"mama benar-benar kecewa sama kamu Ron, waktu itu mama sudah peringatkan kamu untuk belajar dari masa lalu, tapi kamu malah mengulangi kesalahan yang sama" mama amelia
"maafin Roni ma, waktu itu Roni benar - benar tersulut emosi" Roni
"Kalau sudah seperti kamu mau bagaimana lagi? Bahkan kamu sudah benar-benar kehilangan istri dan kedua anak kamu"-mama Amelia
"Keputusan papa sudah bulat, papa akan cabut semua fasilitas kamu, mobil, ATM, bahkan kantor sekalipun. Kamu sudah membuat papa malu terhadap kolega-kolega papa"-papa Adi
"Tapi pa itukan perusahaan Roni yang kelola"
"Memang, memang kamu yang kelola tapi itu papa yang dirikan, jadi masih punya papa"
"Kalo papa ambil semuanya Roni harus usaha apa pa."
"Ya kamu pikir sendiri. Ohiya papa juga gamau kamu tinggal disini atau di rumah yang dulu papa kasih ke kamu dan juga Salma, karena itu adalah rumah sebagai kado pernikahan kalian tapi karena kalian sudah bercerai jadi kamu sudah tidak ada gak untuk tinggal disana"
"Pa? Papa beneran usir aku? Aku mau tinggal di mana pa?"
"Itu urusan kamu sendiri, papa gamau tau kamu keluar dari rumah sekarang juga"
"Pa tolong jangan usir Roni ya, dia anak kita satu-satunya pa. Sekecewa apapun kita ke Roni dia tetap anak kita"
"Memang benar dia anak kita, papa cuma mau dia merasakan apa yang Salma rasakan selama ini, yang bahkan dia tidak di kasih makan dan minum, dia harus kerja dalam kondisi hamil dan bahkan di cambuk oleh suaminya sendiri"
"Tapi gak kayak gitu caranya pa"
"Mama tenang aja. Dan kamu Roni sekarang juga kamu pergi dari sini"
"Oke kalo gitu pa, ini kunci mobil dan juga ATM Roni, untuk motor akan Roni bawa karena itu Roni beli dengan gaji dari kerja keras Roni sendiri"
"Terserah kamu, sekarang juga kamu bereskan baju-baju kamu dan pergi dari sini"
Roni naik ke kamarnya lalu memasukkan bajunya kedalam koper, tidak semua ia hanya membawa baju santai dan juga beberapa baju kantor agar ia bisa rapi saat melamar kerja nantinya.
"Mama jaga kesehatan ya, kalo mama butuh bantuan atau apapun itu segera hubungi Roni ya. Roni pamit dulu"
"Roni jangan pergi nak, kamu disini aja ya sama mama jangan dengerin papa kamu"
"Gak ma, aku harus pergi sekarang, assalamualaikum ma"
"Waalaikumsalam"
Roni keluar dan langsung mengendarai motornya pergi, ia bingung harus kemana sekarang. Tapi karena hari sudah sore dan langit pun sudah mendung ia akan mencari kosan atau kontrakan dulu untuk sementara ia tinggali.
"Maaf pak, ini kok gak ada kamar mandinya ya di dalam"
"Kalo yang ada kamar mandi dalamnya beda harga lagi mas, itu perbulan nya 1,8 juta, itu sudah dengan dapur dalan juga"
"Lumayan mahal juga ya pak"
"Iya mas, kalo ini cuma 800 ribu, tapi dapur dan kamar mandinya bersama"
"Kalo gitu yang ini aja deh pak, langsung saya bayar ya 800 ribu"
"Iya mas terimakasih banyak semoga betah ya"
"Iya pak"
Tak pernah terpikirkan seorang Roni bisa tinggal di kosan kecil itu dengan kasur yang sangat tipis dan juga menggunakan lemari plastik.
"Uang gue sisa 500ribu, berarti gue harus cari kerjaan sekarang supaya bisa bertahan hidup"
"Ternyata ini yang kamu rasain dulu sal saat aku ngusir kamu, kamu tinggal di kontrakan kecil itu dengan uang pas-pasan apalagi kamu lagi hamil pasti kamu sangat kesusahan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
