42

1.8K 95 10
                                        

Hari ini Roni, Salma dan semua temannya sedang berkumpul di rumah papa ada dan mama Amelia, rencananya mereka akan menginap karena besok adalah hari Minggu.

"Kak Roni, aku pengen makan sosis bakar deh, bikin yuk"- Salma

"Kamu masak aja sana sal, kan kamu pinter masak"- Roni

"Aku mau nya bakar-bakaran di halaman belakang kak"- Salma

"Elahh sal ngerepotin Roni aja lu, gak liat nih kita semua lagi ngobrol"-bella

"Maaf kak, aku gan bermaksud ganggu obrolan kalian, aku cuma mau ngajak kak Roni aja kok"-salma

"Ya sama aja"-bella

Saat mendengar ucapan Bella yang menatapnya begitu tajam, Salma langsung menunduk saja.

"Yaudah sal gimana kalo gue aja yang nemenin Lo di belakang"-kaluna

"Nah iya kita juga ikut sal nemenin Lo"-all girls

"Gausah gais, kapan-kapan lagi aja, udah gak pengen juga"-salma

Padahal dalam hatinya ia sangat menginginkan hal itu tetapi karena sudah di tegur oleh Kaka iparnya ia jadi berubah fikiran.

"Udah Ron kamu temenin aja istri kamu itu ya, mungkin dia emang lagi pengen banget"-mama Amelia

"Udah ayo kalo emang mau"- Roni, lalu ia berdiri dan melangkahkan menuju halaman belakang

"Nyusain aja"- gumam Roni yang masih bisa di dengar oleh Salma

Salma dan teman-temannya pun mengikuti Roni ke belakang, sedangkan mbok Sri sudah di suruh untuk menyiapkan apa saja yang mereka inginkan

Tepat jam 12 malam nanti adalah hari ulang tahun Roni, semuanya sudah Salma persiapkan di lantai 3 tanpa sepengetahuan suaminya.

"Nih sal, udah Mateng nih sosisnya jangan lupa di makan"-roni

"Ihhhh makasih kak Roni udah masakin aku"-salma

"Iya sama-sama, kalo gitu gue masuk dulu ya"-ucap Roni dan Salma pun mengangguk.

"Gais doain ya surprise buat kak Roni nanti berhasil, jujur gue takut banget kalo sampe gagal"-salma

"Iya sal pasti berhasil kok, ntar kita bantu ya"-bang nayl

Pukul 00:00

Roni yang sedang tertidur di kamar pun di bangunkan oleh Paul, dengan alasan ia melihat Salma menangis di lantai 3.

Awalnya Roni biasa saja saat mendengar itu bahkan ia seperti tidak niat untuk bangun, tetapi di paksa oleh Paul barulah ia bangun.

Saat sudah berada di depan tangga menuju lantai 3 tiba-tiba saja Paul menutup mata Roni.

"Yaelah ul, ngapa pake di tutup segala sih, susah nih jalannya"-oceh Roni

"Tenang aja, sini gue bantu jalan nya"-paul

Sesampainya di atas, Paul memberi kode ke semua orang yang ada di sana termasuk Salma yang sedang memegang kue ia langsung mendekat ke arah Roni.

SURPRISE

kaget? Tentu saja Roni tidak berfikir akan langsung diberi surprise malam ini juga, ia melihat Salma yang berada di depannya dengan senyum manis.

"Make a wish dulu KA baru tiup lilin"-salma

Roni pun menurut ia melipat kedua tangannya memanjatkan doa dan harapannya, lalu meniup lilin.

"Yeyy happy birthday kak Roni"-salma

"Makasih sal"-roni

"Ohiya kak Roni coba liat ke ujung sana"

Ucap Salma sambil menunjuk layar yang berada di sudut ruangan di sana berisikan video tentang ucapan terimakasih Salma untuk Roni yang sudah menjaganya selama ini.

Saat sedang fokus mendengar dan melihat video itu semua orang disana di buat terharu kecuali satu orang. Saat video itu selesai, tiba-tiba saja muncul sebuah foto yang membuat mereka semua kaget.

"Sal, itu kamu?"-roni

"Enggak kak bukan, itu bukan aku"-salma

"Bukan gimana lagi sih sal, itu jelas banget loh muka Lo sama cowok lagi di lobby hotel"-bella

Ya, foto itu memperlihatkan Salma sedang berada di hotel dengan seorang lelaki.

"Sal, itu beneran Lo?"-syarla

"Sal jelasin ke kita sekarang, itu kamu nak?"-papa Adi

"Gimana bukan dia sih pa, orang jelas banget itu mukanya"-bella

Jangan tanyakan Roni, dari tadi ia sudah mengepalkan tangannya karena emosi

"JAWAB SALMA"- teriak Roni

Salma yang kaget pun sontak menjatuhkan kue yang sedang ia pegang.

"Jawab gue sekarang sal, ITU LO ATAU BUKAN"

"Bukan kak sumpah aku aja gak tau laki-laki itu siapa"- jawab Salma dengan terbata-bata

"Kalo Lo gak kenal kenapa Lo ada di foto itu, hah"

"Aku gak tau kak dari mana foto itu"

Tiba-tiba Roni menarik tangan Salma dan menyeretnya ke lantai bawa, semua yang menyaksikan itu pun mengikuti mereka.

"Kak Roni hiks pelan-pelan kak tangan aku sakit, jangan kayak gini" ucap Salma dengan deraian air mata yang sudah mengalir sejak tadi.

Roni membawa nya kedalam kamar dan menutup pintu kamar itu dengan sangat kencang

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang