Bab 39

20.1K 593 25
                                        

"Laki-laki tidak mau kehilangan masalalunya, laki-laki tidak mau kehilangan cinta pertamanya. Berhentilah bertanya kapada laki-laki kapan dia akanlupa dengan masalalunya. Ku rasa kamu melakukan hal sia-sia."

Zander memeluk tubuh Aika dari belakang. Mereka sedang duduk bersama di pinggir pantai. Sesekali Zander mengedus harum leher Aika yang menjadi kebiasaan candu untunya. Hembusan angin dari ombak menerpa halus tubuh mereka. Aika semakin mencari posisi nyaman di tubuh Zander.

"Kamu gak kedinginan?" Aika menggeleng, ia nyaman seperti ini.

Zander melihat bekas luka yang tersamarkan di kepala Aika. Zander tak lupa kejadian lima tahun lalu, sebuah anak peluru pernah menembus kepala gadisnya ini. Walau ingatannya hilang, Zander bersyukur, ia bisa kembali memeluk Aika. Zander bersyukur mampu merayu Tuhan agar memutar takdir kematian gadis ini.

Tangan Zander terangkat mengelus surai Aika pelan dan lembut. "Apa masih sakit?" Aika menggeleng.

"Enggak sama sekali." Ucapnya.

"Aku sebenarnya kenapa kak bisa koma selama lima tahun?" Akhirnya Aika menanyakan pertanyaan ini.

Zander teringat ucapan dokter yang merawat Aika. Dokter itu memperingatinya untuk tidak terlalu banyak ulah dan bicara, semua itu bisa mengangguk kesehatan Aika, tapi sekarang saja Zander sudah terang-terangan memberitahu Aika bahwa gadis itu adalah calon istrinya. Zander  tak tahan jika harus berjauhan dengan Aika, tapi untung saja kesehatan Aika masih stabil tidak memburuk.

"Kamu kecelakaan." Ucap Zander singkat.

"Kenapa bisa?" Tanya Aika masih belum puas.

"Karena kamu melindungi seseorang."

Aika mendongak mencoba melihat wajah Zander. Pria itu menatap mata Aika, sungguh sangat imut sekali menatap mata bulat itu.

"Siapa?"

"Papa."

Aika terkejut mendengar siapa yang ia selamatkan dulu. Ia refleks menegakkan tubuhnya menghadap Zander.

"Papa Max?" Ucap Aika tak percaya.

"Kok bisa sih?" Lanjut Aika tak percaya. Aika yang sekecil dan selemah ini kok bisa menyelamatkan Max yang tubuhnya sebesar itu. Menyelamatkan dalam bentuk apa?

Max itu sangat kuat, mustahil jika gadis kecil ini menyematkannya.

"Nyatanya dia masih hidup dan kamu koma selama lima tahun." Kata Zander sambil mengecupi wajah Aika.

"Lain kali aku gak suka kamu ngorbanin diri kamu untuk orang lain—kamu juga gak perlu nolongin papa. Dia di ceburin ke laut penuh hiu gak bakal mati."

Aika menunduk sayu. "Aku gak ingat." Entah kenapa Aika sedikit menyesal karena masalalunya tak terbaca sama sekali olehnya.

"Kamu gak perlu ingat-ingat masa lalu, Sayang. Sekarang fokuslah untuk tetap hidup bersamaku." Pipi Aika bersemu merah di buatnya.

"Kita dulu pacaran ya kak?"

Zander mengangguk sebagai jawaban, tapi Zander jujur kok, bukankah pernyataan cinta Aika ke Zander lima tahun lalu tanda mereka sudah jadi pasangan? Tentu saja, iya.

"Kak Zander kok mau sama aku. Padahal kamu bisa dapet yang lebih cantik dar—"

"Sssttt....kamu sangat cantik Aika. Lebih cantik dari semua wanita di bumi ini. Aku gak tertarik dengan wanita-wanita di luarsana. Cuman kamu yang aku mau di bumi ini, aku bahkan rela mengemis pada Tuhan agar bisa memeluk tubuh mu kembali. Aku sangat sayang kamu, Aika."

ZANDERIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang