"mas udah dong mainin perut aku, dingin tau ini bajunya kamu angkat"- ucap Salma karena sedari tadi Roni terus memainkan perutnya dengan memutar-mutarkan tangannya di permukaan perut Salma
"Gemes sayang aku gak sabar perut kamu jadi besar pasti kamu makin gemoy di liatnya"
"Jadi maksud kamu kalo perut aku besar aku jadi gendut gitu?"
"Enggak bukan gitu. Tapi kalo perut kamu besar kan pasti lucu banget perutnya bulat gitu"
"Udahlah mas terserah kamu aja"- ucap Salma pura-pura marah.
Tapi hal itu tidak membuat Roni untuk berhenti memainkan perut Salma sambil sesekali mengetukkan jarinya ke perut Salma.
"Dedek lagi apa ya sal di dalem?"
"Gatau kak, kan dedeknya juga masih kecil banget"
"Terus menurut kamu dedek itu cewek atau cowok"
"Gatau aku mas, belum bisa juga liat jenis kelaminnya kalo USG"
"Aghhh aku gasabar banget sayang tunggu dia lahir"
Salma tak lagi menanggapi ucapan suaminya ia hanya membiarkan saja suaminya itu gemas sendiri dan melakukan apa yang ia mau
"Sayang aku mau nen"
"Hah? Nen? Maksudnya?"
"Ya aku mau nen susu"
"Ohhh mau susu yaudah aku bikinin ya kalo gitu, mau rasa apa?"
"Ihhh sayang bukan susu itu"
"Ya terus apa dong?"
"Aku mau nenen sama kamu, mau nen susu kamu"
"Mas ihhh!!! Kok mesum banget. Mana ada bapak-bapak masih nen"
"Ada lah kan aku bapak-bapak itu"
"Enggak akh geli tau mas"
Roni langsung mengeluarkan ekspresi sedihnya tapi tidak membuat Salma kasihan. Jujur saja baru membayangkan saja Salma sudah geli apalagi jika melakukannya.
"Mas tolong ya jangan, aku geli"
"Yaudah deh mas ke mama aja kalo gitu"
"Ehhh ngapain ke Mama?"-ucap Salma mengejar suaminya
"MAU MINTA NENEN!!"-teriak Roni tanpa rasa malu sedikit pun.
Malam ini mereka menginap di rumah orang tuanya karena berhubung besok Alea tidak sekolah.
Roni turun tangga dengan sedikit berlari ia ingin menemui mama nya yang sedang bersantai di ruang tengah bersama papa Adi.
"Roni ada apa ini kok lari-lari segala? Nanti jatuh loh kamu"
"Ma Roni mau nenen"
"HAH?"-kaget mama Amelia dan papa Adi
"Kok hah sih, Roni mau nenen mama"
"Ya mau nenen apa? Susu kan yaudah mama bikini ya?"
"Gak mau susu yang di bikin"-roni
"Roni jangan aneh-aneh ya, papa gasuka"-papa Adi
"Aneh-aneh gimana sih pa orang Roni minta nenen ke mama Roni. Tadi Roni minta sama istri Roni tapi ga di kasih yaudah Roni minta mama aja"
"Mas malu ih, ayo ke kamar"-salma
"Gamau, orang aku mau nenen sama mama"
"Anak mama ini kenapa sih kok tiba-tiba minta nenen gak biasanya"-mama Amelia
"Gatau mau tiba-tiba aja pengen nenen"
Mama Amelia pun mendekat kearah Salma dan membisikan sesuatu.
"Sal kamu kasih aja ke suami kamu. Mama curiga ini bawaan bayi kan Roni gabiasanya seperti ini. Gapapa kok cuma sekali aja ya?"
"Tapi ma Salma malu, Salma juga geli"
"Gapapa sayang demi anak kamu, kamu mau anak kamu ileran?"-pertanyaan mama Amelia membuat Salma menggeleng cepat.
"Yaudah kasih aja ya cuma sekali ini kok"
"Yaudah deh ma"
"Mas Roni, kita ke kamar yuk kamu mau nenen kan?" -salma
"Aku gamau sama kamu, tadi kamu gamau kasih aku" -roni
"Mau kok, makanya ayo ke kamar masa mau disini?" -salma
"Yaudah deh kalo gitu let's go sayang" -ucap Roni dengan girang dan langsung menarik Salma.
****
"Dok gimana kandungan istri saya?"-roni
"Kandungan Bu Salma baik-baik saja dan juga sehat tidak ada yang perlu di khawatirkan. Mulai dari sekarang ibu harus makan yang teratur dan yang sehat, jangan lupa minum susu hamil, vitaminnya juga di minum dan jangan kerja yang berat-berat dulu ya Bu" -ucap dokter prarindra
"Baik dokter"-salma
"Dok belum bisa liat jenis kelamin anak kita ya?" -roni
"Belum bisa pak roni, jenis kelamin baru bisa di lihat jika sudah berumur 4 atau 5 bulan"- dokter prarindra
"Ohh gitu ya dok, yaudah kalo gitu kita permisi ya dok"
"Iya pak,Bu. Hati hati di jalan"
"Kamu denger kan syang tadi kata dokter kamu gaboleh kerja yang berat-berat dulu"
"Iya mas, di rumah kan aku cuma nyapu, masak sama cuci piring"
"Iya cuma itu tapi kan tetep aja capek. Pokoknya sekarang aku mau di rumah ada art atau gak kita tinggal di rumah mama papa dulu"
"Jangan dong kak ntar ngerepotin"
"Yaudah kalo gitu pake art aja ya"
"Boleh, tapi aku yang udah agak berumur ya aku gamau yang masih mudah atau seumuran kita"
"Kenapa emangnya, kan kasihan kalo orang tua"
"Aku gamau suami aku ini di goda Sama art kita nanti. Apalagi kalo aku hamil kan pasti aku jadi gendut tuh terus jelek juga"
"Hahaha ya enggak lah sayang, walaupun kamu gendut kan bagus demi kesehatan kamu dan anak kita juga"
"Halahh bisa aja kamu"
"Bener sayang. Yaudah sekarang kita ke supermarket aja ya kita beli susu hamil yang banyak sekalian buat stok"
"Bener kak? Kaka mau beliin aku susu hamil?"
"Bener dong. Kenapa sih kok gitu banget ekspresi nya"
"Gapapa seneng aja. Aku inget dulu waktu hamil Lea, kalo gaada papa Hendra yang beliin aku susu mungkin aku gak akan pernah minum susu hamil itu"
"Papa Hendra yang beliin kamu susu?"
"Iya mas, mereka baik banget sama aku dulu padahal gaada hubungan keluarga"
"Aku harus makasih ke papa Hendra sayang"
"Aku mau kasih tau ke temen-temen soal kehamilan aku ini mas. Tapi aku mau yang pertama tau itu kak Paul dan papa Hendra"
"Boleh sayang, ntar kita atur pertemuan nya ya. Tapi jangan lupa juga kasih tau bang Kevin dan kak putri pasti mereka juga seneng"
"Pasti dong. Nanti habis beli susu kita ke rumah bang Kevin ya mas kan hari ini dia gak kerja"
"Boleh sayang"
****
Hai hai hai gays
Ada yang kangen gak nih sama Salma dan Roni?
Maaf ya baru sempet up lagi, kemarin masih sibuk banget soalnya.
Ohiya siapa yang udah gasabar nunggu album bos Genk kita rilis?
Kalian semua sehat-sehat ya, makasih udah setia baca cerita aku💙💙💙💙
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
