🔞🔞🔞🔞 3/4 dari buku ini isinya 21+ 🔞🔞🔞🔞
Read at your own risk
Nicholas Payne, laki-laki maskulin, cerdas dan sangat tampan, berusia 27 tahun pemilik club malam terbesar di Amerika, pemilik perusahaan penyewaan tentara bayaran, The Punisher da...
Ah rupanya mereka masih disini. Bagaimana aku menghadapi Nicholas? Aku takut, takut sekali, tapi rasa marahku juga tidak kalah dari rasa takutku. Apa aku bisa menghadapi Nicholas seorang diri?
"Mia, istirahat lah. Aku akan menjengukmu lagi nanti"
Belaian tangan lembut Maria bagaikan hembusan angin lembut di musim panas. Belaian seorang Ibu yang nyaris aku lupakan karena begitu banyak kenangan menakutkan yang menyangkut keluargaku. Aku mengangguk lemah, diselimutinya diriku oleh Maria
Tubuh tua ringkih itu menghilang dibalik pintu yang kini sudah tertutup. Aku balikkan badanku menghadap jendela besar balkonku. Matahari yang terik, pohon dengan dedaunan yang hijau, ada beberapa ekor burung bermain-main didahan. Apa yang aku lakukan di kehidupanku yang lalu, sehingga aku membayar karmanya sekarang? Ayah, Ibu, Kakak, aku ingin ikut bersamamu....
Entah apa yang dilakukan otakku. Ada dorongan yang begitu besar untukku bangun dari kasur ini. Ku buka lebar-lebar lemari pakaian yang berisi banyak baju-baju dan gaun-gaun super cantik disana. Kali ini Nicholas harus mendengarkanku! Ku teliti satu-demi satu gaun yang tergantung disana dan pilihanku jatuh pada gaun dengan tali spagetti berwarna putih berbahan satin. Aku tau, Nicholas pasti akan memperhatikanku kalau aku memakai ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku dengan segera mengambil gaun ini dan pergi ke kamar mandi. Aku harus buru-buru. Aku sisir rambutku dan ku tata rapi rambut panjangku ini. Aku poles sedikit wajahku dengan beberapa make-up yang tersedia. Jelas, mataku yang sembab tidak bisa disembunyikan, tapi setidaknya, bedak, consealer, dan lipstik cukup untuk merias wajahku yang bengkak ini.
Sebelum aku pergi, aku melihat refleksi diriku sendiri di cermin besar di kamar mandi. Detak jantungku bergemuruh, nafasku seakan-akan ingin melaju kencang, tapi otakku memaksa untuk paru-paruku bekerja seperti biasanya. Ayo Mia, bernafas lah pelan-pelan. Kalau memang ini adalah akhir hidupmu, bukankan itu bagus? Kamu akan bersama orangtuamu dan berhenti menjadi budak Nicholas. Kamu juga akan mati ditangan orang yang membunuh keluargamu...
Ku mantapkan keinginanku dan dengan segera aku berlari turun ke arah ruangan kerja Nicholas. Dengan pakaian seperti ini, jelas aku menjadi pusat perhatian para pelayan dan bodyguard disana. Sesaat aku sampai didepan pintu double kayu yang besar itu, nafasku tercekat, kepalaku pusing. Ada sedikit perasaan dimana aku tidak mau melakukan ini dan ingin lari ke kamarku lagi. Tapi tidak, aku sudah sejauh ini, aku sudah ada didepan pintu ini.
Tanpa basa-basi, tanpa mengetuk, aku mendorong pintu itu hingga terbuka lebar. Nicholas....pria itu, sungguh tampan. Duduk dibelakang meja besarnya. Satu tangannya bersandar dibantalan lengan sebelah kiri dan beberapa buku jarinya mengepal dan tangan satunya sedang memegang berkas yang entah isinya apa. Dari raut wajahnya, dia sama sekali tidak terkejut, ketika pintu terbuka, dia hanya mengalihkan matanya dari berkas ditangannya, menuju ke arahku. Tatapan mata seekor rumah yang siap memangsa domba lemah. Yang terkejut adalah Travis, dia duduk membelakangi pintu, menghadap Nicholas dan dia seketika membalik badannya dan melihatku.