"kak, hari ini tuh aku seneeeeng banget"
"Wahhh seneng kenapa tuh? Mau cerita gak?"
"Tadi tuh aku ketemu sama bang Kevin dan kak putri. Terus Abang minta maaf sama aku dan mau menerima aku sebagai adik nya"
"Yang bener? Abang udah berubah?"
"Iya kak. Aku seneng banget sekarang aku punya kakak laki-laki yang sayang sama aku"
"Selamat ya sayang aku ikut seneng. Ini semua buah dari kesabaran kamu selama ini. Perlahan ayah dan juga kak diman pasti akan Nerima kamu seperti bang Kevin"
"Kalo itu aku sangat ragu kak, sekarang aja ayah kayak yang gamau gitu kenal sama aku. Dan sifat kak diman kan plek ketiplek sama ayah"
"Kita sabar aja, kita gatau mukjizat tuhan seperti apa nanti. Dulu juga bang Kevin sama aja kan seperti ayah dan kak diman, dan sekarang bang Kevin udah kamu Nerima kamu"
"Iya kak hihihi aku seneng banget, tadi Abang udah mau peluk Ara, itu yang Ara mau selama ini"
"Aku ikut bahagia sayang"
"Besok kita ke rumah Abang ya kak"
"Boleh, tapi emang kamu tau alamatnya dimana?"
"Tau kok tadi Abang kasih ke aku. Untung aja mereka udah gak tinggal di rumah ayah, jadi kalo aku kangen aku bisa ke sana"
"Iya sayang, yang penting kalo kamu mau pergi dan aku lagi gak bisa nganter kamu harus di antar sama supir ya jangan naik taksi"
'iya suami ku sayang"
"Aduhhh, manis banget nih yang lagi bahagia"
"Iya dong"
"Tapi aku gamau di panggil kakak lagi sama kamu, masa suaminya di samain sama kakak kamu sih"
"Ya kan panggilannya beda, kamu kak Roni dan Abang ya aku panggil bang Kevin"
"Ya tetep aja, pokoknya aku mau panggilannya beda"
"Yaudah mau di panggil apa?"
"Panggil sayang kek, atau beb, atau mas juga boleh"
"Yaudah aku panggil mas aja, geli banget kalo harus panggil beb"-ucap Salma dengan wajah yang terlihat jijik
"Yaudah biasain ya panggilnya mas"
"Iya sayang"
*****
Sesuai permintaan Salma hari ini mereka berkunjung ke rumah Abang dan juga kakak iparnya, mereka juga mengajak Alea karena kemarin bang Kevin ingin kenalan dengannya.
"Rumahnya bagus banget ya kak, pasti nyaman banget ya tinggal di sini"
"Iya dek, Abang kamu emang paling pintar cari rumah. Kakak aja gatau kalo dia beli rumah"
"Abang emang gitu kak, yang aku lihat selama ini, Abang kalo udah sayang sama perempuan nya, apapun pasti dia kasih termasuk kasih sayang dan kenyamanan"
"Doain Kaka dan Abang ya dek, semoga rumah tangga kami langgeng"
"Amin kak"
"Ohiya Lea, kenalin ini namanya onty putri Salim dulu sayang"
Lea pun menurut salim kepada putri. Bang Kevin dan Roni masih di teras depan, Kevin memiliki beberapa burung peliharaan dan Roni juga termasuk orang yang suka burung.
"Halo onty, nama aku Lea"
"Hai Lea sayang, salam kenal ya"
"Lucu banget anak kamu dek"
"Hahaha iya kak, makasih ya"
Roni dan bang Kevin pun masuk masih dengan tertawa karena candaan mereka berdua
"Aduhhh asik sekali ya kedua bapak-bapak ini"-putri
"Hahaha Roni lucu sayang"
"Ini anak kamu sal? Cantik banget ya"-bang Kevin
"Iya bang, ayo sayang kenalan dulu sama uncle Kevin"
"Halo uncle, nama aku Lea"-
"Hai sayang, sini sama uncle dong, uncle mau gendong"
Lea pun mendekat dan Kevin pun Langsung mengangkat tubuh mungil itu ke pangkuannya
"Lea umur berapa sekarang sayang?"
"Umur 6 uncle"
"Wahhh sudah besar ya"
"Besok Lea mau gak ikut sama uncle dan onty, kita ke mall beli mainan"
Lea diam, ia melihat bundanya tanda meminta ijin. Salma langsung tersenyum dan mengangguk, senang sekali dia melihat interaksi anak dan juga abangnya
"Mau uncle, kita beli mainan yang banyak ya"
"Boleh dong sayang, besok uncle jemput ya nak"
"Okey uncle"
"Ohiya dek, kalian makan malam di sini aja ya tadi aku udah masak"-kak putri
"Aduhh kak gausah deh ngerepotin"
"Iya kak, gausah ya takut ngerepotin"-roni
"Udah gapapa, gak ngerepotin Koo malahan kita seneng kalo makannya rame-rame"
"Yaudah deh kak"-salma
Jangan tanya dimana Kevin dan Alea. Kedua orang itu sudah duduk di lantai beralaskan karpet dan sedang bermain Lego karena Kevin memang sangat suka koleksi lego.
"Abang, Kak putri kita pamit dulu ya maaf ngerepotin tadi kita makan di rumah kalian"-salma
"Gak ngerepotin Kok adek, kita malah seneng sering-sering ke sini ya kalian"- bang kevin
"Kapan-kapan kalian dong yang main ke rumah kita"-roni
"Iya Ron, nanti kalo ada waktu kosong ya"
"Yaudah kita pamit ya bang, kak"
"Iya dek, hati-hati ya"
Namun Salma masih berat untuk pulang dari rumah abangnya itu, entah mengapa ia ingin selalu dekat dengan abangnya.
"Mmm bang, Ara mau belum boleh gak? Sebelum Ara pulang"
"Boleh adek sayang, sini peluk"
"Kakak Ara ijin peluk bang Kevin ya"
"Silahkan dek gapapa dia kan Abang kamu"
Salma pun masuk kedalam dekapan hangat sang kakak, rasanya sangat bahagia hari ini bisa menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya dan juga kedua kakak nya.
"Hati-hati di jalan ya dek"
"Iya bang, kita pamit ya"
"Iya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Fiksi Remajaseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
