Aku baca part Silas dan Karla sambil dengerin lagu Falling Slowly, feelnya dapet banget :(
****
"Tuan. Sepertinya Tuan Sartori telah bergerak!"
Max duduk di kursi kebesarannya, raut wajahnya menyeramkan serius mendengar kabar yang cukup serius dari bawahannya.
"Apa yang dia lakukan?"
"Mengerahkan pasukannya untuk datang ke negeri ini. Mereka tiba di Pulau terpencil wilayah selatan kemarin."
Wilayah selatan adalah daerah kekuasaan Max, biasanya penyusup seperti organisasi hitam tidak mudah melewati, tapi hanya satu mafia yang bisa masuk seenaknya ke daerah kekuasaannya. Mafia yang di pimpin oleh Sartori.
Tiba-tiba notifikasi muncul di handphonenya, sebuah pesan yang mampu membuat ponsel itu hancur seketika dalam satu genggaman.
Bawahan itu menelan ludahnya susah payah melihat ponsel mahal keluaran remuk sekejab.
"Bagaimana kabarmu? Aku pikir kamu akan menangis ketakutan karena aku tidak bersama mu. Karena itu aku mengirimkan beberapa anak buah untuk melindungimu, anggap saja kasih sayangku padamu."
Pesan singkat yang membuat Max tampak di rendahkan. Max paham betul maksud dari melindungi adalah kiasan yang bermaksud untuk memata-matai. Orang itu sungguh licik, namun Max tidak bisa menyanggah. Max akui ia kewalahan.
"Sialan!" Desis Max, mencoba menetralkan emosinya.
"Tuan, tolong beri perintah."
"Aku punya dua pilihan, Esther."
Bawahan yang tadinya menunduk patuh itu mendongak, ekspresi wajahnya penuh tanda tanya.
"Apa itu tuan?"
"Perketat perlindungan atau bangunkan Baron."
Kedua kornea Esther menbelalak, Baron adalah manusia kanibal peliharaan Max yang berjumlah sepuluh orang. Baron sekelompok orang tak berakal yang Max berinama. Mereka akan memakan apapun yang mereka anggap musuh, sangat sadis dan kejam dan anehnya lagi mereka kebal senjata dan tak pernah sakit namun otak mereka gila tak pernah waras.
"Apa anda yakin tuan? Baron? Untuk apa?"
"Mengirimnya ke Roma."
"Saya pikir anda bercanda tuan."
"Apa tuan mu pernah bercanda, Esther."
Lagi lagi ludah ini susah sekali ditelan, "b-benar juga sih."
"Untuk pemanasan bergeraklah tanpa suara, kemudian bantai dan kirim kepala mereka kembali ke tuannya. Tunjukkan bahwa aku lebih berkuasa dari pada orang itu."
"Baik tuan, saya telah mengerahkan pasukan saya untuk mengawasi mereka, namun ada satu orang yang lepas."
Max menggertak tak suka, "apa kamu sudah bosan dengan pekerjaanmu sampai seteledor ini?"
"M-maafkan saya, tuan. Orang itu seperti tidak sedang menargetkan anda."
"Lalu siapa?" Batinnya berdegup ada rasa khawatir dalam dirinya jika orang yang ia lindungi selama ini menjadi target orang itu, namun Max pandai mengecoh, hatinya kawatir tapi ekspresi wajahnya tetap datar.
Karena ketidakpedulian Max diluar adalah bentuk perlindungan untuk mereka yang ia cintai.
"Tuan muda Zander, namun orang itu menargetkan orang terdekat tuan muda untuk menghancurkan mentalnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romance[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
