Aika keluar dari kelas setelah bel pulang sekolah berbunyi. Ia tak bersama dengan Sera kali ini, gadis itu mendadak di panggil ketua club renang untuk membicarakan perlombaan yang akan mereka hadapi bulan depan.
Terpaksa Sera harus meninggalkan Aika sendiri, padahal tadi ia sudah berjanji untuk mengantarkan Aika. Sera juga sempat bilang pada Aika untuk diantar teman temannya yang lain saja, tapi Aika menolak ia tak ingin merepotkan siapapun. Lagi pula ia masih bisa pulang sendiri dengan memesan taxi.
Sekarang Aika sedang berjalan sendiri melewati lorong sekolah yang sangat panjang. Bahunya kerap ke senggol dengan orang lain karena banyak murid-muird yang berbondong-bondong pulang dari sekolah.
Ya, maklum. Kondisi sekolah mana saja pasti sama saat pulang sekolah.
Ramai dan rusuh.
Saat Aika hendak berbelok menuju tangga, tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menarik lengannya memasuki sebuah ruang kosong di ujung tangga.
Orang itu menarik kasar lengan Aika dan melemparkan tubuhnya sampai tersungkur ke lantai.
Tongkat nya terlempar jauh.
Aika sedikit menjerit merasakan kakinya yang terasa sakit terbentur lantai.
Blakk
Pintu tertutup kencang.
Aika sponta menoleh ke arah Sang pelaku.
Ia melotot terkejut.
Gadis itu adalah orang yang tadi mendekati Zander, ia di bantu teman-temannya mengurung Aika.
"Ngapain lo liatin gue kayak gitu? Takut? Iya?" Ucapnya marah lalu berjalan mendekati Aika.
Aika menyeret tubuhnya mundur mundur karena merasa terancam.
"Akhhh."
Gadis itu menjambak rambutnya sangat kencang hingga kepalanya mendongak.
"Kenapa ya cewek kayak lo gak tahu diri jadi orang? Sukses banget ya jadi cewek gatel sampai Zander kepincut."
Dukk
"AKHHH-"
Kaki Aika yang sakit di injak oleh salah satu teman gadis itu membuat Aika menjerit kesakitan.
Mereka dengan jahatnya malah tertawa kencang melihat Aika menderita.
"Gimana enak gak?"
"Lepas kak." Mohon Aika dengan suara yang parau. Ia memegangi kakinya yang masih diinjak oleh teman gadis itu.
Bukannya di lepaskan, kakinya semakin ditekan kuat sambil di gesek-gesekkan.
"AKHH- hiks.... Sakit."
Aika semakin menjerit kesakitan.
Gadis bernama Vanya yang menjambak rambutnya tersenyum jahat.
"Gue udah perhatiin dari awal lo masuk ke sekolah ini. Lo cuman anak beasiswa yang kebetulan jadi babunya Zander, tapi gue ngerasa lama kelamaan lo jadi sombong banget ya. Sok kecentilan sama Zander."
Plakk
Vanya menampar Aika kencang. Kuku panjang gadis itu menggores di pipi Aika sampai meninggalkan bekas.
"Gue peringatkan untuk pertama kali nya sama lo. Zander milik gue dan gak ada yang bisa milikin dia selain gue." Vanya kemudian membenturkan kepala Aika ke sudut meja di samping mereka.
Rasa pusing langsung menghujami kepala Aika.
"Apa sih yang ngebuat Zander tertarik sama lo? Lu cuman cewek miskin, jelek, dan kumuh. Kalo di bandingin sama gue gak ada apa-apanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romance[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
