55

2.4K 173 6
                                        

"mau makan lagi sal? Tadi kan makannya cuma dikit"-roni

"Enggak kak, mual kalo makanan masuk"-salma

"Yaudah deh"-roni

"Huufh, sepi banget ya"-salma

"Besok mereka datang lagi kok, ya"-roni

Salma hanya mengangguk lagi membaringkan tubuhnya kembali.

"Sal"

"Hmmm"

"Boleh aku ngomong sama kamu?"

"Ngomong aja kak"

"Kamu belum bisa jawab ajakan aku kemarin?"

"Huff. Maaf kak aku masih takut buat balik sama kamu, hati aku masih sakit setiap ingat kejadian itu"

"Aku janji sal aku akan hilangin rasa takut kamu itu. Aku yang menimbulkan trauma aku juga yang akan menghilangkan nya"

"Aku pikirin lagi ya kak"-salma

Salma memang sangat trauma dengan kejadian itu, setiap dia mendengar orang berteriak, setiap dia ingat bahwa ia pernah di tendang oleh suaminya sendiri, badannya langsung gemetar, seperti tadi saat teman-temannya menjenguknya.

Flashback

Saat ini mereka sedang berbincang biasa saja, namun entah kenapa syarla tiba-tiba Saja berteriak, hal itu membuat Salma kaget dan langsung gemeteran.

Roni yang duduk di sebelah nya pun menyadari hal itu, namun ia bingung harus apa.

"Sal, hey kenapa kok gemeteran gitu"-roni

Namun Salma diam saja sambil menutup telinganya, dengan badan yang sangat gemetar.

"Tenangin dulu Ron, apa mungkin karena denger syarla teriak?"-bang nayl

"Sal udah ya tenang aja, gaada yang nyakitin kamu kok ya"-roni. Ia memeluk Salma berusaha memberikan ketenangan

Flashback off

Di sisi lain, Alea sedang bermain di ruang tamu seorang diri, tadi nya bersama Paul tapi Paul sedang ke toilet.

Ia bermain dengan sedang, sambil berteriak kegirangan.

"Aduhhh diem deh ribut banget sih. Kayak gak pernah main aja"-teriak mama Paul

Alea yang kaget langsung terdiam dan menatap ke arah mama nya Paul.

"Apa kamu liatin saya seperti itu. Saya minta sama kamu jangan teriak-teriak di rumah saya atau saya usir kamu dari sini"-ucap mama Paul sambil mencengkram dagu Alea

"Ma, mama apaansih kok kayak gitu ke anak kecil"-paul

"Ya karena dia ribut dan saya tidak suka keributan"-mama Paul

"Ya namanya juga anak kecil ma, kan dia lagi main"-paul

"Udah deh kalian berdua tuh sama aja. Sama-sama anak pembangkang, dan bodoh, apalagi kamu anak kecil yang gapunya ayah. Mending kalian pergi aja dari sini, saya gak mau liat muka kalian berdua"-mama Paul

Paul langsung membawa Alea keluar dari rumah itu, daripada Alea harus mendengar kata-kata yang tidak pantas untuk ia dengar.

Di mobil Alea terus merengek ingin bertemu dengan Alea, jadi terpaksa Paul pun membawanya ke rumah sakit bagaimana pun caranya nanti yang penting anak kecil itu bertemu dengan bundanya.

"Bundaaa"

"Hay sayang, kok bisa masuk ke sini nak"-salma

"Iya tadi ompa yang bicara di bawah"

"Aduhhh kangen banget ya sama bunda"

"Iya bunda"

"Ohiya bunda, bener ya Alea gapunya ayah?"-alea

"Loh kok nanya gitu sayang, emangnya kenapa?"

Tanya Salma bingung dengan kedatangan anaknya yang langsung bertanya seperti itu

"Tadi kata nenek, Alea anak yang gapunya ayah. Emangnya ayah Alea kemana bunda kok gak pernah nemuin Alea? Apa ayah gamau punya anak kayak Alea?"

"Hey, anak bunda gaboleh ngomong g kayak gitu ya. Alea punya ayah kok, jangan dengerin omongan nenek ya sayang"

"Tapi bunda, kalo Alea punya ayah, Alea mau ketemu sama ayah nya Alea"

Salma hanya diam lalu menatap Roni dan Paul secara bergantian

"Ini ayah sayang, maaf gara-gara ayah kamu sedih seperti ini. Ayah janji setelah semuanya membaik nanti ayah akan bahagiakan kamu dan bunda nak"

Roni menunduk dan menangis mendengar ucapan Alea barusan.

Salma juga menjadi tak tega melihat anaknya yang memang sudah sering menangis dan menanyakan keberadaan ayahnya.

Roni mendekat ke arah Salma untuk membisikkan sesuatu

"Sal, boleh aku kasih tau Alea kali aku ayahnya? Jujur sal aku gak tega liatnya"-roni

"Tapi kak, aku belum siap kalo Alea tau sekarang"-salma

"Kamu percaya sama aku ya? Aku gak akan maksa kamu buat rujuk cuma karena aku kasih tau Alea yang sebenarnya"-roni

Cukup lama Salma diam memikirkan ucapan Roni, sedangkan Salma terus saja mengangguk. Salma mendongak menatap Paul, dan melihat Paul menganggukkan kepalanya.

Salma pun kembali menatap Roni dan mengangguk kepalanya, Roni t
Yang melihat itu tersenyum lalu berjongkok di hadapan Alea.

"Alea cari ayah ya sayang?"-roni

"Iya om baik, Alea sedih karena Alea gapunya ayah seperti teman-teman Alea"

"Alea punya ayah kok sayang jangan nangis ya"

"Mana ayah Alea om? Ayah Alea gaada di sini"

"Ayah Alea ada di sini sayang"

"Mana om"

"Om baik ini adalah ayahnya Alea"

"Bohong. Om baik bukan ayahnya Alea"

"Om baik ini ayah kamu nak. Maaf kalo om baik gak bilang dari awal karena sebenarnya ayah udah siapin surprise buat kamu, tapi surprise nya harus gagal karena kamu udah tau"

Alea tampak bingung mendengar ucapan Roni, ia beralih ke arah bundanya.

"Bunda, benar om baik itu ayah nya Alea?"

Lama Salma berfikir, namun ujung-ujungnya ia pun menganggukkan kepalanya.

"Benar sayang, om baik itu ayahnya Alea"

Alea tersenyum lalu berbalik menatap Roni, Roni pun merentangkan tangannya tanda untuk meminta Alea memeluknya. Melihat hal itu, Alea Pun langsung menubruk tubuh Roni.

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang