"kita langsung ke rumah mama papa ya sal, aku mau kasih tau kalo kamu mau rujuk sama aku"-roni
"Tapi kak, aku masih malu, aku juga takut kalo mama papa kamu gak mau Nerima aku, apalagi dengan kehadiran Alea aku takut kalo mereka berfikir kalo Alea bukan anak kamu"-salma
"Enggak sayang, mama papa percaya kok kalo Alea anak aku. Waktu aku di RS mama pengen banget ke rumah kamu nemuin Lea cuma aku larang, takutnya kamu marah"-roni
"Hmmm yaudah deh boleh"
"Makasih sayang"
Blushh, wajah Salma seketika memerah saat Roni memanggil nya sayang, saking saltingnya ia memilih menoleh ke jendela menyembunyikan wajahnya.
"Kok merah banget sal mukanya? Perasaan tadi enggak"-goda Roni
"Diem deh kak"
"Hahahah, kalo salting ma salting aja sal gausah di sembunyiin"
"Diem ya kak, atau enggak aku gamau ikut kamu ke rumah mama papa kamu"
"Ah iya, aku gak ngeledek lagi"
"Tapi emangnya papa mama masih dirumah kak jam segini?"
"Gatau sih, tapi kita coba aja dulu ke sana"
"Mmm, gimana kalo kita kesana nya ntar malam aja, sekarang kita ke rumah dulu aku juga mau siap-siap masa pake baju gembel gini ke rumah mama papa"
"Mau ke rumah mana nih?"
"Ke kontrakan aku aja gapapa kan? Soalnya kan baju aku di sana semua"
"Kalo ke rumah kita yang dulu mau gak? Di sana kan masih ada baju kamu"
"Masih ada? Kamu gak buang baju aku?"
"Enggak heheh, selama ini aku gak pernah lagi tinggal di rumah itu. Cuma bi rum aja yang aku suruh tinggal di sana sekalian ngebersihun rumah itu"
"Yaudah deh boleh, kangen juga hehehe"
"Uhhh gemesh nya istri aku"
"Emang masih istri ya kak? Kan kita udah pisah lama banget"
"Ya masih lah. Menurut yang aku tau ya, walaupun kita udah pisah lama tapi kan di antara kita gak ada cerai yang resmi dari pengadilan, dan juga gak ada talak"
"Uhhh pinter banget ya sekarang"
"Iya lah, ayah nya Alea gitu loh"
***
Sesampainya di depan rumah itu, Salma tampak ragu buat masuk. Ia masih merasa sedikit takut untuk memasuki rumah itu
"Ayah bunda, ini rumah siapa? Kok besar banget"- Alea
"Ini itu rumah kita sayang, dulu Bunda sama ayah tinggal disini, dan sekarang kita bertiga akan tinggal di rumah ini"
"Wahhh bener yah? Asikkk Alea tinggal di rumah yang besar, ayo ayah kita masuk"
"Ayo sal, ini anak nya udah excited banget mau masuk. Ga akan terjadi apa-apa kok kalo kamu masuk"
Dengan ragu Salma menerima uluran tangan dari Roni, dan mereka mulai melangkah masuk
"Ehhh den Roni, tumben ke sini. Ini siapa den?"-bi rum
"Bi rum, ini Salma istri saya dan ini Alea anak saya"
"Ohhh ini mbak Salma toh, cantik sekali. Nona Alea juga cantik sekali ya"
"Hahaha makasih bi rum, bibi juga gak kalah cantik"-salma
"Yaudah BI kita ke atas dulu ya mau ganti baju, tolong siapkan makan siang juga ya"
"Baik den"
Setelahnya mereka menaiki tangga menuju lantai dua. Jujur Salma sangat rindu dengan rumah itu, banyak kenangan yang ia lalui dengan Roni, mulai dari kenangan pahit hingga kenangan manis semuanya mereka lakukan di rumah itu.
"Alea sekarang bobo dulu ya nak, nanti ayah bangunin kalo udah mau makan. Nanti juga ada onty Luna yang bawain kamu baju sebelum kita ke rumah Oma opa"
"Wahhh sekarang Lea punya Oma sama opa ya ayah?"
"Iya sayang, nanti malam kita ke rumah Oma sama opa ya, jadi sekarang Lea tidur dulu ya cantik"
"Asikkk Lea punya Oma dan opa. Oke ayah Lea tidur dulu ya"
Sementara Salma hayya tersenyum melihat interaksi ayah dan anak itu, dia bahagia melihat Alea yang sangat senang hari ini.
Salma dan Roni duduk di sofa dengan Roni yang merangkul pundak Salma, mereka terus memandangi Alea yang sudah tertidur pulas.
"Makasih ya kak, kamu udah kasih kebahagiaan ke Alea. Aku seneng banget liat dia sesenang itu hari ini"
"Harusnya aku yang makasih sal. Kalo kamu gak ngasih aku kesempatan mungkin aku gak akan pernah ketemu Alea lagi"
"Kita sama-sama beruntung kak. Aku pengen deh waktu cepet berlalu supaya kita cepet ke rumah mama papa kamu, aku pengen liat reaksi Alea ketemu Oma opa nya"
"No. Mama papa kita, jangan ngomong gitu lagi ya. Sekarang mama Amelia dan papa Adi adalah orang tua kamu juga"
"Emang kamu udah ijinin aku buat panggil mereka mama papa lagi?"
"Sayang jangan di bahas lagi dong, kan dulu aku cuma emosi karena kesalaha fahaman, jadi sekarang tentu boleh dong"
"Ahhah iya kak, maaf ya"
"Sekarang kamu mau tidur juga gak?"
Salma malah berbalik dan memeluk Roni erat. " Enggak kak aku mau gini aja, kangen banget soalnya"
"Uhhh udah gak gengsi ya sekarang. Aku mau kita gini terus ya sayang, kalo kamu mau sesuatu kamu bilang sama aku, kamu mau beli ini beli itu bilang sama aku pasti aku beliin ya. Jangan kayak dulu lagi, kamu minjem uang ke temen kamu, atau kamu kerja. Aku gamau itu terjadi lagi , ya?"
"Iya kak, maaf ya dulu aku buat kamu malu"
"Enggak!! Aku gak malu, dulu kamu seperti itu karena sikap aku juga yang kasar sama kamu kan, jadi kamu takut buat minta ini itu. Tapi sekarang apapun yang kamu mau aku bakal turutin, udah cukup selama ini kamu hidup menderita karena aku, dan sekarang aku akan Nebus semuanya itu"
"Makasih ya kak"
"Sama-sama sayang ku"-jawab Roni dan semakin mengeratkan pelukannya kepada sang istri
****
"Cantik-cantik nya ayah udah siap belum nih?"
"Udah ayah, ayo sekarang kita rumah Oma dan opa"
"Kamu udah siap sal? Gak ada yang kurang lagi?"
"Enggak kayaknya kak, kita bisa berangkat sekarang"
Mereka bertiga pun turun dengan alea yang berada di gendongan Roni. Kali ini Alea duduk di depan bersama Salma, katanya ia ingin bercerita bersama ayahnya, entah apa yang ayah dan anak itu akan cerita.
Sesampainya di sana, salam sedikit ragu untuk masuk bahkan keluar dari mobil pun ia ragu. Melihat rumah itu, mengingatkan nya kepada kejadian malam itu, saat Roni mengusirnya.
"Sayang, tenang ya. Semuanya akan baik-baik aja, kejadian malam itu gak akan keulang lagi kok, ya?"
"Huuhft, iya kak maaf aku terlalu takut. Ayo kita masuk"
Mereka bertiga pun turun dan melangkah memasuki rumah itu, karena kebetulan pintunya tidak tertutup jadi mereka langsung masuk saja.
Sesampainya di dalam mereka di kagetkan dengan kehadiran seorang wanita, yang Roni kenal.
Bahkan saat melihat roni, wanita itu langsung berdiri dan memeluk Roni erat hingga membuat semua yang melihatnya pun kaget.
"Bung, lepasin deh jangan kayak gini"-roni
"Aku kangen sayang"
......
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
