Bab 37

36.2K 968 216
                                        

"Tolongg!! Saya minta tolong sekali kepada anda?"

"SIALAN APA YANG KA—"

"Tenangkan diri anda, Tuan Muda. Tolong dengarkan penjelasan saya...."

Zander menatap tajam dokter itu, kemudian mendengus membiarkan dokter itu bicara.

"Kepala Nona Aika masih sangat rawan sekali. Anda harus berhati-hati dalam berucap, jangan mengucapkan sesuatu yang bisa membuat Nona Aika kebingungan, itu bisa membuat kondisi Nona Aika semakin buruk."

Spontan Zander meninju dinding di sampingnya sampai dinding itu retak.

Dokter itu refleks memejamkan mata, kalau di dibilang takut... Ya dia takut sekali dengan Zander, apalagi aura pria itu sangat memancarkan binatang buas ketika marah.

"Terus gimana caranya biar Aika inget Gw lagi, brengsek."

Dokter itu menelan ludahnya susah payah, udara di sekitarnya semakin sempit. Dokter itu mencoba menjawab pertanyaan dengan jawaban yang bisa diterima otak Zander.

"Anda harus bersabar."

  
BRAKKK
  
  
Dokter itu terjengat kaget, Zander menendang kursi tunggu didekatnya dengan sangat kuat.

Entah refleks atau pengalihan semata, ia langsung membenahi kacamata, menghilangkan gugup dari situasi ini.

"Hanya itu yang bisa di lakukan, Tuan. Anda tidak bisa jika mendesak Nona Aika untuk mengingat kenangan lamanya. Itu hanya akan memperburuk keadaannya....Sekarang dia seperti di lahirkan kembali. Dia seperti bayi yang baru lahir yang sangat polos." Dokter itu berusaha memberikan pengertian pada Zander.

"Anda hanya perlu menahan dan bersabar sedikit lebih lama."

"Apa maksud lo bajungan?" Zander menggeram marah.

Namun dokter itu masih melakukan pembelaannya.

"Lima tahun gw nunggu dia sadar. Lima tahun gue ngemis ngemis pada Tuhan. Lima tahun gue hidup dalam ketakutan setengah mati, takut kehilangan dia. Setelah penantian lama itu, akhirnya gw dapat ketemu dia lagi, tapi nyatanya apa brengsek—"

"Tapi anda akan lebih bodoh jika tidak bisa menahan diri anda." Dan dokter pun tidak bisa menahan dirinya untuk mengatasi Zander bodoh.

"Saya ingatkah lagi kepada anda, apa yang Nona Aika alami sekarang adalah suatu keajaiban dari Tuhan. Kebanyakan orang yang mengalami kasus seperti ini tidak ada yang selamat, namun kondisi Nona Aika ini berbeda. Ini semua karena perjuangan kita dan Nona Aika sendiri yang ingin bertahan hidup."

Dokter tidak akan membiarkan hasil kerja kerasnya, begadang setiap malam, memantau keadaan Aika dengan sangat detail selama lima tahun berakhir sia-sia karena Zander yang tidak sabaran. Ia harus tegas memberikan pengertian untuk Zander.

 
•••
  

Setelah berbicara dengan dokter itu, Zander kembali masuk kedalam ruangan Aika. Hal pertama yang dia lihat setelah membuka pintu adalah Aika yang sedang duduk bersandarkan sandaran ranjang rumah sakit. Ia yang sedang menatap ke luar jendela teralih ke arah Zander yang baru saja membuka pintu.

Ekspresi Aika tampak bingung...

Sama seperti tadi.

Zander mendaftarkan mimik wajahnya, ia lalu berjalan ke arah Aika. Ia kemudian duduk di kursi yang ada di samping ranjang Aika.

"Bagaimana keadaanmu?"

Aika tampak canggung, gelagatnya seperti kurang nyaman didekat orang asing.

Mungkin karena orang asingnya sangat tampan makanya Aika agak canggung.

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang