembilan anak buahnya berpencar. Dipecah menjadi tiga kelompok.

Anggap saja grup A, Salvero dan tiga anak buahnya.

Grub B, Kenzo dan tiga anak buahnya.

Grub C, Elios dan tiga anak buahnya.

Mereka berpencar, Grub Salvero masuk ke dalam bersama Grub Kenzo, sedangkan Grub C menunggu diluar berjaga dan menunggu arahan dari ketua.

"Sebenarnya tempat apa ini?" Gumam Kenzo.

Mereka terus berjalan lurus tanpa tau ujung.

Tempat ini sedikit membingungkan karena terdapat beberapa lorong, Salvero memilih untuk lurus kedepan, ia tak membiarkan anak buahnya berpencar karena perasaannya aneh pada gua ini.

"Orang yang kita tangkap bukan orang biasa."

Kenzo berdeham, "gue tahu. Jadi lo sadar lawan kali ini bukan tandingan kita?"

"Dari awal firasat gue juga udah gak enak. Malam itu dia ngincer Zander bukan Anteros."

"Masalahnya ada di Zander?"

"Bukan itu maksudnya. Menargetkan Zander atau tidak, orang itu memang berniat akan menghancurkan Anteros."

Kedua alis Kenzo bertemu, penuh pertanyaan, "apa maksud lo? Untuk apa orang besar seperti dia mau hancurin Anteros yang levelnya jauh dari dia."

"Kita sudah masuk ke dunia hitam terlalu dalam. Kita yang baru naik daun cocok sekali jadi mainan mereka para tetua."

"Tapi kita gak selemah itu kenapa kita harus takut sama lawan kita kali ini? Lo lupa siapa yang retas sistem keamanan mafia peringkat S waktu itu. Gara-gara kita informasi perusahaan mereka kebobolan dan bocor ke tilinga pemerintah negara kan. Jelas mereka hancur di tangan kita." Ucap Kenzo tak suka jika Anteros diremehkan. Anteros terkuat, tak pantas menciut hanya karena mata-mata konyol tadi malam.

"Gue tahu kita kuat, bahkan untuk ngelawan lima mafia besar pun kita mampu, tapi bukan berati semua biasa kita kalahkan."

Kenzo terkekeh sinis.

"Owhh, jadi lo takut?"

"Apa lo percaya sama satu fakta ini"

Sebelah alisnya menukik, "apa?"

"Bahkan Paman Maximillian pun kewalahan ngadepin mafia itu."

Kenzo melotot tak percaya, "Paman Max? Semua orang tahu pasti Paman Max puncak dari kelas kelas para Mafia. Lo pasti bercanda kan."

"Lo jangan lupa diatas langit masih ada langit. Yang kita tahu paman Max memang yang paling berkuasa, bahkan hukum seperti memberi sebuah kunci untuk Paman Max bebas berbuat apa apa. Bahkan para tetua Mafia tunduk di bawah kakinya, tapi ada lagi di atas Paman Max yang tidak semua orang tahu, dan gue juga penasaran siapa orang itu."

"Gilaa, ini semua gila. Lalu apa yang di rencanakan orang itu? Apa dia ingin mengalahkan Paman Max dengan memberantas ke hal terkecil dulu, melalui Zander kemudian menghancurkan Anteros lalu membunuh Paman Max. Lalu apa motifnya semua itu? Sama sekali tidak masuk akal."

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang