Bab 15

38.3K 735 7
                                        

"Mereka hilang seolah ditelan bumi? Gak ada satu malam?!" Celetuk Cakra.

Suasana markas inti Anteros sangat tegang dan serius. Inti Anteros, mereka berkumpul lengkap termasuk para lady juga.

Masalah yang kemarin masih belum selesai namun bukti yang mereka dapatkan seolah lenyap hilang di telan bumi.

"Gimana bisa gak?" Tanya Salvero pada Thea dan teman-temannya yang sedang mencari meretas informasi yang kemarin di temukan.

"Gak bisa sayang. Sistem keamanannya kuat banget. Selain WTO adalah organisasi dari Rusia. Selain itu, tidak ada lagi informasi terkait organisasi itu." Jelas Thea.

"Kita berulang kali coba masuk ke sistem nya tapi gak bisa. Mereka pasti bukan orang biasa."

"Betul kata Zoya. Perusahaan besar sekelas Amerika saja mudah banget kita retas, tapi ini sekelas organisasi kecil kita sampe kewalahan. Udah pasti jelas mereka ada punya orang berpengaruh dibelakang mereka. " Ucap Tarsa.

Salvero menghela nafas memijat pangkal hidungnya, "sebenarnya kemarin Paman Esther cerita, dalang di balik semua ini adalah Tuan Satori, Kakek Zander yanga ada di Roma."

Mereka semua terlihat terkejut, kompak memandang Zander yang sedari tadi diam menyimak.

Pria itu tampak tak minat menjelaskan. Ia sendiri sebenarnya sangat muak atas apa yang orang tua itu lakukan.

"Tuan Satori?! Sinting tuh orang tua gak ada bosen-bosennya gangguin keluarga Zander mulu." Sahut Ryuu tampak tak suka.

"Dia buat apa?" Tanya Silas.

"Tuan Satori mengirimkan banyak sekali organisasi kecil yang terpencar di Selatan, mereka menyamar dan membaur dengan warga sekitar untuk memata-matai Zander dan semua orang didekatnya. Puncak WTO, itu yang paling berbedar di antara organisasi kecil yang di suplay oleh Tuan Satori."

"Jadi gimana maksud lo kita telah di tipu?" Tanya Elios masih belum jelas.

"WTO itu cuman ngalihin perhatian kita agar kita tak sadar kalau ada organisasi kecil lainnya yang tersebar di Selatan. Karena ternyata yang paling terpenting itu adalah mereka bukan WTO."

"Jadi WTO cuman organisasi perdagangan manusia biasa, yang di gunakan Tuan Satori untuk pengalihan doang." Sambung Kenzo.

"Tapi sial mereka semua, orang-orang yang ada di bawah kaki Tuan Satori hilang lenyap seolah ditelan bumi." Ucap Salvero.

"Tuan Esther, bawahan Paman Max kemarin bilang. Bahwa semua itu hanyalah teguran dari Tuan Satori semata, dia ingin Paman Max menyerahkan Zander kepadanya, kursi penerus yang harusnya Paman Max duduki sedang kosong dan dia ngincer Zander buat jadi penerus nya. Paman Max di kasih waktu dua sampai tiga bulan untuk menyerahkan Zander, kalau tidak orang terdekat nya akan dalam bahaya."

"Jangan!" Silas meredam marah, ia menoleh ke arah Zender dengan ekspresi tegas seolah tak membiarkan Zander dalam bahaya.

"Gak boleh pergi!"

"Gak ada yang akan pergi." Ujar Zender.

"Kalian semua gak usah mikirin ini, biar ini urusan gue sendiri. Tua bangka itu gak akan pernah puas sebelum dapetin apa yang dia mau." Lanjutnya menatap seluruh Inti Anteros.

Elios memandang tak suka, mendengar ucapan Zender. "Kita bisa bantuin lo Zen. Ingat, masalah lo masalah kita juga. Lo keluarga kita dan kita keluarga lo. Udah sepantasnya kita bantuin lo keluar dari masalah ini. Karna jika satu anggota sakit, maka yang lain juga akan merasakan sakitnya."

Cakra juga setuju dengan ucapan Elios, bukan hanya Cakra tapi mereka semua yang ada disini, "benar kata Elios. Kita semua gak masalah kalo harus turun tangan nyelesain masalah ini. Dengan ini kita bisa membuktikan Anteros sangat layak untuk melawan Tuan Satori Mafia paling berpenguasa seluruh dunia."

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang