Bab 24

33K 776 7
                                        

Zander menutup pintu setelah teman-temannya berpamitan pulang. Tadinya Zander menawari mereka untuk menginap tapi mereka menolak, karena sudah terlalu sering menginap di apartemen Zander. Orang tua mereka marah karena anaknya jarang tidur di rumah.

Oke. Zander memaklumi itu.

Setelah mengantar temannya, Zander mendudukan dirinya di sofa. Ia menoleh ke arah jam dinding.

Menujukkan pukul sebelas malam.

Ia kemudian mengecek ponselnya. Tak ada kabar sama sekali dari Aika. Ini hampir tengah malam tapi Aika belum pulang juga dari kerja partime.

Biasanya Aika pulang jam sepuluh malam. Jikalau telat pasti akan mengasih kabar.

Apa mungkin dia kerja lembur sampai tak sempat mengabari?

Zander yang sedang menurunkan gengsinya mencoba menelfon Aika.

"Dimana lo? Mau gue kunci pintunya dari dalem biar lo tidur diluar."

"Gue kecelakaan kak."

Zander terlonjak dari duduknya, "Sherlock sekarang gue jemput."

Zander buru-buru mengambil jaketnya dan kunci mobilnya.

"Gue udah di depan pin—"

 
 
 
Cklekk
  
  
  
Zander membuka pintu ternyata Aika sudah ada di sana bersama orang asing berbadan dua yang sedang memapah tubuh Aika. Ia melihat orang itu sekilas, kemudian beralih melihat kaki Aika yang tampak lecet dan berdarah.

"Itu kaki lo kenapa sampe kayak gitu sih." Cecarnya pad Aika.

"Udah tahu luka kayak gitu kenapa gak langsung ke rumah sakit. Aneh lo malah pulang ke rumah."

Aika hanya diam saja, ia sedang tak berminat meladeni Zander sekarang.

"Maaf, nak. Boleh gak kita masuk kedalam dulu. Marah-marahnya nanti aja ya. Aika nya sedang kesakitan." Ucap seseorang yang membantu Aika.

Anehnya Zander langsung menurut dan memberikan jalan untuk mereka lewat.

Ibu hamil itu Elena.

Ia sedikit kesusahan membawa Aika masuk, semua itu tak luput dari perhatian Zander.

"Biar saya saja." Zander mengambil alih tubuh Aika. Ia menggendongnya dan manaruh tubuh Aika di sofa.

"Nak, apa kamu punya P3K? Bisa kamu ambilkan, biar aku yang mengobati kakinya." Pintanya pada Zander. Kemudian pria itu membawakan kotak P3K dan ia berikan pada Elena.

Elena duduk menaruh kaki Aika yang terluka pada pangkuannya.

Bumil satu itu tampak imut sekali saat mengobati kaki Aika. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya karena perutnya yang mulai membesar sedikit menganggu pengelihatannya.

Zander tampak fokus dengan pikirannya sambil memperhatikan Elena.

"Ini bosnya Aika? Owhh jadi ini perempuan yang di hamili Papa. Apa dia tahu gue anaknya dia? Apa dia coba manfaatin gue ya lewat babu gue?"

Pikir Zander merasa tidak percaya dengan Elena.

"Maaf saya jadi merepotkan Bibi Elena." Mimik wajah Aika jadi sendu, ia merasa tak enak hati pada Elena karena telah banyak merepotkan orang itu.

Bukannya kesal, Elena malah tersenyum, namun senyumannya tampak menyiratkan kekhawatiran. "Seharusnya bibi yang harusnya minta maaf. Kamu tidak perlu melakukan itu Aika, Bibi tidak apa-apa kok."

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang