Ryuu

6.1K 123 14
                                        

Musim semi kembali datang awal bulan Maret di kota London. Angin sejuk membawa debu bunga sakura yang berjatuhan lembut di trotoar, menyelimuti kota dengan warna-warna lembut yang seolah memeluk setiap sudut jalan. Namun bagi pria itu, setiap hembusan angin musim semi seolah membawa ingatan yang tak ingin ia ingat, namun tak mampu ia lupakan.

Rasa pilu selalu menyelinap di setiap sudut hatinya begitu musim semi tiba. Ingatannya selalu membawanya pada senyuman seorang pujaan hatinya tujuh tahun lalu.

Seorang wanita yang belum sempat ia miliki, namun pria lain lebih dulu memeluknya.

Ia merasa benar-benar seperti lelaki pecundang. Belum ada usaha yang ia lakukan untuk wanita itu, belum sempat ia mengobrol lebih intim dan saling bertaut kasih, namun ia sudah kalah telak dengan pria lain.

Pria yang lebih berani mengungkap cinta ketimbang ia yang harus menunggu sukses terlebih dahulu.

Pria adalah Ryuu.

Dan pujaan hatinya adalah Annabella.

Ryuu terlalu banyak menunggu. Banyak persiapan yang perlu ia lakukan untuk memiliki segalanya. Harapannya adalah ia kembali ke negara asalnya setelah ia mampu membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu mendirikan perusahaannya sendiri tanpa campur tangan keluarga.

Setelah semua itu berhasil ia dapatkan, rencana yang telah ia susun matang untuk menyatakan perasaannya pada Bella, pupus begitu saja.

Fakta yang mengejutkan ketika Ryuu datang ke pernikahan Zander dan Aika.

Ternyata setelah lima tahun tak bertemu. Ryuu kalah star dengan pria lain.

Wanita yang selalu ingin Ryuu jadikan ibu bagi anak-anaknya kelak telah menjadi milik pria lain.

Ryuu memandang surat undangan yang terbungkus rapi dalam amplop coklat. Tatapannya dingin, tak ada niatan untuk membaca ataupun menyentuh surat itu. Ryuu tahu isinya adalah fakta yang lebih menyakitkan dari sekedar informasi pertunangan.

"Apa dia sengaja jauh-jauh mengirim surat undangan pernikahannya dari Australia ke London? Apa dia ingin aku melihat dia berciuman dengan pria lain di altar pernikahan?"

Tidak, Ryuu.

Tidak ada yang disengaja.

Bella tidak tahu tentang perasaanmu.

Dia mengundangmu murni sebagai-

Teman.

Ryuu menghela nafas gusar. Ia melempar surat undangan itu ke meja sekretarisnya.

Wanita berkacamata yang fokus dengan komputernya tersentak kaget karena ulah Ryuu.

"Apa anda ingin saya membacakan surat ini, Pak?" Ucap sekertaris bernama Kinan, seolah sedang mencari gara-gara dengan Ryuu.

Sontak saja Ryuu langsung menatapnya tajam membuat Kinan beringsut dan menelan salivanya kasar.

"Kamu bercanda denganku. Buang surat itu jauh-jauh dari hadapanku."

Brak

Kinan tersentak kaget. Ryuu baru keluar dari ruangannya dan menutup pintu sangat keras.

Kinan menggaruk kepalanya yang tak gatal, merasa bingung dengan sikap bosnya.

Lalu ia memandang secarik surat yang dilepas oleh Ryuu tadi.

"Dasar tomat merah! Kenapa dia sensi banget sih jadi orang."

Gerutunya kesal dan menjuluki Ryuu dengan sebutan tomat merah.

Karena ketika Ryuu emosi, wajahnya merah semerah tomat.

Entah itu marah, malu, ataupun senang.

Kinan menghela nafas panjang. Mencoba bersabar dengan sikap bosnya yang arogan itu.

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang