62

2.4K 188 5
                                        

Ucapan wanita itu membuat Salma sangat kaget, kejadian ini sama sekali tak terpikirkan olehnya akan terjadi

"Bunga lepas!! Jangan pernah lo panggil gue sayang karena kita gak ada hubungan apa-apa"

"Kok kamu gitu sih Ron, kan kita pacaran"

"Lo itu cuma mantan sekertaris gue yang kegatelan, gue gak pernah bilang gue suka sama Lo tapi Lo bisa bilang kalo kita pacaran? Sehat Lo?"

"Pokoknya kita pacaran Ron karena aku suka sama kamu. Kamu juga suka kan sama aku?"

"Enggak sama sekali bung. Dan sekarang gue mau Lo pergi dari sini... PERGI!!"

"Aku gak akan pergi Ron. Terus ini siapa nih? Art baru?"

"Heh!! Jaga ucapan Lo ya, dia ini istri dan anak gue"

"What?!! Istri dan anak? Sejak kapan kamu nikah, perasaan aku gak pernah denger berita kalo kamu nikah"

"Itu urusan gue bung, yang gue mau sekarang Lo PERGI dari sini"

Melihat wajah Roni yang sudah memerah karena marah, bunga memutuskan untuk pulang saja, dari pada di kena amuk lagi dengan Roni.

"Dia dari tadi ma datangnya?"

"Iya Ron udah lama banget, mama suruh pulang juga gamau katanya mau nungguin kamu"

"Emang stress tuh orang"

Sedangkan Salma hanya menunduk saja sambil menutup telinga Alea karena tadi Roni sempat meninggikan suaranya.

"Ohiya ma, ini Salma. Alhamdulillah Roni berhasil dapat kesempatan dari Salma ma,pa. Dan sekarang Salma bersedia untuk rujuk dengan Roni"

"Alhamdulillah" mama Amelia dan papa Adi

"Jadi anak kecil ini cucu mama,Ron?"

"Iya ma namanya Alea, dia cantik dan pintar sekali. Ayo sayang Salim sama Oma dan opa"-ucap Roni pada Alea. Dan gadis itu melakukan perintah ayahnya

"Salma sini nak sama papa"

Salma yang mendengar itu mendongak dan menatap Adi sebentar, lalu ia melangkah menuju pria itu.

"Salma, maafin papa dan mama ya waktu itu kita sama sekali gak ngebelain kamu karena terlalu percaya dengan semuanya. Selama ini kita semua cari kamu nak, tapi kita sama sekali gak nemuin kamu dan gak tau kamu tinggal di mana. Sekali lagi maafin papa dan mama ya"-ucap papa Adi lalu memeluk Salma

"Iya pa Salma udah maafin kalian kok. Dan untuk kejadian malam itu, kita lupain ya Salma udah iklhas dengan semuanya. Sekarang kita mulai lagi kehidupan kita"

"Iya nak, makasih banyak ya"

Salma merasa bahagia karena kembali di terima baik oleh kedua mertuanya, termasuk juga mereka berdua menerima kehadiran Alea.

"Jadi gimana rencana kalian kedepannya"-papa Adi

"Roni bingung pa, di antara kita gak ada kata cerai dan talak. Tapi Roni dengar-dengar katanya kalo kita tidak memberi nafkah kepada istri selama lebih dari 3 bulan, itu artinya kita sudah bercerai"

"Benar nak, apalagi kalian sudah perpisahan 6 tahun, itu sangat lama. Jadi menurut papa kalian nikah saja kembali"

(Gais maaf ya kalo salah, aku gatau soalnya😭)

"Gimana menurut Kamu sal?"-roni

"Aku ikut aja kak, gimana baiknya"

"Yaudah pa kita nikah lagi aja, tolong papa dan mama bantu siapin ya, secepatnya kalo bisa"

"Iya Ron, kamu tenang aja, ga sabaran banget sih"

"Iyalah mah, kan kita mau tinggal bertiga sekarang jadi harus cepat-cepat"

"Iya-iya. Mending sekarang kalian naik istirahat, biar besok bisa bantu-bantu siapin pernikahan kalian"

****
Saat sudah berada di depan kamar, Salma sangat ragu untuk masuk ia masih mengingat semua kejadian yang terjadi di dalam kamar itu.

Roni yang melihat itu berusaha menenangkan Salma, bahkan ia menawarkan untuk tidur di kamar tamu saja tapi Salma yang menolaknya.

"Alea sekarang tidur di kamar sebelah dulu ya nak, nanti sama bi Siti"

"Tapi ayah, Lea mau sama ayah dan bunda"

"Udah kak biarin aja, lagian kenapa sih harus tidur sendiri"

"Yakan biar bisa berduaan sayang"-bisik Roni

"Ish, ya kan kasihan anaknya kalo harus tidur sendiri. Dia gak pernah loh tidur sendirian"

"Yahhh. Yaudah deh, Lea tidur sama ayah bunda ya"

"Yeayy asik, ayo kita tidur"

Sekarang mereka bertiga tengah berada di atas kasur dengan Alea yang berada di tengah mereka.

"Lea seneng gak tidur sama ayah dan bunda"

"Senang dong bunda. Dari dulu Alea selalu berdoa supaya bisa tidur sama ayah dan bunda. Dan Alea bersyukur sekarang Lea bisa tidur sama kalian berdua"

"Pintarnya anak ayah. Maaf ya dulu kan ayah kerja jauh jadi gak bisa nemenin Lea bobo"

"Gapapa ayah, sekarang kan udah bisa bobo sama ayah jadi Lea seneng bangett"

"Yaudah sekarang bobo ya anak, besok kan harus bangun cepet"

Mereka bertiga pun mulai menutup mata dan tertidur.

Keesokan harinya,  saat mereka bangun, bodyguard suruhan Roni sudah datang membawa baju ganti untuk Salma dan Lea, karena kemarin mereka tidak ada rencana untuk menginap.

"Lea sekarang mandi dulu ya nak, kan udah bisa mandi sendiri. Bunda mau bangunin ayah dulu"

"Iya bunda"

Gadis itu masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk dan baju gantinya, ia akan memakai baju di dalam sana saja.

"Kak, bangun yuk udah siang loh ini"

"Eghhh masih ngantuk sal"

"Bangun dong masa kalah sih sama anaknya, Lea aja udah mandi loh"

Perlahan Roni membuka matanya dan melihat dengan jelas wajah Salma kini berada di depan nya.

Ia tersenyum lebar, lalu mengecup kening Salma.

"Ihhh kok cium - cium"- ucap Salma sembari memegang pipinya.

"Itu morning kiss sayang, tapi di kening dulu ya ntar kalo udah nikah lagi baru di sini"- ucap Roni dengan menunjuk bibir Salma

"Ihhh udah ah, baru bangun aja pikirannya udah kemana-mana. Sekarang mending bangun ntar kalo Lea udah keluar giliran kamu yang mandi"

"Mandi berdua boleh gak?"

"Jangan bercanda ya kak, aku lagi serius ini. Kita udah kesiangan loh"

"Iya-iya enggak. Nanya aja gaboleh, galak banget" cibir Roni

***
"Aduhhh cucu Oma cantik banget pagi ini"

"Iya dong Oma, kan Lea selalu cantik"

"Yaudah sekarang makan ya sayang"

"Iya opa"

Selma mengambilkan nasi untuk Roni dan Lea, sedangkan mama Amelia juga melakukan hal yang sama, mengambilkan makanan untuk papa Adi.

"Lea suka gak makanannya?"-oma

"Suka banget Oma, makasih ya udah kasih Lea makanan enak"-alea

Mama Amelia dan papa Adi saling menatap, ia mengerti maksud dari ucapan Alea. Ia jadi tau bagaimana susah nya Salma dan Lea selama ini, hingga Alea bisa berkata seperti itu.

"Iya nak, kalo Lea suka makan yang banyak ya"-oma

"Siap Oma"

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang