Keesokan harinya, seperti biasa Paul selalu mengantar Salma dan juga Alea. Ia dan Salma mengantar Alea terlebih dahulu barulah Paul mengantar Salma karena kebetulan jalan ke kantor dan ke toko bunga itu searah.
"Mmm kak Paul, aku boleh minjemn uang gak? 250ribu aja kok"
"Minjem uang? Buat apa sal?"
"Kan Alea lusa ulang tahun yang ke 6. Aku rencana mau ngasih dia kue soalnya kan dari dulu dia pengen banget tiup lilin. Terus aku juga mau beliin dia ayam crispy"
"Ohiya aku sampai lupa lusa adik ulang tahun."
"Iya kak, boleh gak? Aku belum gajian soalnya, nanti aku ganti kok"
"Boleh sal, masalah gantinya gausah dipikirin"
"Makasih banyak ya kak, besok aja baru aku ambil ya, aku turun dulu takut kena marah soalnya kalo telat"
"Yaudah kalo gitu semangat ya kerjanya"
"Iya kak, kakak juga ya"
***
Disisi lain saat ini Roni sedang meeting bersama rekan kerja nya tentu saja ditemani oleh kaluna sekertaris nya, mereka membicarakan tentang proyek yang akan mereka kerjakan kedepannya.
"Huhhh akhirnya beres juga ya kak"
"Iya lun, gue mau langsung balik ke rumah Lo ntar di antar sama supir gue aja ya"
"Oh iya kak"
Roni memang meminta kaluna tetap memanggilnya 'kak' sama seperti waktu mereka masih kuliah dulu
Selesai meeting, Roni memutuskan untuk pulang ke rumah saja sekalian makan siang. Hari ini banyak pekerjaan yang menguras tenaga nya, nanti setelah makan siang juga masih ada meeting lagi, sunggu hari yang melelahkan.
Sesampainya di rumah Roni langsung menuju kamarnya dan melepas jas yang ia gunakan, ia duduk di ujung kasur dan mengambil sebuah foto yang ia taruh di atas nakas
"Kamu dimana sekarang sal? Kenapa susah sekali buat aku nemuin kamu. Benar sal, penyesalan selalu datang di akhir dan itu yang aku rasain sekarang"
"Aku nyesel banget sal perlakukan kamu seperti itu dulu, aku udah jahat banget sama kamu, aku mau minta maaf sama kamu tapi sepertinya kamu udah gak mau ya ketemu aku lagi?"
"Balik sama aku yuk sal, aku kangen banget sama kamu. Aku rela Nebus semua kesalahan aku, gimana pun caranya. Maafin aku Salma"
Perlahan air mata Roni luruh sambil ia mengusap foto pernikahan nya dengan Salma. Walaupun senyum di foto itu hanyalah senyum palsu, tetapi fotonya terlihat sangat indah.
***
Hari ini adalah hari dimana gadis kecil bernama Alea aurelia Mahendra genap berusia 6tahun.
Bangun pagi Salma menatap sendu anaknya yang masih tertidur pulas, hari ini adalah hari Minggu jika hari Minggu Alea akan bangun sedikit telat.
Perlahan Salma membangunkan anaknya itu, ia mengusap lembut pipi Alea.
"Sayang bangun yuk"
"Eughh bunda"
"Iya sayang bangun yuk"
Perlahan mata Alea mulai terbuka
"Morning bunda"
"Morning Sayang"
"Anak bunda hari ini ulang tahun ya? Selamat ulang tahun ya sayang, semoga anak bunda makin pinter, sehat selalu, makin rajin belajar nya. Pokoknya doa bunda yang terbaik buat Alea"
"Maaf ya sayang, ulang tahun kali ini kita belum bisa tiup lilin kayak yang Alea mau, bunda belum punya uang nak. Nanti kalo bunda punya uang kita beli kue yang Alea mau ya, terus kita juga beli ayam crispy yang alea mau"
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
