59

2K 117 1
                                        

"sal mau makan"-roni

"Yaudah kan tinggal makan, itu makanan nya juga udah datang kan"-salma

"Suapin sal, kan aku masih lemes gabisa makan sendiri"-ucap Roni dengan manja dan sedikit merengek

"Ish makan aja gabisa, orang kepalanya yang sakit tapi tangannya gabisa makan sendiri"- gerutu Salma

"Yaudah deh aku makan sendiri aja gapapa, bisa kok ini"-ucap Roni

Roni tak mau membuat Salma kesal, nanti yang ada Salma tidak mau lagi menemani nya di Rs jika Salma sudah marah.

Ia mengambil makanan yang ada di nakas samping nya lalu memakannya sendiri. Salma yang melihat itu menjadi kasihan, Roni juga begini karena menolong anaknya tapi ia malah memarahi Roni.

"Yaudah sini aku suapin ya"-salma. Ia mencoba mengambil alih makanan Roni namun di larang oleh Roni.

"Gausah sal kamu duduk aja ya, aku bisa kok makan sendiri"-roni

"Gapapa aku suapin aja, lemes kan tangannya"-salma

Roni hanya menunduk saja tak berani menatap Salma. Salma pun heran mengapa Roni menjadi seperti ini, bahkan terlihat Roni yang takut kepada Salma.

"Kok nunduk aja? Gamau lagi aku suapin?"-tanya Salma

"Mauu, tapi aku bisa sendiri kok. Kamu nemenin aku aja di sini aku udah seneeeng banget, maaf ya aku selalu ngerepotin kamu"-roni

"Heh gaboleh ngomong gitu, aku disini karena tanggung jawab aku, karena terimakasih aku ke kamu. Tadi aku gamarah kok cuma bercanda aja"-salma

"Sini aku siapin ya makannya"-salma

"Yaudah deh, makasih ya"-roni

Roni menyerahkan piring yang ia pegang lalu Roni mulai mengangkat kepalanya mendongak menatap Salma

Salma melihat ada bekas aliran air mata di pipi pria itu, ia yakin tadi Roni habis menangis.

"Kok nangis sih kak, cengeng banget"-salma

"Aku gak nangis kok, cuma aku takut aja kalo kamu ninggalin aku tadi karena aku banyak mau nya"-roni

"Ya enggak lah kak, aku kan bilang aku cuma bercanda"-salma

"Ohiya sal, Lea sama siapa sekarang?"-roni

"Sama kak Paul kok kak, mereka lagi di apart kak Paul kan gak mungkin kak Paul bawa Lea ke rumah orang tuanya"-salma

"Iya juga sih, kasihan juga Lea kalo harus ketemu mama nya Paul"-roni

***
5 hari kemudian

Setelah 3 hari di rawat kini Roni sudah di perbolehkan untuk pulang bahkan dia sudah masuk kerja kembali karena kondisi kepalanya yang sudah membaik.

Bahkan Selama menemani Roni pun, salma malah  kehilangan pekerjaan nya. Ia di pecat dari toko bunga karena tidak memberikan keterangan apapun mengapa ia tidak masuk kerja.

Sesampainya di rumah setelah menjemput Alea pulang sekolah, kini mereka berdua bersiap-siap untuk menuju mall karena tadi Salma di ajak oleh kaluna, Aliya, aca dan syarla.

Mereka mengajak Salma dan Alea untuk jalan-jalan di mall. Salma hanya ikut saja lagian selama hidup Alea belum pernah ia ajak ke mall.

"Alea sayang, nanti kalo udah sampe di mall jangan minta beli sesuatu ya nak, bunda kan belum dapat kerja lagi jadi bunda gak punya uang"

"Terus kita ke mall ngapain bunda?"

"Kita jalan-jalan aja terus temenin onty onty nya belanja"

"Yaudah bunda gapapa, Alea di ajak ke mall aja Alea udah seneng banget"

"Pintarnya anak bunda.. nanti ya nak kalo bunda punya uang kita ke mall lagi beli apa yang Alea mau"

"Iya bunda"

Setelah bersiap-siap kini mereka keluar dari rumah untuk menemui kaluna yang sudah menjemput nya, dan menuju mall untuk menemui temannya yang lain.

Sesampainya di sana mereka pun berkeliling, tentunya menemani kaluna dan syarla yang mau membeli baju.

"Alea mau beli apa sayang biar onty yang belikan"-aliya

Alea mendongak sejenak menatap Salma, namun Salma menggeleng kan kepalanya membuat Alea murung.

"Mmm gak usah onty, Alea gamau apa-apa kok"

"Yang bener? Alea gak mau baju? Atau mainan?"-aliya

"Enggak onty, gausah Alea gamau"

"Yaudah kalo nanti Alea mau sesuatu bilang sama onty ya?"-aliya

"Iya onty"

"Ohiya gais, kan beli bajunya udah sekarang kita makan yuk?"-aca

"Yaudah mau makan di mana?"-syarla

"Aduhh makan di mall gini kan pasti mahal, takutnya nanti uang aku gak cukup"-batin Salma

"Ehh kita makan ramen yuk, lagi bm banget nih"-kaluna

"Yaudah deh boleh, Lo gimana sal?"-aliya

"Mmm kayaknya gue sama alea mau langsung pulang aja dehh, Alea belum tidur siang soalnya"-salma

"Yahh kok balik sih sal, kan baru sebentar"

"Iya sal, seenggaknya kita makan dulu deh baru balik"

"Mmm gimana ya?"

Tiba-tiba saja Alea berteriak saat melihat seseorang "ompaaa"

"Halo sayang, Alea di sini juga?"

"Iya ompa lagi sama Bu da temenin onty-onty belanja"

"Wahhh terus sekarang mau kemana?"

"Kita mau makan yakan bunda?" Ucap Alea dengan girang

Paul mendongak menatap Salma, namun Salma menggeleng tipis , Paul pun langsung mengerti akan kode itu.

"Yaudah gue boleh ikutan gak gais sama kalian?"-paul

"Boleh dong ul, tapi kita mau makan ramen, emang lu doyan?"-kaluna

"Doyan kok gue, ayok dehh"- ucap Paul, lalu mengangkat Alea dan menggendongnya.

Syara, Aliya, aca dan kaluna berjalan di depan sedangkan Paul Salma dan Alea berjalan di belakangnya.

"Kak tapi aku gak punya uang, takutnya nanti mahal"-bisik Salma

"Tenang aja sal aku yang bayarin kok, makanya tadi aku ikut soalnya aku liat Alea kayak seneng banget mau di ajak makan"-bisik Paul

"Tapi kak, kan kamu harus kerja lagi. Lagian juga aku selalu ngerepotin kamu juga"-bisik Salma

"Udah gapapa, ini demi Alea juga"-bisik Paul

Sesampainya di sana mereka pun memesan apa yang mereka inginkan, namun mereka pisah meja karena tidak cukup.

"Ohiya Al, ini uang kamu yang aku pinjam dulu, udah lama banget sih tapi aku gak pernah lupa kok sama utang aku"-ucap Salma menyerahkan udah 150 ribu

"Uang apa sal?"-tanya Aliya

"Uang kamu yang aku pinjem waktu aku beliin kak Roni hadia ultah dulu, waktu uang aku kurang"

"Ohhh ya ampun sal gausah kali itu juga udah lama banget lagian cuma 150ribu kan, udah simpen aja"

"Enggal Al kamu ambil aja, aku gamau punya utang sama orang. Ini mumpung aku masih punya uang jadi aku bayar sekarang"

"Udah sal gausah, kayak sama siapa aja Lo"

"Ambil aja Al, kalo Lo gak mau ambil gue marah banget sama Lo dan gamau ketemu Lo lagi"

"Hufhh yaudah deh gue ambil ya, tapi jangan marah sama gue"

"Iya enggak, makasih ya udah bantu gue waktu itu"

"Iya sama-sama"

Setelahnya makanan mereka pun datang, Salma lebih fokus menyuapi Alea terlebih dahulu, sesekali juga ia menyuapi dirinya karena memang sudah merasa lapar, namun tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari tadi.

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang