Seorang pria asing menangkap tubuhnya sebelum jatuh ke tanah.
"Lo gak papa?"
Aika dengan ragu mengangguk. Ia masih mencerna apa yang baru saja terjadi. Mereka masih bertahan di posisi dengan Aika yang berada di pelukan pria asing itu. Sangat rapat dan intes.
Dari kejauhan Zander melihat kejadian itu. Aika bersama seorang laki-laki yang berani sekali memeluk tubuh Aika.
Anehnya pria asing itu tersenyum pada Aika. Hal itu semakin menggoreng hati Zander.
Tanpa sadar gigi Zander saling bergeletuk, rahangnya mengeras, dan tangannya mengepal kuat di samping tubuhnya.
"Kak enak gak pij - akh."
"Minggir!!"
Zander menyentak gadis disampingnya.
Dengan langkah lebar ia berjalan menghampiri Aika dan pria asing itu.
Zander langsung menarik Aika kedalam pelukannya dan mendorong pria itu menjauh. Keduanya terkejut karena kedatangan Zander yang tiba-tiba memisahkan mereka.
"Ngapain lo peluk-peluk dia!!" Seru Zander dengan tatapan tak suka pada pria itu.
"Nolongin gadis itu." Jawabnya santai, seolah tak kenal takut dengan Zander.
"Gak usah sok jadi pahlawan. Pasti ada maksud lain kan lo."
Pria itu terkekeh sembari menggeleng kepala, "dia mau jatuh tadi. Mending gue tangkep kan dari pada dia jatuh dan kakinya tambah parah."
Rahang Zander semakin mengeras dibuatnya. Ia mengeratkan pelukannya pada Aika seolah tak akan membiarkan orang lain mengambil gadis itu dari tangannya.
Fakta yang baru saja di ucapkan lelaki itu tidak bisa Zander tampik. Benar, jika dia tak menangkapnya, pasti sakit kaki Aika semakin parah.
"Gak usah sok gatel."
Lelaki itu malah takjub kemudian tertawa. Ekpresi Zander yang selalu datar, dingin, dan acuh tak peduli apapun saat ini terlihat semakin menyebalkan kala sedang cemburu.
"Terserah lo deh, mau bilang gue apaan tapi yang jelas cewek itu jadi punya untung budi sama gue karena udah nolongin dia." Ucapnya, mengedipkan sebelah mata menggoda Aika didepan Zander langsung.
Tidak usah dibayangkan lagi bagaimana reaksi Zander kemudian.
Ia melepaskan Aika, kemudian menarik kerah lelaki itu seolah akan di habisi saat ini juga.
Bukannya takut lelaki yang menjabat sebagai ketua OSIS itu malah semakin menantang Zander yang notabenya sebagai anak pemilik sekolah.
"Gue paling gak suka orang lain sentuh milik gue." Desisnya penuh penekanan.
"Sejak kapan dia jadi milik lo. Emang kalian pacaran? Gak kan?" Nafas Zander semakin menderu, entah kenapa ia tak suka dengan perkataannya.
"Lo lupa dia cuman lo jadiin babu? Atau lo udah suka sama dia."
"Bukan urusan lo sialan."
Aika di belakang Zander sungguh sangat takut, ia takut Zander akan memukul lelaki tak bersalah itu.
"Udah kak. Dia cuman nolongin gue tadi. Dia gak salah, gak usah di perpanjang." Aika melihat ke sekitar banyak orang yang melihat ke arah mereka sekarang sambil berbisik-bisik.
"Diam!!" Seru Zander membuat Aika bungkam seketika.
"Kalo itu urusan gue gimana?" Lanjut pria itu menyahut perkataan Zander sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romansa[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
