Satu kata yang cocok untuk Zander saat ini.
Terlambat
Sesampainya Zander di halaman rumah, ia membuka Helmnya dan melihat ke sekitar rumahnya yang sangat berantakan. Seperti habis kena amuk masa. Tak hanya halaman dan depan rumahnya yang rusak.
Banyak para pelayan dan bodyguard ayahnya yang sudah di tumbangkan. Mereka semua mati karena kesadisan dari bawahan Satori.
Jantung Zander berpacu cepat, pikiran negatif mulai menghantui nya. Zander segera berlari masuk kedalam rumah, namun sesampainya didalam rumah, keadaan rumah lebih mengerikan di bandingkan di luar.
Rumah ini seperti banjir lautan darah. Tak kalah banyak pengawal dan pelayan yang gugur.
Tangan Zander menggepal kuat, giginya bergelatuk.
"AIKA!!"
"LILLY!!"
"MAMA!!"
"DIMANA KALIAN?!"
Zander memeriksa semua ruangan yang ada di rumah itu. Namun nihil mereka semua seperti di telan bumi.
Zander kemudian naik ke lantai atas, ia kembali meneriaki nama mereka.
Sampai ada satu sahutan dari salah satu kamar.
"K-kakak.. " Sangat lemah namun Zander masih bisa mendengarnya.
Buru-buru Zander pergi ke arah sumber suara itu.
"LILLY!!"
Zander menemukan Lilly dalam kondisi tebaring di kamar Elena. Kondisi Lilly tampak lemah, namun ia masih bisa membuka matanya.
"Kakak.... Hikss... Lilly takut..."
Zander membawa tubuh Lilly ke dalam pelukannya.
"Tenang, ada kakak disini. Maaf kakak terlambat." Zander mengangkat tubuh Lilly dan di baringkan di ranjang.
"Apa kamu bisa ceritakan apa yang terjadi kepada kakak?"
Masih dengan keadaan tubuh yang bergetar karena trauma, Lilly mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Tadi sebelum orang jahat datang, mama masukin sabun ke mulut Lilly tapi mama bilang sabunnya gak boleh di telan. Sabunnya berbusa di mulut, terus mama nyuruh Lilly acting kayak orang kejang. Waktu orang jahat dateng Lilly pura-pura mati. Terus orang itu tiba-tiba nyeret mama turun kebawah."
"Aika juga?"
Lilly menggeleng karena ia hanya melihat ibunya yang diseret ke bawah dengan pria berbaju serba hitam.
"Lilly gak tahu, Lilly cuman liat mama aja."
Tiba-tiba segerombolan orang datang menghampiri Zander dan Lilly.
"Zander, kami nemuin beberapa para pelayan di sekap di gudang belakang rumah. Mereka masih hodup." Ucap orang itu. Dia adalah Salvero.
Semua anggota Anteros datang ke rumah Zander.
"Kami membawa mereka kedalam. Kenzo dan Elios sedang menginterogasi mereka." Lanjutnya.
"Kita turun." Zander membawa Lilly kedalam gendongannya. Mereka kemudian turun dan melihat bebeberapa pelayan yang selamat.
"Zen. Penjelasan dari mereka, ada sekitar tiga mobil besar berisikan seratus orang bersenjata mililiter yang tiba-tiba menyerang semua orang di dalam rumah ini. Mereka yang melawan langsung ditembak mati." Jelas Kenzo.
Zander melirik kepala pelayan yang selamat, ia memberikan Lilly ke pada Silas dan menghampiri kepala pelayan.
Edward menangis ketika mengetahui Tuan mudanya datang dengan kondisi baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZANDERION
Romansa[ADA BEBERAPA PART BERUNSUR 18+ BIJAKLAH DALAM MEMBACA.] Judul sebelumnya: ANTEROS: Playing With Me Lelaki tampan bak dewa yunani dengan sifat dingin, kejam, kasar, dan berdarah dingin. Zanderion Rasalas Argantara, seorang wakil ketua geng motor te...
