"sal kamu yakin mau langsung kerja? Kan baru keluar dari rumah sakit"-roni
"Yakin kak, kalo aku gak kerja Alea mau makan apa coba"-salma
"Kan ada aku sal sebagai ayah nya"-roni
"Enggak kak, aku gamau terima uang dari kamu"-salma
"Kenapa sal? Udah kewajiban aku kan buat nafkahi kamu dan Alea"-roni
"Nafkahi Alea aja kak, kalo aku itu udah bukan kewajiban kamu. Dan selagi aku masih bisa cari nafkah buat Alea, aku gaakan terima dari kamu"
"Sal, kalo kamu lupa kita ini belum resmi cerai kan. Belum ada kata cerai atau talak di antara kita"
"Iya kak aku tau dan ngerti, cuma kita udah pisah sangat lama"
"Yaudah kalo gitu kamu terima aku lagi ya? Kita rujuk ini semua demi kamu terutama Alea. Kamu galiat kemarin gimana sedihnya Alea waktu aku mau pulang"-roni
"Aku tau kak, tapi gak segampang itu buat aku Nerima kamu lagi. Aku emang mau Alea tumbuh dengan kasih sayang yang lengkap, cuma waktunya belum sekarang"-salma
"Terus kapan sal waktu itu tiba?"-roni
"Aku juga gatau kak. Kalo hati aku udah siap dan aku liat kamu udah banyak berubah, mungkin perlahan hari aku bisa Nerima kamu lagi"-salma
"Udah ya kak jangan bahas ini lagi. Untuk sekarang cukup kak Paul aja yang selalu nemenin aku dan alea, bukan aku ngelarang kamu ketemu Alea tapi jangan keseringan ya, soalnya susah bujuk Alea kalo kamu mau pulang"-salma
Salma sudah mulai muak dengan paksaan dari Roni untuk menerima rujukannya itu.
"Kamu mau pisahin aku sama anak aku sal? Kamu tega anak kamu jauh lagi dari ayahnya?"
"Lebih baik seperti itu kak dari pada aku harus tega liat dia nangis histeris setiap kamu mau pulang. Tohh dari dulu juga Alea udah jauh bahkan sangat jauh dari ayahnya"-salma
"Maafin aku sal. Tunggu ya aku akan buktiin ke kamu kalo aku udah bener bener berubah. Aku akan perjuangin kamu dan Alea"
Roni tak lagi menoleh ke arah Salma, ia memilih fokus mengendarai mobilnya dengan air mata yang sudah mengalir. Salma menyadari hal itu namun ia tidak berani untuk menegur Roni.
***
"Sal, hari ini anak-anak ngajak nongkrong malam mingguan, kamu mau ikut gak?"-paul
"Gimana ya kak, kan sekarang ada Alea gak mungkin kan aku ajak Alea keluar malem"-salma
"Bawa aja sal, paling temen-temen ngerti kalo kita pulang duluan karena bawa Alea"-paul
"Yaudah deh kak, tapi kita pulangnya jangan terlalu malem ya"-salma
"Iya sal. Yaudah masuk gih ganti baju sama Alea, abis itu kita langsung kesana"-paul
"Yaudah kak, aku masuk dulu ya. Kamu mau masuk atau tunggu di mobil?"-salma
"Aku tunggu sini aja sal"-paul
Salma pun masuk dan mengajak Alea untuk bersiap-siap. Setelah selesai, mereka berdua pun keluar seperti biasa Alea duduk di belakang dan Salma di depan.
Singkat cerita mereka bertiga pun sampai di cafe tempat mereka akan ngumpul. Mereka bertiga masuk dengan menggandeng tangan Alea, tampak seperti satu keluarga yang bahagia, di mata orang-orang yang melihat mereka.
Roni tampak sakit hati melihat pemandangan ini, ia merasa harusnya dirinya yang berada di posisi Paul, dengan menggandeng tangan kiri Alea dan Salma tangan kanan Alea
"Halo gaisss"-paul
"Wesss datang juga nih yang di tunggu-tunggu"-varo
"Sorry ya lama, biasa nungguin nih dua cewek dandan"-paul
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
