79

1.2K 118 13
                                        

"adek lagi apa ya di perut bunda"

"Hmmm, mungkin adek lagi tidur"

"Kapan sih Lea bisa ketemu sama adek"

"Sabar ya sebentar lagi kok, udah gak sabar ya mau main sama adek"

"Iya bunda, Lea gak sabar main sama adek dan ayah"

Mendengar itu membuat Salma terdiam, bahkan sampai sekarang sikap Roni masih saja sama, masih dingin dan diam.

Sore hari Roni pun pulang, namun ia tak sendiri ia bersama seorang perempuan yang terlihat membawa kopernya.

"Udah pulang mas"

"Ya menurut penglihatan Lo aja gimana, masih pake nanya lagi"

"Maaf mas"

"Ohiya ini namanya Zara sepupu gue anaknya Tante Lina dia baru sampai dari Surabaya dan selama di Jakarta dia tinggal disini sama kita"

"Tapi mas..."

"Gue gak minta persetujuan Lo gue cuma bilang aja, karena ini juga rumah gue jadi terserah gue siapa yang boleh tinggal di sini"

"Ohh yaudah mas gapapa, mari masuk mbak"

Zara langsung masuk saja tanpa menghiraukan Salma.

"Buatkan Zara minum dia cape baru sampai"

"Baik mas"

Salma berlalu ke dapur ia akan membuatkan teh untuk Zara dan kopi untuk suaminya.

Saat mengantar minum ia melihat Zara dan Roni sedang asik ngobrol, sudah 1 Minggu ia tak melihat senyum suaminya namun kali ini ia kembali melihatnya.

"Ini mas mbak minum nya"

"Hmmm"

Salma berlalu dari sana, ia masuk memilih untuk masuk kamar saja.

'mas Roni makin hari makin dingin aja, aku harus apa sekarang'

'apalagi sekarang ada sepupu mas Roni yang ikut tinggal disini, walaupun cuma beberapa hari tapi buat aku khawatir aku takut Seperti dulu lagi'

'adej harus kuat ya nak kalo adek kuat bunda juga kuat jalani ini semua, insyaallah semuanya akan kembali seperti dulu lagi'

Ceklek

Pintu kamar itu terbuka membuat Salma menoleh ia melihat Roni masuk ke dalam.

"Mas Roni mau mandi ya? Salma siapin dulu ya air hangatnya"-ucap Salma lalu ia langsung masuk ke kamar mandi menyiapkan air untuk suaminya mandi

"Airnya udah siap mas, mas Roni mandi sekarang nanti aku siapin bajunya ya"

"Lo gak perlu sok perhatian ke gue, karena bagaimana pun itu gak akan membuat semuanya selesai"

"Aku gak sok perhatian kok mas kan kamu suami aku jadi emang udah tugas aku"

"Terserah Lo aja"

'sabar salma'

****

"Bi rum tolong panggilin Zara ya suruh turun buat makan malam"

"Baik pak"

Salma sedang sibuk menata makanan di meja, tak lama Zara pun datang dan langsung duduk di samping Roni tempat salma biasa duduk.

"Zara maaf itu kursi aku, kamu bisa duduk di kursi lain ya"

"Apaansih cuma kursi doang, lagian kak Roni aja gak protes kok malah Lo yang protes"

"Sudah diam gak baik ribut depan makanan, Lo juga sal masalah kursi aja di permasalahin"

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang