"Besok kalo Ara udah boleh pulang, Ara ikut sama ayah aja ya nak? Ayah takut nanti kamu di kasarin sama suami kamu"-ayah Bagas
"Ayah, mas Roni ga mungkin kasar sama Ara kan Ara istrinya mas Roni baik kok. Gapapa ya kalo Ara tinggal sama mas Roni dulu"-salma
"Yaudah ayah ga bisa paksa kamu, yang penting kalo ada apa-apa langsung telfon ayah atau Abang ya"
"Iya ayah, makasih banyak"
"Ohiya kak diman apa kabar yah?"
"Kak diman baik nak, kamu mau ketemu sama dia?"
"Mmm mau sih ya tapi Ara masih takut, nanti aja ya kalo Ara udah siap"
"Boleh sayang senyamannya kamu aja"
'ya Allah makasih ini yang aku mau selama ini, tapi kenapa aku harus kehilangan mas Roni, aku mau semuanya kumpul dan gaada yang pergi dari hidup aku'
****
"Roni, kenapa kamu gak ke rumah sakit? Istri dan anak kamu lagi di sana berjuang kamu malah enak-enakan di rumah, papa gak pernah ajarin kamu untuk jadi laki-laki brengsek ya"
"Pa ayo lah, aku gamau bahas itu sekarang. Salma juga pasti gapapa paling cuma keram aja kok perutnya"
"Cuma keram kamu bilang? Kamu gatau kan rasa sakitnya itu gimana? Dengan entengnya kamu bilang begitu"
"Pa udah deh Roni gamau bahas dia Roni juga butuh waktu"
"Terus menurut kamu istri kamu itu gak butuh waktu? Dia lebih sakit di posisi ini, dia selalu aja di fitnah dan dengan bodohnya kamu selalu percaya dan gak pernah percaya sama istri kamu sendiri"
"Kamu mau gila lagi? Kamu mau seperti dulu lagi saat semua nya sudah terbukti bahwa bukan dia yang salah. Kamu mau kehilangan dia untuk ke2 kalinya? Salma sudah bilang dulu bahwa ini kesempatan terakhir dari dia"
"Sudah banyak sekali kesempatan kesempatan yang Salma kasih ke kamu dan kamu gak bisa jaga kepercayaan dia. Papa kecewa sama kamu Ron"
"Jangan pernah minta bantuan papa nanti kalo ayah Bagas dan Kevin bawa Salma dan anak kamu pergi jauh dari kamu"
"Ayah Bagas? Gamungkin pa orang ayah aja sebenci itu sama Salma"
"Sebenci itu? Ohiya mungkin itu dulu tapi sekarang? Kemarin papa dengar dari Paul bahwa ayah Bagas ke rumah sakit menemui Salma dan dia minta maaf, dia sudah menerima Salma di hidupnya, dan papa yakin saat dia tau ini semua dia akan melindungi putrinya dari laki laki brengsek kayak kamu yang selalu saja membuang istrinya"
Setelah mengucapkan itu papa Adi langsung keluar dari rumah anaknya itu, ia berharap kata-katanya tadi bisa membuat Roni sadar akan kesalahannya.
***
"Keadaan Lo gimana sal?"-kaluna
"Udah baikan kok gais, besok juga udah boleh pulang"
"Syukurlah sal, Lo bikin khawatir aja tau gak"-aliya
"Ohiya sal, ini kita bawain buah biar Lo sehat dan bayinya juga sehat"-aca
"Makasih ya gais padahal gausah repot-repot"-salma
"Gapapa, kita kan bestie jadi harus saling peduli"-syarla
"Ohiya sal, ini gaada yang jagain Lo?"-kaluna
"Ada kak Paul kok cuma lagi ke kantin, tadi juga ada ayah tapi katanya ada meeting jadi harus pergi dulu"-salma
"Ohiya sal gue denger-denger ayah udah baik sama Lo? Itu bener sal?"-aliya
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
