Hari-hari yang Salma lalui hanya begitu-begitu saja, setelah mengantar Alea dia akan pergi bekerja
Sudah 1 Minggu ini Paul tidak pernah ikut mengantar Lea karena ia sedang keluar kota urusan pekerjaan
Tak jarang setiap hari Lea selalu mempertanyakan kemana ompa nya pergi?.
Seperti pagi ini, Lea hanya di antar oleh Salma karena Paul baru pulang lusa. Mereka menaiki angkutan umum menuju sekolah Alea.
"Bunda, Lea masuk dulu ya"
"Iya sayang belajar yang pintar ya"
"Siap bunda, dadahhh assalamualaikum"
"Waalaikumsalam sayang"
Setelah tak lagi melihat Lea, Salma pun kembali mencari angkutan umum untuk ia pergi bekerja.
"Lea, kamu cuma di antar mama kamu ya"-ucap Kenzie
"Iya Ken, emangnya kenapa?"-alea
"Kamu kasihan banget sih, kamu gak punya ayah ya?"-kenzie
"Aku punya ayah kok, cuma ayah aku kerjanya jauh"-alea
"Kamu kok ke sekolah naik angkot sih? Kamu gapunya mobil ya?"-chiko
"Aku memang tidak punya mobil"-alea
"Yahhh, berarti kamu orang miskin dong hahahah"-kenzie dan Chiko menertawakan Alea
Memang sejak 2 Minggu bersekolah di sana tidak ada yang mau berteman dengan Alea, entah mengapa anak sekecil mereka sudah pandai memandang orang dari harta
Bahkan perempuan pun tidak ada yang mau dekat dengan Alea. Alea setiap jam istirahat dia selalu duduk seorang diri di taman sambil melihat temannya yang sedang bermain dengan bahagia.
Setiap Alea bergabung pasti semuanya akan bubar, karena itu ia memilih untuk duduk saja.
Kenzie, Chiko, dan juga Gabriela juga sempat membully Alea bahkan sampai menjatuhkan bekal Alea, hingga di siang itu dia sama sekali tidak makan.
Disisi lain, setelah bertemu dengan Alea, Roni merasa memiliki ikatan dengan anak itu. Hampir setiap hari ia menyempatkan waktu untuk menemui Alea di sekolahnya, seperti saat ini.
"Halo Alea"-sapa Roni
"Ehhh ada om baik, hai om"
"Alea kenapa diem aja disini? Kan lagi jam istirahat harusnya main sama teman-teman dong"
"Hehehe, Alea disini saja om"
"Kenapa? Tidak ada yang mau temenan sama Alea?"
"Iya om, kalo Alea kesana semuanya langsung menghindar, jadi lebih baik Alea disini saja liat mereka bermain"
"Alea juga pengen banget ya main kayak teman-teman yang lain?"
"Iya om, pengen banget, tapi Alea gaada temannya"
"Kenapa Alea gak cerita sama Miss nya kalo gaada yang mau temenan sama kamu"
"Alea takut nanti Miss nya bilang ke bunda, Alea gamau buat bunda sedih"
"Ya ampun, yaudah kalo gitu setiap hari om akan kesini buat temenin Alea main"
"Beneran om? Om baik kan kerja"
"Tapi buat kamu om akan selalu temenin kamu"
"Makasih banyak ya om"
"Sama-sama nak. Yaudah sekarang main sama om aja yuk. Om punya gelembung sabun loh" ucap Roni sembari mengeluarkan mainan sabun yang ia bawah
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Ficção Adolescenteseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
