29 - Why Did I Do That?

942 16 0
                                        


Mia

Tubuhku kaku, jantungku berdetak amat kencang sampai-sampai aku bisa merasakannya dileherku. Bibirku kelu, mataku rabun oleh air mata. Apa yang Kevin bilang tadi? Ayah Nicholas? Dia yang membunuh papa, mama dan kakak? Kenapa dia bunuh keluargaku dan rusak hidupku? Apa selama ini Nicholas tau makanya dia ambil aku dan? Tapi Travis tidak pernah sedikit pun terlihat tau tentang kejadian keluargaku? Apa karena Travis tidak tau?

Aku berdiri dan tiba-tiba tanganku digenggam Kevin

"Mau kemana?"

Bibirku kelu, aku tidak bisa berkata apapun. Mulutku ternganga tapi tidak ada satu kata pun yang mampu keluar dari mulutku. Aku meninggalkan ruangan itu dan naik ke ruangan dimana aku semalam tidur. Aku menutup pintunya dan melempar diriku ke kasur. Hanya suara tangisanku yang memenuhi ruangan ini, aku menangis begitu lama hingga pada akhirnya aku terbangun dengan langit yang sudah gelap. Aku mendudukkan diriku dan bersandar di kepala kasur.

Mataku sakit sekali, mungkin karena aku kebanyakan menangis. Aku menengokkan kepalaku ke kiri. Entah kenapa aku merindukan Maria, aku merindukan Travis dan aku ingin bertemu Nicholas. Sesuatu dalam diriku mengatakan hal yang bertolak belakang dengan apa yang Kevin beritau. Kenapa ini? Jelas Kevin punya bukti kan?

Tok

Tok

Tok

"Boleh aku masuk?"

"Masuk"

Kevin muncul dari balik pintu itu, membawakan ku cake in the jar . Kevin kemudian duduk di hadapanku, diatas kasurku

"Ini untuk kamu. Sepertinya ini rasa strawberry. Semoga ini bisa membuatmu merasa lebih baik"

Aku hanya mengambilnya dan menggenggamnya. Mana bisa aku makan ini, ketika aku tau selama ini aku hidup dengan pembunuh keluargaku

"Ayo dimakan"

"Nanti saja"

"Maaf, sepertinya aku terlalu cepat untuk kasi tau kamu"

"Darimana kamu tau semua itu? Masalah apa yang mereka punya? Dendam apa yang Theo punya ke keluargaku?"

Kevin mengambil kembali kue itu dan menarik tubuhku dan memelukku erat. Aku berusaha mati-matian untuk tidak menangis, tapi sekali lagi, aku menangis dipelukannya. Kenapa bisa sesakit ini? Apa aku sakit karena ternyata yang membunuh orang tuaku adalah orang yang tinggal bersamaku. Aku mendorong tubuh Kevin menjauh, Kevin menatapku dengan tatapan iba, tatapan mengasihani. Aku benci tatapan itu, hidupku memang sulit dan tragis, tapi aku tidak ingin dikasihani

"Kevin, aku ingin pulang"

"Pulang kemana?"

"Rumah Nicholas"

Kevin menatapku dengan tatapan 'barusan ngomong apa', matanya mengerjap cepat seperti tidak percaya apa yang aku baru katakan

"Kenapa? Ini rumahmu sekarang, kenapa kamu mau pulang? Itu bukan rumahmu. Kamu kurang nyaman? Ada yang harus aku ubah? Atau kamu gak suka sama rumah ini?"

"Bukan, aku ingin....ingin bicara dengan Nicholas"

"Bicara apa lagi? Kenapa kamu masih ingin berhubungan dengan orang itu?

"Aku ingin bicara sama dia"

"Kamu gak percaya sama apa yang aku kasi tau ke kamu? Sampai kamu harus konfirmasi ceritaku pada Nicholas? Aku punya jawaban untuk pertanyaanmu, kenapa kamu masih ingin ketemu Nicholas?"

THE TEMPTATION (21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang