41 - The Two Who Keep The Secrets

319 5 0
                                        


Kevin

Kriiiingg

Kriiiiing

Kriiiiing


Telfon genggam berwarna hitam itu terus berdering dan bergetar diatas meja kerja kayu yang cukup luas itu. Sedikit demi sedikit getaran dari panggilan ponsel itu merubah posisi telfon genggam itu. Tak sedikit pun ada rasa si empunya benda itu untuk melihat siapa yang daritadi mengusik kesunyian yang dia nikmati.

Sedikit demi sedikit, si pemilik telfon genggam itu menyesap alkohol dari gelas yang dia genggam. Pandangannya jauh menerawang ke arah jendela dan area luas di luar sana. Langit mulai gelap, bukan karena hari akan berganti jadi malam, karena awan hitam lambat laun menguasai langit yang cerah itu.

Tiba-tiba....

BRAAAKK!!

"Bagus ya, telfon gue gak diangkat"

Suara pintu yang dibuka dengan kasar menggelegar dari belakang pria itu. Suara nyaring seorang perempuan yang marah karena telfonnya tidak diangkat menggelegar, nyaring seperti petir saat hujan badai menyerang. Suara hentakkan hak tinggi pun mengalun seperti musik dan mulai mendekatinya. Sadar bahwa pria ini tak lagi bisa menghindar, ia pun berbalik perlahan. Wanita yang cantik, dengan tubuh yang molek dan rambut yang di cat warna merah wine, berdiri didepannya. Memang dia cantik, tapi tidak ada yang lebih cantik dari Mia

"Rhea..."

"Apa? Apa alasannya sekarang? Kenapa lo bisa gagal sih?"

Rhea tanpa basa-basi meluapkan emosinya pada Kevin. Wanita itu hampir mendapatkan Nicholas untuk dirinya sendiri dan Kevin nyaris mendapatkan Mia seutuhnya. Rencana mereka, hampir berhasil

"Gue gak gagal"

"Gak gagal apanya? Sekarang Mia balik lagi kan ke Nicholas? Lo bukannya pertahanin dia atau berbuat sesuatu gitu?! Kenapa lo biarin Mia ikut Nicholas???"

Rhea nyaris berteriak di depan wajah Kevin. Wajahnya Rhea pun mulai memerah, kuku-kuku lentiknya menancap kuat di telapak tangannya sendiri.

"Mangsa akan datang sendiri. Kalau itu maunya, apapun yang dilakukan Nicholas, gak akan berhasil bikin Mia kembali lagi ke dia"

"Maksud lo?"

Kevin dengan santai menyesap alkohol yang ada di gelasnya. Matanya menatap lekat-lekat gelas yang dia genggam dan dengan santainya dia menaruh gelas itu diatas meja dan memutar gelas itu 360 derajat

"Lo pasti mikir kenapa gue lepasin Mia?"

Mata Kevin sekarang tertuju tajam pada Rhea

"Ya jelas! Itu kan yang lo lakuin? Buktinya sekarang Mia ada sama Nicholas! Kalau lo gak lepasin Mia, sekarang dia ada disini, sama lo!"

"Seperti yang gue bilang, mangsa akan datang dengan sendirinya. Lo pikir gue biarin Mia pergi tanpa perhitungan? Gue gak sebodoh itu Rhea"

Kevin berjalan memutar meja kerjanya dan kini berada tepat di depan Rhea. Dagu Rhea diraih dengan kasarnya oleh Kevin dan mendekatkannya wajahnya sendiri ke wajah Rhea

"Gue gak sebodoh yang lo pikirin. Mia akan kembali ke gue dan lo akan dapetin Nicholas"

Rhea menyentak tangan Kevin yang otomatis melepas cengkaraman jarinya di dagu Rhea

Kevin mendudukkan setengah bokongnya diatas meja kerjanya. Tangan nakalnya mengelus paha bagian samping Rhea

"Kenapa Nicholas gak tertarik sama lo?"

"Jangan sentuh-sentuh gue!!"

Kevin tertawa kecil melihat reaksi Rhea. Perempuan ini cocok jadi perempuan malam, entah apa yang ada dibenaknya sehingga dia yakin bisa dapatkan Nicholas

"Mia mungkin sekarang sedang bertengkar dengan Nicholas sekarang. Mungkin juga Mia sedang bertikai dengan dirinya sendiri. Pergolakan batin dan pikiran Mia, kemungkinan besar akan menguntungkan kita berdua. Gue memang culik dia dan paksa dia untuk ada disamping gue, tapi untuk yang kedua kali dan terakhir kali, dia akan datang ke gue dengan sukarela. Menyerahkan cintanya untuk gue dan apapun yang Nicholas lakukan, pilihan Mia jatuh ke gue"

"Lo bisa jamin itu?"

Kevin menganggukkan kepalanya, menandakan ia yakin dan bisa menjamin itu akan terjadi. Sekarang Kevin hanya menunggu buah yang dia tanam dipikiran Mia.

"Lo yakin Mia gak akan tau kebenaran yang sebenarnya?"

Rhea dan Kevin saling menatap. Rhea menatap Kevin dengan tatapan ragu dan sedikit takut sedangkan Kevin menatap Rhea dengan tatapan tidak percaya kalau Rhea mempertanyakan hal tersebut

"Mia gak akan tau. Orangtuanya meninggal, rumahnya terbakar dan gak ada jejak apapun tentang kejadian yang sebenarnya. Ditambah lagi Ayah Nicholas dan ayah gue pun juga meninggal. Gak ada celah untuk Mia ataupun Nicholas untuk tau apa yang terjadi"

Detak jantung Rhea entah kenapa mulai bergemuruh kencang. Cerita karangan Kevin dan Ayahnya tentang kejadian terbunuhnya keluarga Mia memang terdengar kuat dan masuk akal, semua bukti-bukti yang digunakan pun sangat-sangat kuat, meskipun banyak dari bukti-bukti itu palsu. Cerita yang memutar balikkan fakta kalau sebenarnya dalang dari semua kejadian ini bukan ayahnya Nicholas. Terlebih lagi, Ayah Kevin yang merebut Ibunya Nicholas pun membuat Rhea berfikir, sejahat apa sebenarnya keluarga von Dyke ini? Sampai kapan bangkai ini bisa tertutup? Sampai kapan kebohongan ini bisa membantu mereka? Rhea mulai sadar, kalau dia terlibat dengan orang yang....salah....

"Nicholas punya banyak koneksi Kev, lo gak..."

"Iya gue tau. Dia bisa melakukan apapun dengan uangnya. Tapi lagi-lagi, semua orang yang tau tentang ini sudah terkubur 2.5 meter dibawah permukaan tanah, kecuali gue"

Kevin tiba-tiba berdiri dan berjalan perlahan ke arah Rhea. Tatapan Kevin sangat menyeramkan, bukan seperti tatapan Kevin yang biasanya. Rhea mulai ketakutan dan mulai berjalan mundur sedikit demi sedikit. Hingga betisnya menyentuh sisi sofa dan badannya terjatuh kebelakang. Kevin merayap keatas tubuh Rhea, kakinya membuka kaki Rhea dan kini pinggul mereka berdua bertemu. Kevin menekan pinggul Rhea hingga membuatnya tak bisa bergerak, satu tangannya mencengkram kedua pergelangan tangan Rhea dan satu tangannya mencengkram wajah Rhea dibagian pipi

"Dan lo, kalau lo masih mau hidup dan dapetin Nicholas. Kalau lo berubah pikiran, seperti yang ayah gue ajarkan, jangan pernah tinggalkan saksi mata yang masih hidup"

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Rhea

"Paham, princess"

Rhea menganggukkan kepalanya tanda setuju dan anggukannya itu berbuah senyum licik nan menyeramkan dari Kevin. Tak lama, kecupan dan hisapan mendarat di leher mulus Rhea


River


THE TEMPTATION (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang