Bab 30

35.3K 695 16
                                        

Zander berdiri tepat di depan kamarnya.

Bukan di apartemen.

Melainkan di rumahnya.

Setelah menerima telfon tadi, Damian megirimi pesan bahwa ia akan membawa Aika ke rumah Max untuk di rawat dokter keluarga.

Ada alasan sendiri kenapa Damian tidak membawa Aika ke rumah sakit dan malah membawa Aika untuk di rawat di rumah saja.

Alasannya simple.

Agar Zander mau pulang.

Rencana pria licik itu tentu saja sukses membawa Zander pulang tanpa repot repot mencarinya kesana-kemari.

Zander menatap pintu hitam kamarnya.

Aika sedang ada di dalam, namun keberaniannya hilang entah pergi kemana.

Zander merasa dirinya menjadi seorang pengecut. Ia menurutki kebodohannya sendiri setelah beberapa hari ini sengaja menjauhi Aika. Sampai-sampai ia tidak tahu jika gadis itu menderita selama ini.

Ia sangat bodoh.

Dan Zander akui itu.

"Masuklah."

Max datang menghampiri Zander. Pakaian yang di kenakan pria itu masih kemeja pernikahannya tadi.

Setelah selesai upacara pernikahannya dengan Elena ia langsung membawa istri barunya itu pulang kerumah. Sesampainya dirumah ia malah di kejutkan dengan keberadaan Zander dengan penampilan sangat berantakan seperti baru membelah angin.

Damian pun menjelaskan semua kejadian kepada Max dan Elena.

Ia sempat tak menyangka jika gadis yang selalu bersama putranya akan mengalami perundungan di sekolah yang ia dirikan.

Sebagai kompensasi Max sendiri yang menyuruh Damian untuk di rawat di rumah saja dari pada di rumah sakit atau apartement Zander.

Zander hanya melirik ayahnya, tak berniat menjawab atau melaksanakan ucapannya.

"Damian bilang dia sudah sadar sejak tadi, tapi seakan tak ada jiwa dia terus melamun." Lanjut Max.

"Apa aku masih punya muka untuk menemuinya setelah apa yang terjadi?" Kepala Zander tertunduk penuh penyesalan.

Didalam kepalanya terus berputar tentang kata seandainya ia tidak meninggalkan Aika sendiri dalam  keadaan kaki yang sakit.

Max menghela nafas, "aku tak tahu situasi kalian berdua, tapi setidaknya ajaklah dia bicara. Sepertinya gadis itu sangat shock karena rambutnya di potong acak-acakan." Ucap Max kemudian pergi kedalam kamarnya menemui istrinya yang sedang tidur dengan Lilly.

Bola mata Zander membola mendengar penuturan Max.

Separah itu kah perundungan yang terjadi pada Aika?

Zander kemudian membuka pintu itu perlahan.

Kemudian tampaklah seorang gadis duduk di atas kasurnya.

Zander bisa melihat banyaknya luka, kaki yang di perban, dan rambut Aika yang sangat berantakan potongannya.

Seketika bahu Zander luruh, jiwanya seolah ikut hilang kala melihat Aika yang sangat menyedihkan.

"Aika." Ucapnya begitu lemah sembari melangkah mendekati gadis itu.

Mendengar namanya disebut Aika menoleh ke arah Zander.

Mata mereka bertemu.

Nafas Zander seketika tercekat. Air mata  Aika yang menggenang di pelupuk matanya mampu membuat detak jantungnya seakan berhenti.

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang