Roni mulai menggeliat saat matahari mulai menyorot dirinya. Ia mulai merabah kasur di sampingnya namun kosong. Kemana istrinya? Masih pagi begini sudah hilang.
Ia mulai bangun dan langsung keluar kamar mencari Salma. Saat menuruni tangga ia melihat istrinya itu sedang berada di dapur, memasak.
Salma yang sedang asik memasak kini di kagetkan dengan tangan kekar yang tiba-tiba melingkar di pinggang nya.
"Astaga kak ngagetin aja sih"
"Kenapa ninggalin aku? Aku tadi bangun mau peluk kamu tapi kamunya udah gaada"
"Kan aku harus siapin sarapan dulu buat kamu, mumpung adek masih tidur jadi masih sempat kerja"
"Jangan terlalu capek ya sayang. Kalo kamu kewalahan urus semuanya, nanti kita cari art ya"
"Gausah kak, aku masih mampu kok kerjain semuanya"
"Yaudah kalo gitu"
"Nahh karena ini udah masak, sekarang kamu naik mandi terus siap-siap ke kantor"
"Kalo aku gak ke kantor dulu boleh gak?"
"Kenapa gamau?"
"Aku mau dirumah aja sama kalian. Apalagi Lea kan juga masih libur jadi kita bisa quality time"
"Kak gaboleh gitu ah. Kamu kan bosnya, harusnya jadi contoh dong buat karyawan kamu"
"Tapi aku gamau jauh dari kalian"
"Yaudah gini aja. Nanti kamu tetap berangkat ke kantor, terus nanti makan siangnya aku antar sama anak-anak "
"Emang adek udah boleh keluar rumah?"
"Boleh kak, nanti juga aku pake stroller jadi gak repot"
"Yeyyy kalo gitu gapapa aku ke kantor, tapi harus janji ya benar-benar ke kantor aku nanti"
"Iya janji, udah sana mandi ntar telat"
"Okee sayang"
****
Sesuai ucapannya pagi tadi, kini Salma sedang bersiap untuk berangkat ke kantor bersama dengan kedua anaknya.
Sesampainya di sana, ia tak langsung masuk ia bertanya terlebih dahulu ke resepsionis takutnya Roni sedang ada meeting.
Setelah bertanya ia langsung di antar ke ruangan suaminya, ia ketuk pintu itu dan langsung dibuka, betapa kagetnya dia saat...
"Kak Roni"
Roni yang merasa di panggil pun kaget dan langsung menoleh ke arah pintu.
"Ehhh sayang, sini masuk"
"Ini siapa kak? Kok duduk di meja kamu?"
"Gatau syang..kayaknya orang gila deh, ini lohh yang sering aku ceritain ke kamu"
Salma langsung mengerti kedipan mata suaminya.
"Oalah ini kak. Kok kamu biarin ada di ruangan kamu?"
"Ya mau gimana lagi namanya orang gila kan , gatau malu dia. Udah aku usir tapi gamau keluar"
"Heh! Jaga ya ucapan kalian enak aja bilang gue orang gila"
"Terus kalo gak gila apa nau? Masih ada muka Lo datang depan gue, setelah lo buat masalah besar di keluarga gue?"-roni
"Soal itu aku minta maaf Ron, aku benar-benar kalut dulu gatau mau apa lagi"
"Udah lah emang orang gila mah gatau malu, udah sana gausah deket-deket gue. Mending Lo pergi dari sini sebelum gue panggil security buat seret Lo dari sini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
