38 - Sorry, The Old Mia is Dead

427 12 2
                                        

Mia

Teriakan Nicholas membuat hatiku mencelos, ini pertama kalinya aku melihatnya berteriak seperti itu. Meskipun aku sudah tidak lagi di kamarnya, hatiku masih berdegup kencang ketakutan. Aku berniat untuk berjalan ke kamarku, tiba-tiba dari arah belakang, ada suara barington yang amatku kenal memanggil dari arah belakangku

"Mia"

Aku menengok dan benar, suara itu datang dari pria yang aku kenal, Travis

"Kamu sudah makan? Kalau belum, ayo makan bersama. Maria sudah menunggu dibawah"

Aku tidak menjawab ajakan Travis, aku memberikannya senyuman yang memang tulus dari lubuk hatiku dan anggukan tanda setuju.

Aku berjalan menuju Travis dan saat kami berpapasan, barulah Travis berjalan bersamaku, disampingku. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami berdua, meskipun aku tau Travis menahan untuk tidak mengintrogasiku. Maria sedang sibuk menyiapkan makanan di meja makan untuk kami bersama beberapa pembantu rumah tangga lainnya. Ketika dia melihatku, wajahnya langsung berubah, seperti sedih dan senang disaat yang sama. Maria langsung memberikanku pelukan yang begitu erat, seperti seorang ibu yang amat merindukan putrinya untuk pulang. Maria melepaskanku dari pelukannya, disaat itu lah aku melihat pipinya basah berlinang air mata. Ya Tuhan, apa yang aku perbuat?

"Mia, kemana saja kamu nak? Aku rindu sekali. Aku takut terjadi apa-apa denganmu? Kamu dilukai kah? Ada yang sakit?"

Aku di bombardir pertanyaan yang setiap kata-kata yang diucapkan Maria dibarengi suara yang tercekat dan sesenggukan.

"Aku tidak apa-apa Maria, aku juga tidak disakiti. Aku sudah pulang sekarang"

Maria mengangguk dan terus mengelus lenganku naik turun

"Ayo kita makan"

Kami bertiga duduk di meja makan, Travis duduk di depanku dan Maria disebelah kananku. Maria menyendokiku beberapa makanan yang sebelumnya ia tanyakan apakah aku ingin memakan itu. Travis menatapku, tidak sedikitpun dia mengalihkan pandangannya saat itu. Di matanya ada rasa tenang dan juga aku yakin ia punya banyak pertanyaan untukku. Kami bertiga makan dan tidak ada satupun dari kami bertiga berani bertanya sesuatu yang berkaitan dengan penculikanku, yang ada hanya apakah makanan ini enak menurutku, apakah aku suka makanan ini dari Maria. Kepalaku tertunduk menatap piring makananku, hanya sesekali aku mengangkat kepalaku ketika Maria menanyaiku sesuatu. Entah kenapa, aku tidak berani menatap Travis sekarang. Travis itu baik padamu Mia, kenapa kamu takut?

"Mia, setelah makan, bisa kita bicara sebentar?"

Aku mendongak seketika dan dari sudut mataku, tangan Maria seketika berhenti setelah mendengar pertanyaan Travis

Aku mengunyah makananku perlahan dan mengangguk tanda setuju pada permintaan Travis. Sepertinya memang aku harus melewati ini, aku tidak mungkin bisa kabur kan?

Travis beranjak dari kursinya, dan ternyata tidak ada makanan diatas piringnya

"Aku tunggu di halaman belakang ya, dekat greenhouse"

Aku mengangguk sekali lagi. Hatiku seketika berdegub kencang, apa yang Travis ingin bicarakan? Apa ini permintaan Nicholas? Tanganku mengepal erat, jariku menggeremat. Maria memegang tanganku dan aku menoleh seketika ke arahnya

"Kalau kamu tidak ingin menemui Travis, aku akan katakan padanya. Kamu bisa beristirahat"

"Tidak Maria, aku harus menemui Travis"

"Kamu yakin?"

Aku mengagguk sekali lagi dan dibalas anggukan Maria juga. Aku memutuskan untuk tidak menghabiskan makananku dan pergi menemui Travis. Lebih cepat lebih baik kan?. Aku berjalan menuju halaman belakang, ke arah greenhouse yang dimaksud Travis. Cuaca hari ini cukup indah, matahari sangat hangat, ditambah angin sepoi-sepoi musim gugur yang menyejukkan. Daun-daun pohon maple sudah ada yang mulai menguning, memerah dan ada juga yang masih hijau. Pohon cemara yang tinggi jauh dibelakang sana, juga bergerak ke kiri dan ke kanan.

THE TEMPTATION (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang