66

2.2K 172 4
                                        

Hari yang di tunggu-tunggu oleh Roni kini sudah tiba, dimana dia akan kembali meminang wanita yang masih sangat ia cintai setelah sekian lama berpisah.

Salma Shafa Aurora, adalah wanita yang akan dia nikahin hari ini. Ia akan kembali mengucapkan ijab qobul di depan seluruh keluarganya.

Namun sayangnya hari ini ayah, kedua Kaka salma tidak hadir. Bukan karena sibuk tapi mereka bertiga nampak sangat tidak peduli.

Saat Roni mengunjungi nya mereka sama sekali tidak bertanya apa yang terjadi selama ini sampai mereka akan menikah lagi.

Papa Paul yang akan menjadi wali Salma hari ini, karena dia sudah menganggap Salma sebagai anaknya juga.

"Saya terima nikah dan kawinnya Salma Shafa Aurora dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"

"Bagaimana para saksi, sah?"

"Sah!!"

"Alhamdulillah"

Setelah mengucapkan ijab qobul Salma mengambil tangan suaminya untuk ia cium dan Roni pun mencium kening Salma, setelahnya baru mereka bertukar cincin.

Kedua mempelai kini sudah berada di atas pelaminan, menyambut tamu yang akan bersalaman dan memberi mereka ucapan.

"Selamat ya bro, jagain istri Lo baik-baik, jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi"-bang nayl

"Iya bang, makasih ya udah datang"

"Sal, selamat ya Semoga samawa, dan jagain suami Lo dari perempuan gatal"

"Hahaha iya bang,makasih ya"

Semua temannya sudah memberikan ucapan, yang terakhir adalah Paul yang nail ke atas pelaminan. Salma yang melihat Paul naik pun, sangat excited menyambutnya.

Dari kejauhan ia sudah merentangkan tangannya bersiap untuk masuk kedalam dekapan hangat sang kakak.

"Kak Paul makasih udah datang ya"

"Selamat ya adek Kaka. Sekarang udah bahagia lagi, di jaga terus ya rumah tangganya. Kalau ada masalah selesaikan dengan baik. Sekarang tugas kakak untuk selalu ada buat kamu dan Lea sudah selesai, tapi bukan berarti kita gak bersama lagi, kita akan terus bersama,ya"

"Kakak, makasih banyak ya selama ini udah jagain Salma dan Lea. Makasih buat semuanya, Salma gak punya apa-apa buat balas kecuali ucapan terimakasih. Kak Paul harus tetap ada ya buat Salma dan Lea"

"Pasti dong, kakak akan tetap jagain kalian tapi gak 24jam, karena kan sekarang udah ada suami kamu yang bakal jagain kalian"

"Iya kak, makasih banyak ya. Walaupun kakak bukan Kaka kandung nya Salma, tapi Kaka begitu menyayangi Salma, makasih banyak"

"Ron, jagain adek gue ya. Jangan sampai Lo sakitin dia lagi. Kalo sampe itu terjadi, gue pastiin Salma dan Lea gaakan balik ke Lo lagi"

"Pasti ul, makasih banyak ya selama ini Lo udah jagain istri dan anak gue. Kalo gaada Lo mungkin gue gaakan ketemu mereka dan hidup bersama mereka lagi"

"Iya sama-sama. Lo sahabat gue jadi udah seharusnya kita saling bantu. Yaudah kalo gitu gue turun ya, mau makan"

"Hahah iya ul makan yang banyak"

"Sekali lagi makasih ya kak"

"Iya sal sama-sama"

Rangkaian acara telah selesai, kini Salma dan Roni sudah berada di dalam kamar mereka, yang di hias dengan sangat indah dengan kelopak bunga mawar.

Acara pernikahan mereka memang di gelar di rumah mereka. Karena halaman nya yang sangat luas, dan mengingat mereka tidak mengundang banyak orang,hanya keluarga saja dan beberapa rekan kerja dari Roni dan papanya.

"Huhhh, capek banget ya Kak hari ini"

"Iya sal, aku rasanya mau langsung rebahan tapi badan aku masih lengket banget"

"Kamu mandi duluan gih, aku masih mau bersihin make up"

"Yaudah aku mandi dulu ya"

Roni pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan Salma masih sibuk untuk menghapus make up nya.

Setelah beberapa menit mandi, kini Roni keluar dengan wajah yang sangat Fress, dengan rambut yang basah dan airnya menetes kebawah membuat Roni terlihat sangat tampan.

"Sayang, bantu keringin rambut dong"

"Bisa keringin sendiri dulu gak kak? Aku masih mau mandi soalnya takut makin malem. Atau enggak kamu tunggu aku beres mandi dulu"

"Yaudah deh aku keringin sendiri aja"

"Gapapa?"

"Gapapa, kamu mandi gih ntar kamu angin kalo makin malem mandinya"

Salma keluar dari kamar mandi dan melihat Roni yang sudah rebahan di atas kasur sambil memainkan ponselnya, dan sesekali melirik Salma yang keluar hanya menggunakan handuk kimono dengan rambut yang basah.

Setelah selesai memakai baju, dan mengeringkan rambut Salma nampak gugup saat akan tidur di sebelah Roni.

"Sini sayang, ngapain berdiri di sana?"

"Iya kak"

Saat beru merebahkan diri di samping Roni, laki-laki itu langsung memeluknya dengan erat

"Mmm, wangi banget sih"

"Kak, jangan kencang-kencang aku susah nafasnya"

"Maaf sayang, abisnya aku kangen banget sama kamu"

"Mana tadi kamu cantik banget, aku jadi gak kuat liatnya pengen cepet-cepet peluk"

"Emang sekarang gak cantik?"

"Cantik dong" cup. Roni mengecup pipi Salma

"Sayang, malam ini boleh gak?"

"Boleh apa?" Tanya Salma gugup

"Itu, masa kamu gak ngerti. Kita kan udah lama enggak, aku juga kangen banget"

"Tapi kalo kamu gak siap sekarang gapapa kok, aku gak maksa"

"Aku siap kak. Karena sebagai istri itu udah kewajiban aku, dan gamungkin aku nolak kemauan suami aku, takut dosa"

"Ishh pinternya istriku ini, makasih ya sayang"

Dan terjadi lah.....

****

Pagi ini mereka bangun dengan posisi saling berpelukan, lama bertatapan membuat Roni kembali tak tahan dan mengingat kejadian semalam.

Ia mencium sekilas pipi Salma, dan membelai wajah wanita itu.

"Makasih ya sal buat semalam"

"Sama-sama mas, itu udah kewajiban aku"

"Ohiya sayang aku mau kasih kamu sesuatu"

"Apa itu?"

'ini" Roni memberikan 2 kartu kredit kepada Salma, membuat wanita itu bingung

"Ini buat apa mas?"

"Ini buat kamu, yang warna hitam. Itu buat beli keperluan pribadi kamu dan Lea, kalo kamu mau beli baju, tas, sendal atau apapun keperluan Lea pakai kartu ini. Terus yang biru, itu buat belanja keperluan dapur dan rumah"

"Kak apa ini gak berlebihan"

"Enggak sayang, udah kewajiban aku buat kasih kamu nafkah, jadi di terima ya. Aku mau nanti kamu belanja semua keperluan kamu, kalo kamu malas buat keluar belanja online juga boleh"

"Kak, makasih banyak ya. Padahal ini semua gak perlu"

"Gapapa terima aja"

"Aku berasa jalang deh, habis di pake langsung di bayar haha"

"Ehh gaboleh ngomong gitu. Kamu kan melayani suami kamu dengan baik jadi harus di bayar mahal. Bukan berarti kamu seperti jalang di luar sana"

"Hahah iya mas aku bercanda"

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang