96

1.6K 138 3
                                        

Setelah makan bersama kini mama Amelia dan papa Adi sudah pulang, tersisah ayah bagash, Roni dan Salma yang sedang menggendong chio, mereka berada di ruang tamu

"Kalian istirahat gih, capek kan pasti. Bobo siang dulu sana"-ayah bagash

"Ayah masih mau ke kantor?"-salma

"Iya sal, ayah masih ada meeting, soalnya meeting tadi pagi ayah geser ke siang"

"Yaudah ayah hati-hati ya, ingat jangan terlalu capek"

"Iya nak, yaudah ayah berangkat dulu ya"

Ayah bagash pun pergi ke kantor, tersisah Salma dan Roni di ruang tamu.

"Kak kita juga istirahat yuk"

"Yaudah kamu ke atas gih, aku mau ke kamar juga mau bobo, capek banget"

"Loh? Kamar kita kan di atas kak"

"Kamar kita?"

"Kak sekarang semuanya sudah membaik, gaada yang perlu di takutin lagi. Kita boleh sekamar lagi sekarang"

"Ohiya Kaka lupa hehehe. Yaudah ayo ke atas kasihan adek udah bobo juga. Ohiya Lea udah tidur juga?"

"Udah kak, tadi di kasih tidur sama mama sebelum mama pulang"

"Ohh yaudah yuk"

Salma berjalan lebih dulu dan di ikuti Roni di belakangnya.

Sesampainya di kamar, ia tak langsung masuk, ia mengedarkan pandangannya melihat seisi kamar itu.

"Kak ayo masuk"

"Aku ijin masuk ya sal"

"Masuk aja kak, ini sekarang kamar Kaka juga kok"

"Adekk udah kamu taruh di kasurnya?"

"Udah kak"

"Yaudah sekarang kita tidur yuk, ngantuk banget nih"

"Let's go sayang. Kangen banget aku mau tidur sambil peluk kamu"-roni

"Dihhh modus banget, gaada ya tidur sambil peluk. Peluk aja itu guling"

"Kok gitu, kita udah lama loh ga tidur bareng, kamu gak kangen emang?"

"Enggak tuh, biasa aja. Udah ah aku mau tidur"-ucap Salma sok jual mahal

"Sayang plisss, aku mau tidur sambil di peluk kamu. Aku tuh juga mau di kelonin tau kaya adek kalo mau bobo"-ucap Roni dengan nada manja, membuat Salma langsung menoleh menatapnya

"Kenapa tuh bibir nya maju kayak gitu, udah kayak bebek aja"

"Sayang pwiss, mau Bobonya di kelonin. Aku kangen banget tau"

Salma yang tak kuat gemes melihat suami nya begitu, ia langsung memeluk Roni dan mengelus rambut suaminya itu.

"Aduhhh gemesh banget ini bayi gede aku. Mau bobo di kelonin juga?"

"Hehehe iya, maaf ya kalo aku banyak maunya, nanti kalo aku udah tidur kamu boleh lepas kok peluk nya kalo kamu gak nyaman"

"Nyaman kok kak. Yaudah tidur gih, meremin ya matanya"

"Mau sambil nen juga kayak adek"

"Heh!! Kalo itu gaboleh, nen nya cuma buat adek"

"Hahaa Kaka becanda sayang"

"Yaudah tidur"

Salma terus mengelus rambut Roni dengan sayang, saat sudah mulai merem tiba-tiba lelaki itu kembali membuka matanya

"Sayang"

"Apa lagi kak? Udah mau bobo loh ini, ntar keburu adek bangun lagi"

"Iya maaf. Aku cuma mau bilang makasih sama kamu, makasih masih mau terima aku di hidup kamu"

"Gausah bilang makasih terus. Aku cuma minta sama kamu, jangan diulangi lagi ya kak? Aku bener-bener takut kalo liat kamu marah lagi"

"Janji sayang!! Aku janji gaakan ulangi lagi. Aku minta kamu selalu ingatin aku ya, kalo aku mulai lepas kendali lagi, tapi aku juga bakal berusaha buat gak emosi lagi depan kamu"

"Emosi boleh kak, pasti ada aja yang bisa buat kita emosi. Cuma aku minta jangan lampiasin itu semua dengan kekerasan"

"Janji sayang. Aku janji bakal berubah"

"Yaudah tidur lagi ya"

"Iya sayang"

****

"Tujuan ayah ngumpulin kalian semua disini karena ada yang mau ayah sampaikan, dan ini sangat-sangat penting"

"Apa itu ayah?"-roni

"Ini soal masalah rumah tangga kalian, dan juga kasus tabrak lari Alea"

"Ayah udah dapat buktinya?"-salma

"Udah, dan ini rekaman video cctv di jalan depan sekolah Lea"

Salma, Roni dan juga kedua ortu Roni melihat video yang di perlihatkan oleh ayah bagash.

"Pa bukannya ini nomor mobil nya Zara?"-mama Amelia

"Iya benar ma. Tapi masa sih Zara tega tabrak Lea"

"Bisa saja pak Adi. Karena menurut bukti yang saya dapat lagi, orang yang  memberikan buket bunga kepada Salma dan Roni waktu acara 4 bulanan itu juga Zara"

"Ayah tau dari mana?"-salma

"Ayah suruh anak buah ayah cari tau, dan mereka paksa satpam yang jaga waktu itu untuk ngomong"

"Jadi ini semua ulah Zara?"- ucap Roni tidak habis pikir

"Terus tujuannya Zara nabrak Lea itu apa?"

"Gini Ron, waktu Zara kamu usir dan dia pindah ke rumah mama, waktu itu mama sempat pergoki dia lagi di kamar kamu ngambil kaos kamu, terus dia cium-cium gitu"

"Hah? Buat apa?"

"Bisa saja dia suka sama kamu Ron"-mama Amelia

"Gak mungkin dong ma, dia kan sepupu aku"

"Tapi bisa jadi mas. Waktu kita masih tinggal bareng aja, dia terus ngomporin kamu buat makin benci sama aku. Nah bunga yang dia kirim itu awal dari rencana dia buat hancurin rumah tangga kita"

"Benar yang di bilang sama Samma Ron. Dia kirim bunga itu supaya kalian bertengkar, nah saat dia tau kalian sudah tidak baik-baik aja di situ dia datang ke rumah kamu dan semakin memperkeruh suasana. Dan tujuan dia nabrak Lea itu, supaya kamu gak ada ikatan lagi sama Salma, karena walaupun kalian cerai waktu itu, masih ada Alea yang jadi jembatan kalian untuk terus berhubungan"-jelas ayah bagash

"Kurang ajar!!! Roni benar-benar gak nyangka dia bisa gitu"-roni

"Sekarang dia di mana ma?"

"Setelah Lea masuk rumah sakit waktu itu, dia pamit katanya mau ke Surabaya ke rumah neneknya, tapi sekarang gatau dia masih disana atau enggak"-mama Amelia

"Roni bakal cari dia sampai ketemu, ayah kirim aja buktinya ke Roni biar Roni yang laporin dia"

"Kak gausah ya, dia kan sepupu kamu masa kamu tega masukin dia ke penjara"

"Gak sal kali ini kita harus bertindak, kemarin dia udah berani nabrak Lea, gimana kalo besok dia ulangi lagi, ke kamu atau ke keluarga kita yang lain"

"Sal udah yang dibilang Roni memang benar, dia harus dapat hukuman"-papa Adi

"Yaudah deh pa Salma nurut aja. Yang penting nanti kalo ketemu jangan sampai terjadi kekerasan ya, cukup serahin aja ke polisi"

"Iya sayang pasti"-roni

*****
Segini dulu ya

Part selanjutnya adalah part bucin nya Roni ke Salma, jadi jangan bosan-bosan buat baca cerita aku, terimakasih

Jangan lupa VOTE

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang