12 - I Am Sorry, I Can't Protect You

2.2K 24 0
                                        


*Maria*

Hatiku rasanya tercabik mendengar tangisan Mia dari luar. Naluri keibuanku yang ku kira sudah mati semenjak kepergian putriku, Anika hampir 15 tahun yang lalu, muncul lagi. Aku tau kalau aku menerobos masuk, Nicholas pasti akan murka.

Aku menahan diriku, ada Travis juga disini. Aku tau Travis pun ingin sekali masuk dan melihat keadaan Mia. Hingga ketika Nicholas meneriakkan nama Mia, Almia lebih tepatnya, itu adalah saat dimana aku harus menyudahi ini semua

Naluri keibuanku merasuk otak dan batinku, dan hal pertama yang terlintas di benakku adalah menyuruh Nicholas pergi. Ku rengkuh tubuh ringkih gadis ini. Apa yang terjadi pada anak ini? Apa yang membuatnya menangis sampai seperti ini? Apa Nicholas sudah kelewatan?

Aku membawanya keluar dari kamar mandi, ku pegang badannya kuat-kuat, karena aku yakin tubuhnya pasti lemas dan kedinginan. Aku sampirkan handuk di pundaknya, tidak cukup untuk menutupi seluruh tubuhnya, tapi setidaknya punggungnya terlindungi.

"Pakai dulu bajumu Mia, supaya kamu tidak kedinginan. Mau ku bantu?"

Kepalanya hanya menggeleng perlahan, tubuh menggigilnya yang terbalut handuk itu masuk ke dalam walk-in closet.

"Beri tahu aku jika kamu butuh bantuan Mia" teriakku dari luar

Tak berselang lama, Mia keluar dengan baju lengan panjang berwarna biru donker yang tampak kebesaran dan celana Nike abu-abu.

"Kemari nak, baringkan tubuhmu"

Mia tanpa kata-kata, hanya menurut saja perkataanku. Aku raba pipi halusnya, kepalanya tertunduk. Aku yakin ada air mata yang dia tahan atau air matanya sudah mengering? Kasihan sekali kamu nak.

"Mau ku buatkan teh hangat?"

Mia menggeleng

"Lantas, kamu mau apa?"

Mia mendongakkan kepalanya, menatapku. Oh Tuhan, aku tidak kuat melihat matanya, betapa pedih dan lirihnya mata itu. Apa yang Nicholas lakukan padamu Mia sayang?

"apa boleh aku minta susu hangat Maria?"

Aku tersenyum lembut, senang mendengar suara Mia lagi

"Tentu saja, tunggu disini, akan aku ambilkan"

-----------------------------------------------------------

"Ini susumu, pelan-pelan masih sedikit panas. Makan rotinya juga, ini butter croissant. Aku juga bawakan selai coklat Nutella untukmu"

Mia menyesap susu hangatnya perlahan-lahan dan menggigit sedikit croissant yang aku bawakan. Aku dan Mia pun terdiam.

"Apa kamu mau cerita sesuatu padaku?"

Mia mendongak menatapku, mulutnya terbuka, tapi menutup dan kepalanya menunduk lagi

Aku mendekat dan mengelus puncak kepalanya. Gadis ini lugu sekali, malang nasibnya bertemu Nicholas hari itu.

"Kamu takut?"

Mia mengangguk

"Cerita saja Mia. Aku akan mendengarkanmu, jika kali ini karena Nicholas kelewatan padamu, aku tidak akan berpihak padanya"

Tangis Mia pecah sekali lagi. Kali ini lebih ke arah sesenggukan. Aku mengambil butter croissant ditangannya dan menaruh roti itu di piring. Lantas aku menarik tubuhnya agar aku bisa memeluknya lagi. Aku tau bajuku pasti basah karena air matanya, tapi jujur, aku ingin Mia menumpahkan segala beban hidupnya padaku. Jika putriku Anika masih hidup, pasti sudah seumur Mia sekarang.

THE TEMPTATION (21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang