80

1.7K 166 30
                                        

"SALMA"

teriak Roni memasuki rumah, semua orang rumah pun kaget dan langsung turun menemui Roni.

"Ada apa Mas kok teriak - teriak?"

"Lo bisa gak sih diem aja di rumah gak usah buat ulah di luar, semua rekan kerja gue itu kenal sama Lo. Dan hari ini Lo udah buat gue MALU"

"Malu apa mas, aku gak ngelakuin apa-apa"

"Masih mau ngelak Lo, iya?"-ucap Roni dengan mencengkram dagu Salma

"Mas sakit"

"Ini belum seberapa dengan rasa malu gue hari karena Lo"

"Lo kerja di cafe sebagai pelayan kan?  Dan tadi ada rekan kerja gue yang cerita dan mereka semua tertawa karena tau istri seorang CEO bekerja di cafe"

"Lo tuh emang biang masalah tau gak"

"Hiks hiks mas lepas, sakit"

"Gue gaakan lepasin Lo kali ini sini ikut gue"

Roni menari Salma dengan kuat ke atas kamarnya, entah apa yang akan ia lakukan saat ini

'ya Allah tolong ibu, jangan sampai bapak lukain ibu ya Allah'

Sesampainya di atas Roni langsung membuat ikat pinggangnya,  membuat Salma takut.

Plak

"Ini buat Lo karena udah buat malu gue hari ini"

Plak

"Dan ini karena Lo udah gak jujur sama gue"

Plak

"Ini karena Lo gak ijin sama gue sebelum Lo ngelakuin sesuatu"

Plak

Plak

Plak

Pukulan itu terus Roni layangkan pada belakang Salma menggunakan ikat pinggangnya, Salma sama sekali tidak memberontak ia hanya diam saja sambil menangis.

"Hiks kak sakit, tolong jangan pukul Salma lagi"

"Bisa gak sih Lo diem aja di rumah, kalo udah kayak gini gue sendiri yang malu"

"Maaf  mas aku harus kerja karena uang aku udah habis, kamu juga larang aku buat makan di rumah ini kalo aku gak kerja aku harus makan apa?"

"Maaf juga karena udah buat kamu malu"

"Gue gak mau denger lagi kalo Lo masih kerja"

"Iya mas"

Hari semakin larut, kini Roni dan seisi rumah sudah benar-benar tidur.

Salma mengambil koper yang ada di atas lemari dan mulai mengemasi barang-barangnya.

"Maafin aku mas, aku harus pergi sekarang demi kesehatan mental aku. Maaf untuk semua kesalahan aku selama ini, aku nyerah mas aku udah gak kuat"

"Aku pamit ya, aku akan jaga anak-anak kita dengan baik"

Ia kecup kepala Roni sebelum ia benar benar pergi dari rumah itu.

Ia membangunkan Lea terlebih dahulu lalu membereskan semua barang-barang anaknya, lalu mereka keluar.

Di luar sudah ada taksi yang menunggu, mereka langsung masuk dan menuju rumah ayah.

Ia tidak tau bagaimana reaksi Diman nanti saat melihatnya apakah kakak nya itu bisa menerima dirinya seperti ayah dan abangnya, Salma tidak tau.

Ia tidak tau harus kemana sekarang dan juga sudah larut malam, tidak mungkin ia membawa Lea di jalanan malam-malam begini.

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang